Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 99. Sindiran Halus


__ADS_3

"Hyuna!! Apa yang terjadi padamu Dek?" Pekik Dastan yang melihat Hyuna berjalan dengan sedikit terpincang-pincang sambil dipegang oleh Vanessa bagian sebelah kanan sedangkan Jingga dibagian kiri tangannya Hyuna.


"Kakak!" Ujarnya Hyuna yang berdiri mematung menunggu kedatangan Dastan yang berjalan ke arah mereka.


"Apa hubungannya Mbak cantik ini dengan Abang Dastan? Apa jangan-jangan mereka ada hubungan spesial atau apa karena gara-gara perempuan ini lah sehingga Abang Dastan selalu menolak cintaku?" Batin Jingga.


"Kak Austin juga ada di sana bersama cowok yang disukai oleh Jingga selama ini? Apa mereka sama-sama menyukai dan memperebutkan wanita yang aku tabrak tadi yah?" Vanessa membatin dengan berbagai macam pemikirannya yang belum tentu sesuai dengan faktanya.


Vanesa yang tanpa sengaja menabrak Hyuna yang sedang ingin menyeberang jalan karena akan ke Masjid melaksanakan shalat Dzuhur dengan terpaksa Hyuna gagal melaksanakan kewajibannya.


Vanesa yang mengemudikan mobilnya tanpa sengaja menabrak Hyuna karena saat itu laju mobilnya cukup tinggi dan dia sedang bermain hp.


Kecelakaan itu menyebabkan beberapa warga masyarakat berkerumun untuk melihat langsung kejadian dan kondisi yang dialami oleh Hyuna yang sudah terduduk di atas jalan beraspal mulus itu yang cukup panas terkena paparan sinar matahari siang itu.


Vanessa dan Jingga memutuskan untuk mengantar pulang Hyuna hingga ke rumahnya. Hyuna merasa baik-baik saja dan menyarankan kepada keduanya untuk tidak terlalu khawatir dengan kondisinya yang hanya berjalan terpincang-pincang saja.


Kedatangan Austin dan Dastan atas perintah dari Guntur Bumi Triyoga karena dia mendadak berangkat ke Shanghai Cina. Ada pertemuan mendadak yang tidak boleh tidak hadir ataupun absen dan mewakilkan kepada pihak orang lain.


Setelah Hyuna duduk di ruang tengahnya yang lainnya ikut pun Duduk, Jingga mulai memberanikan dirinya untuk bertanya langsung.


"Aku heran dengan kalian kok bisa-bisanya nabrak cewek cantik yang memakai hijab tinggi semampai seperti ini kamu gak lihat baik," sarkas Austin yang jengah melihat tingkah laku kedua perempuan yang ada di depannya itu.


"Betul sekali apa yang kamu katakan Austin, Hyuna ini cantik banget memakai hijab, kelihatan banget kecantikannya luar dalam, beda banget dengan gadis yang ada di luar sana yang sengaja memamerkan dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang sangat indah itu dengan gratis, padahal memperlihatkan aurat ke orang lain itu katanya Pak Ustadz dosakan?" Gerutu Dastan yang sengaja berkata seperti itu di depan mereka.


Vanesa dan Jingga spontan menatap dan melihat ke arah pakaian yang mereka pakai yang sungguh terbuka dan kekurangan bahan kain dan benang yang pakaian mereka masing-masing pakai itu.


"Apa Abang menyindir aku yah secara pakaian aku yang sangat minim dan tipis hingga lekukan tubuhku terlihat begitu nampak jelas, padahal aku kan sengaja memakai pakaian seperti ini agar dia perhatian dan tertarik padaku?" Batinnya Jingga yang menelisik ke arah seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Benar sekali yang dikatakan oleh Kakak Dastan, tapi kami sengaja berpakaian seperti ini untuk tampil beda agar kedua pria yang kami sukai itu menaruh hati dan perasaannya kepada kami yang sejak sma sudah jatuh cinta padanya,apa sih kurangnya kami atau jangan-jangan Abang Dastan dan Kakak Austin suka kalau gadisnya memakai pakaian yang tertutup yah? Seperti yang dipakai oleh Mbak Hyuna yah!" Vanesa membatin dengan sesekali membanding-bandingkan pakaian yang dipakainya dengan Hyuna.


Sedangkan Hyuna yang diperhatikan seperti itu hanya tersenyum menanggapinya. Ia tidak berpikiran yang aneh dan macam-macam karena pikirannya sudah full dan juga penuh dengan seorang Pria yang mampu membuat harinya hancur, kacau balau dan berantakan.


"Tapi, apa aku terlalu egois untuk cemburu buta kepada Abang Guntur padahal sudah jelas-jelas hubungan kami tidak ada yang spesial hanya sekedar rekan kerja saja," gumam Hyuna dengan tatapan matanya yang kosong dan kembali teringat kejadian beberapa jam yang lalu itu.


"Abang Dastan kok ada di sini? Emangnya Abang tidak kerja?" Tanyanya Jingga yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran dan keponya itu.


Hyuna dan yang lainnya mengalihkan perhatiannya mereka tertuju pada Dastan dan Jingga secara bergantian.


"Aku pun penasaran dengan hubungan mbak Hyuna dengan Kak Dastan? Lebih-lebih Jingga yang memang sedari dulu menyukai Kak Dastan dalam diam," Vanessa membatin.


Mereka sibuk dengan pemikiran dan dugaan yang memungkinkan terjadi diantara mereka. Hyuna dengan Guntur, Vanessa dengan Austin pria yang selama ini selalu dia kejar tapi selalu menghindar dan menolaknya, sedangkan Jingga yang mencintai Dastan sedangkan Dastan sudah jatuh cinta pada sekretarisnya Austin di kantor secara diam-diam juga.


"Aku dengan perempuan yang pakai hijab cantik ini adalah…," ucapan Dastan terpotong saat mendengar suara salam dari arah luar dekatnya pintu.


Mereka semua menengadahkan kepalanya ke arah sumber suara. Pak Hasan dan Bu Rita pulang dari tempat kerjanya.


"Waalaikum salam," jawab mereka.


"Hyuna sayang, kamu enggak apa-apa kan Nak?" Tanyanya Bu Rita yang sudah sangat khawatir dengan keadaan anak angkatnya itu.


Bu Rita memeriksa keseluruhan tubuhnya Hyuna dengan seksama dan teliti.


"Iya Nak, tadi anak Guntur menunggu kamu di depan rumah berjam-jam loh, tapi kamu malah pergi tanpa pamit padahal Nak Guntur datang menjemput kamu," terangnya Pak Hasan yang ikut menimpali pembicaraan Istrinya yang sangat cemas dengan kondisinya putri angkatnya itu.


"Guntur?" Jingga membeo dan mengarahkan tatapannya tertuju ke arah Pak Hasan tukang kebun di rumahnya itu.

__ADS_1


Mimik wajahnya Jingga dan Vanessa sama-sama menimbulkan banyak dugaan dan tanda pertanyaan dari dalam benak dan pikiran mereka masing-masing.


"Apa aku tidak salah dengar Bapak itu menyebut nama abangnya Jingga, Kakak Guntur, ada Apa lagi ini, apa ada cinta segi banyak yang terjadi di antara mereka yang memperebutkan Hyuna yah?" Lirihnya Vanessa.


...****************...


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.


__ADS_2