Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 69. Tamu, Siapa??


__ADS_3

"Assalamualaikum Hyuna, bagaimana kabarmu?" Tanyanya orang itu yang mampu membuat Hyuna terduduk di ujung dipannya.


"Mas Guntur!" Lirihnya.


Suara itu masih mampu ia kenali dengan baik. Walaupun sudah hampir empat tahun tidak pernah dia dengar lagi. Kilatan masa lalunya terlintas di dalam benak pikirannya. Masa indah bersama dengan pria yang pernah hadir dan mengisi hatinya kembali hadir di dalam hidupnya saat statusnya sudah menjadi seorang janda.


"Abang Guntur," cicitnya.


"Alhamdulillah kamu masih mengingat Abang dengan baik," ujarnya yang tersenyum penuh bahagia di seberang telpon.


"Aku tidak mungkin bisa semudah itu melupakan Abang, itu sulit sangat sulit malah," Hyuna membatin.


Hyuna bangkit dari posisi duduknya dan berjalan ke arah belakang rumahnya. Cuacanya cukup panas sore itu jadi dia memutuskan untuk mencari suasana yang adem dan tidak panas sambil mengibaskan kerah bajunya agar mendapatkan perasaan yang sedikit adem.


Pintu itu terbuka lebar hingga wajahnya yang ayu langsung terkena terpaan semilirnya angin dikala sore itu.


"Hyuna, apa Abang boleh minta sesuatu sama kamu?" Tanyanya Guntur Bumi Triyoga yang ikut berdiri juga seakan-akan mereka janjian dan saling memberikan kode untuk berdiri bersamaan.


Hyuna terdiam sesaat sambil mencerna perkataan dari Guntur," Maksudnya Abang, aku tidak mengerti maksud dari perkataannya Abang?" Tanyanya yang mencium aroma wangi bunga mawar yang tadi pagi bermekaran.


"Abang akan katakan jika sudah sampai," ujarnya Guntur.


Tut… Tut.. Tut..


Hyuna melihat layar hpnya yang sudah mati. Dia tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.


"Masih seperti dulu, tidak ada yang berubah, masih sering memutuskan sambungan telepon tanpa pamit dan salam untuk menutup telponnya.

__ADS_1


Hyuna masih berdiri di depan taman mini yang kebetulan ada di belakang rumahnya Pak Hasan. Bukan hanya bunga yang tumbuh di sana tapi banyak jenis aneka macam tumbuhan seperti cabai, tomat, tumbuhan bayam, kemangi, jeruk purut, jeruk bali, jambu,mangga dan sebagainya.


Satu persatu Hyuna datangi pohon yang ada di sana dan melupakan maksud dari perkataan Guntur. Sedangkan di tempat lain tepatnya di dalam sebuah mobil, seorang pria sedari tadi tersenyum penuh kegirangan.


"Kali ini apa pun yang terjadi aku akan berjuang untuk mendapatkan cintaku kembali ke dalam pelukanku, tunggulah dan bersabarlah sedikit lagi," gumamnya Guntur yang mulai memutar stoc kontak kunci mobilnya itu.


Mobilnya sudah melaju diatas lintasan aspal dan bergabung dengan pengendara roda empat maupun roda dua lainnya. Guntur penuh semangat karena dia sudah memimpikan dan membayangkan rencananya akan berhasil.


Sekitar dua kilometer dari perusahaannya, ia menghentikan laju mobilnya lalu memarkirkan mobilnya di depan bangunan yang bertuliskan Resto Seafood Barokah.


"Aku sangat yakin jika dia masih penyuka dan penikmat makanan laut Apa lagi udang, pasti dia akan berteriak kegirangan melihat apa yang aku bawa ini," Guntur membatin.


Guntur segera memesan berbagai jenis makanan khusus dan spesial untuk Hyuna sesuai dengan ingatannya yang sangat mengetahui apa saja makanan yang disukai maupun tidak oleh Hyuna.


"Ini dan tolong bawa ke dalam mobil hitam dengan kuda jingkrak tipe merk mobilnya yang terparkir tidak jauh dari pintu masuk," perintahnya Guntur saat sedang menyelesaikan pembayaran bill dari semua makanan yang baru saja dipesannya itu.


"Makasih banyak Tuan," ucap pegawai di bagian kasir.


"Aku berjanji kepadamu Hyuna, mulai hari ini aku akan mengejar kamu hingga hatimu luluh dan bisa menerima cintaku lagi seperti dahulu saat kita masih kuliah," lirihnya dengan senyuman khasnya.


Berselang beberapa saat kemudian, Hyuna bangkit dari posisi jongkoknya di depan taman ketika mendengar bel rumahnya yang sedari tadi berbunyi dan tidak berhenti.


"Siapa yah yang bertamu dijam seperti ini?" Tanyanya yang kebingungan dengan siapa sosok tamu tak diundang tersebut.


"Tunggu!!" Teriaknya saat sudah mendekati pintu rumahnya.


Hyuna menarik pintu kayu jati berdaun dua itu. Dia tanpa pikir panjang langsung menarik handle pintunya. Dalam hitungan tiga sudah berhasil terbuka dan Hyuna langsung diam membisu tanpa ada kata yang terucap saat melihat siapa orang yang berani menekan tombol belnya berulang kali itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Cinta dan Dendam


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetianku Dipertanyakan dari cara like setiap Babnya, komentar, Gift, Komentar dan berikan dengan keikhlasan Kakak.


__ADS_2