Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 110. Pilihan Jingga


__ADS_3

Sedangkan Vanessa berjalan ke arah mobil mini Cooper yang selalu setia menemani kesehariannya beraktifitas di luar ruangan.


"Kenapa aku merasa ada yang disembunyikan oleh mami dan ada hubungan yang istimewa dengan Dastan," lirihnya Vanessa Hudgens lalu mulai memutar stok kontak kunci mobilnya.


"Justin selidiki segera pria tadi yang bernama Dastan itu, aku ingin info itu ada sebelum matahari tenggelam!" Perintahnya Nyonya Livia sambil membuka galeri foto hpnya dan melihat kedua anak kembarnya kemudian mengecup satu persatu foto itu yang hanya itu yang dimilikinya hingga detik itu sebagai bukti kalau beliau memiliki dua anak kembar bernama pria yang sudah beristri itu.


Dastan segera berjalan ke arah tempat khusus penjualan hp, ia ingin secepatnya menghubungi nomor hp detektif yang selama ini selalu membantunya mencari tahu informasi tentang keberadaan adik kembar dan kedua orang tuanya.


"Austin! Apa Tuan Muda Guntur belum memberikan kabar kapan dia akan pulang ke tanah air?" Tanyanya Dastan saat memasuki toko penjualan hp terbaik dan termahal yang ada di Mall tersebut.


"Katanya waktu tadi pagi nelpon dia akan berangkat lagi ke Singapura untuk menghadiri acara akad nikah salah satu rekan bisnisnya si Bos," jawabnya Austin yang sedari tadi memainkan hpnya.


"Oh gitu," balasnya Dastan yang sudah memilih beberapa model hp keluaran terbaru yang dimiliki toko tersebut sesuai dengan rekomendasi dari pegawai tokonya.


"Lihat mereka, sepertinya kita kedatangan pelanggan artis Thailand dan Korea," bisik pegawai yang kebetulan melayani pelanggan lainnya.


"Iya betul Cakepnya mereka paripurna tidak berlebihan kadar ketampanan mereka berdua serasa kue yang manisnya itu pas sesuai dengan takaran yang dianjurkan oleh chef," sahutnya yang memakai pewarna bibir merah merona.


Dastan mencoba untuk menelpon nomor seseorang untuk mengetes dan mengecek hpnya itu, adalah nomor hpnya Jingga tapi hasilnya tidak aktif. Berulang kali dia mencoba untuk menghubungi nomor hp nya Jingga tapi tetap berada di luar jangkauan tidak aktif.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan tinggalkan pesan setelah nada bit berikut,"


"Tumben nomornya nggak aktif padahal selama ini sekalipun tidak pernah nonaktif, apa yang terjadi padanya?" gumam Dastan.


Sedangkan di tempat lain, keputusan yang mendadak dan tiba-tiba membuat kedua orang tuanya terkejut dan tidak menyangka jika putri tunggalnya sekaligus anak bungsunya memilih untuk menjalani perjodohannya dengan pria yang telah dipilih oleh Papanya itu.

__ADS_1


"Mama! Aku setuju dengan perjodohan dengan putranya temannya papa, kalau bisa malam ini adalah pertemuan kita dengan keluarga mereka Ma," tuturnya Jingga.


Bu Rima belum selesai dari rasa terkejutnya melihat penampilan dari putrinya itu yang sungguh memukau dan membuatnya bahagia dan bangga.


"Ya Allah… semoga putriku Istiqomah dengan pilihannya itu untuk terus berhijab hingga akhir waktunya, tapi apa yang terjadi padanya, kenapa tingkahnya aneh dan tidak biasanya padahal dia yang paling ngotot untuk menolak keinginan papanya?" Gumam Bu Rima yang menatap tidak percaya ke arah anak keduanya itu.


"Sayang sini duduk di sampingnya Papa,hari ini papa lihat kamu sungguh sangat cantik nan rupawan, Papa sangat bahagia dan senang melihat kamu memutuskan untuk berpakaian seperti ini yang tertutup dan tidak memperlihatkan lagi salah satu anggota Tubuhmu itu kehadapan orang lain yang bukan muhrim kamu," jelasnya Pak Januar papanya Jingga


Jingga berjalan ke arah papanya dan mamanya itu. Jingga berusaha berakting kuat dan tegar di hadapan kedua orang tuanya agar mereka tidak mengetahui apa yang terjadi padanya sebenarnya sehingga memutuskan untuk menerima lamaran dari salah satu rekan bisnisnya.


"Ya Allah… semoga saja pilihanku ini tepat dan tidak salah, aku tidak ingin selalu hidup dalam bayang-bayang cinta semu dalam fatamorgana cintanya Abang Dastan yang entah kapan akan berakhir dan bermuara diujung mana," lirihnya Jingga yang pintar mengelabui dan menutupi kenyataan dan fakta besar yang ada di dalam kehidupannya.


"Aku yakin ada yang tidak beres dengannya sehingga dengan tiba-tiba tanpa ada angin apapun sebelumnya sehingga ia memutuskan dan mengambil langkah untuk menjalani perjodohannya dengan Bastian, aku harus membicarakan semua ini terlebih dahulu dengan Mas Januar karena aku yakin ada yang tidak beres dan tidak baik-baik saja," cicitnya Bu Rima.


"Sayang sebaiknya kamu istirahat dulu, nanti kita akan bicarakan lagi jika kamu sudah beristirahat," tutur Pak Januar yang cepat menyadari bahwa ada kode yang segera diberikan oleh istrinya itu.


Pak Januar mengelus lembut punggung putrinya itu dengan penuh kasih sayang. Ia tidak ingin anaknya itu mengambil keputusan karena emosinya sesaat saja tanpa ada maksud tertentu karena adanya emosi yang mendasari pilihannya tersebut.


"Baiklah kalau begitu Jingga masuk ke kamar dulu Ma, Papa kalau sudah selesai berdiskusi dengan Mama tolong secepatnya kabari Jingga karena menunda hal yang baik itu engga ada juga gunanya," ucap Jingga kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya itu.


Jingga menaiki undakan tangga dengan perlahan. Langkah kakinya lemah, seakan-akan seolah-olah dia belum makan seharian saja. Raut wajahnya menyiratkan bahwa ada banyak pikiran yang sedang dia pikirkan tentang kehidupan nasib percintaannya itu.


Sedangkan masih dalam Mall, Dastan masih dibuat pusing karena hingga banyak kali nomor hpnya Jingga belum aktif juga. Austin yang melihat hal tersebut hanya terdiam seolah tidak terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu.


......................

__ADS_1


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.

__ADS_1


__ADS_2