
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, aku harus segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat besok mencari pekerjaan, apa Abang Guntur bekerja di Perusahaan Global Utama TBK itu yah? Jadi dia dapat informasi kalau ada pendaftaran penerimaan karyawan baru," batin Hyuna.
Ia sembari membereskan dan membersihkan seluruh perlengkapan dan peralatan berkebunnya serta hasil dari sayur dan buah-buahan serta bunga hasil petikannya itu.
"Ya Allah semoga aku diterima bekerja di sana, aku tidak mungkin harus hidup terus menerus dalam belas kasih dan pertolongan dari bapak Hasan sama Ibu Tika, aku malu ya Allah," harapnya Hyuna.
Hyuna membersihkan seluruh tubuhnya sebelum shalat magrib. Adzan magrib sudah berkumandang dari Toa masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Hyuna menyimpan barang-barang perlengkapannya di dalam lemari tempat penyimpanan barang-barangnya khusus pertukangan.
"Aku harus berusaha dan berjuang agar aku bisa diterima di perusahaan tempat kerjanya Abang, aku juga tidak boleh kecewakan Abang Guntur," gumamnya setelah melaksanakan kewajibannya.
Hyuna segera memeriksa seluruh berkas kelengkapan administrasi yang harus dia bawa besok. Tapi, ada sedikit yang tidak diketahuinya yang membuatnya bimbang.
"Apa aku harus menelpon Abang yah? Tapi nomor hpnya gak ada sama aku," lirihnya Hyuna yang terduduk di ujung dipannya dengan meraih hpnya.
Hyuna pusing dia tadi lupa bertanya selengkapnya informasi tentang penerimaan karyawan baru di perusahaan tersebut. Ada yang harus diketahui apa Perusahaan tersebut menerima sesuai dengan jurusannya sebagai sekretaris.
"Bagaimana caranya yah aku bisa tahu info tersebut sedangkan tidak ada nomor hpnya Abang sama aku, dan juga hanya Abang Guntur yang bisa aku mintai informasi tersebut," ujarnya Hyuna.
Hyuna ingin beranjak dari tempat duduknya saat mendengar suara pintu berdecit. Tapi, langkahnya terhenti ketika hpnya berdering dan bergetar dalam waktu yang bersamaan.
"Siapa? Nomor baru?" Tanyanya yang kebingungan dengan orang yang menelponnya apa itu Mas Bagas atau siapa? Kalau Mas Bagas dia tahu nomor hp ku dari mana yah,"
Hyuna menimbang apa yang seharusnya akan dia lakukan apa mengangkat telepon itu saja atau merijek nya. Hyuna menaruh hpnya di ujung dagunya yang cukup lancip itu dengan baik.
Hyuna mengabaikan deringan hpnya yang tidak bisa berhenti dengan terpaksa Hyuna pun mengangkatnya. Ia sedari dahulu selalu tidak mengangkat telponnya yang nama dan nomor telepon tidak ada tercantum didaftar kontak hpnya yang menelponnya dia akan membiarkan begitu saja dan cuek tanpa peduli dengan maksud dan tujuan orang yang menelponnya.
__ADS_1
Tetapi saat itu berbeda, ada rasa kepo yang tiba-tiba muncul di dalam benak dan pikirannya. Dia pun memutuskan untuk mengangkatnya segera. Padahal orang yang menelponnya tadi siang adalah orang yang sama, hanya saja dia belum sempat menyimpan nomornya.
"Assalamualaikum," sapanya orang yang ada di seberang telpon.
Hyuna terdiam sesaat dan spontan senyuman manisnya muncul menghiasi wajah cantiknya itu.
"Waalaikum salam Abang," jawabnya Hyuna yang sudah tahu siapa sosok orang yang menelponnya itu seulas senyuman terbit dari wajahnya itu.
Guntur segera menghentikan pekerjaannya setelah telponnya tersambung. Padahal tadi sudah sempat mengomel dan marah-marah tidak jelas saat Hyuna tidak mengangkat teleponnya.
Austin yang kebetulan berada di dalam satu ruangan yang ditempatinya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah laku orang nomor satu di perusahaan Global Utama TBK.
"Abang!" Ujarnya Hyuna.
"Sayang," Hyuna membeo.
"Apa aku salah yah jika aku memanggil kamu dengan sebutan sayang?" Tanyanya Guntur dengan tersenyum penuh arti.
"Tidak salah sih hanya saja, gimana dengan gadis yang seringkali menelpon Abang, apa dia gak marah?" Tanyanya Hyuna.
"Gadis… gadis yang mana yang kamu maksud?" Tanyanya Guntur yang melupakan sebenarnya tentang perempuan itu yang sempat ada dikontak hpnya.
Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
__ADS_1
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya
__ADS_1