Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 47. Pukulan Telak Untuk Hyuna


__ADS_3

Hyuna segera bangkit dengan berjalan sempoyongan ke arah ke tiga orang yang berbicara sambil berdiri itu sedari tadi. Wajahnya yang sudah dipenuhi oleh air matanya tak dihiraukan sama sekali oleh nya.


"Mas Bagas, Aku mohon jelaskan kepada Hyuna dengan sejujurnya apa yang terjadi sebenarnya di sini?" Tanyanya Hyuna.


Dia dengan terus menggoyang tubuhnya Bagas sembari merengek di depan Bagas yang masih berusaha untuk tidak ingin mempercayai penuturan yang barusan terlontar dari mulutnya Bagas.


Hyuna bertanya kepada Bagas dengan wajahnya yang shock dan terkejut dengan apa yang barusan didengarnya.


Tetapi, Bagas hanya terdiam saja tanpa ada reaksi dan niat untuk menjawab dan memberikan penjelasan kepada Hyuna sedikit pun.


Ibu Sulistiawaty pun tidak tahu harus berbuat apa, beliau hanya terdiam dan menatap nanar ke arah Hyuna.


"Mas, Hyuna mohon bicara lah, Aku mohon jujurlah," pinta Hyuna yang sudah memaksa Bagas.


Matanya sudah berkaca-kaca, buliran bening itu hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk luruh juga ke pipinya.


"Mas, Aku mohon bicara lah, Hyuna butuh penjelasan dari Mas Bagas.!" Bujuk Hyuna lagi yang sudah kehabisan akal dan cara agar Bagas mau berbicara.


Hyuna pun menggoyangkan tubuhnya Bagas bertujuan agar Bagas segera membuka mulutnya dan berterus terang.


Diandra yang melihat hal tersebut hanya menatap jengah dengan apa yang dilakukan oleh Hyuna.

__ADS_1


"Dasar perempuan bego,apa perkataan yang barusan diucapkan oleh Mas Bagas tidak jelas?" Umpat Diandra yang jengkel melihat Hyuna yang sok lagu itu.


"Hyuna mohon dengan sangat, Mas tolong jujur lah sama Aku Mas, please!" Hyuna sudah memohon kepada Bagas walaupun dia sudah sedikit mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi di sana.


Karena tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Bagas, Hyuna pun berjalan ke arah Ibu mertuanya yang sedari tadi ikut terdiam seribu bahasa.


"Ibu, Hyuna mohon jelaskan sama Hyuna apa yang dikatakan oleh Diadra itu benar adanya?" Tanyanya yang berjalan ke arah Ibu mertuanya itu.


Hyuna yang sedari tadi berharap agar salah satu di antara mereka ada yang membuka mulutnya. Dia memegang kedua lengan Ibu mertuanya. Apa yang dilakukan oleh Hyuna pada tubuhnya Bagas pun dilakukan oleh Hyuna.


"Ibu, Hyuna mohon berbicaralah, Hyuna ingin tahu kepastian dan kejujuran dari kalian!' Hyuna sudah sedikit mengeraskan suaranya.


Tubuhnya pun luruh ke atas lantai, di hadapan kaki mertuanya. Hyuna berlutut dan menghibah agar permintaannya dikabulkan.


"Maafkan Ibu Nak, ibu pun tidak tahu harus berbuat apa, ibu saja tidak percaya bahkan tidak ingin mempercayai semua kenyataan yang ibu dengar barusan yang menampar wajah ibu," batinnya Bu Sulistiawaty.


"Hyuna, sayang, istriku Maafkan Mas yang tidak berdaya dengan semua ini, Mas tidak sanggup melihatmu terpuruk dalam kesedihan, tetapi Mas juga tak mampu membela ataupun membenarkan semua perkataanmu, Mas tidak berdaya, semua yang telah kita lakukan waktu dekat Raja Ampat benar adanya dan janin yang kamu kandung adalah darah dagingku," Bagas hanya mampu membatin.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:


__ADS_1


Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you...


__ADS_2