
"Sayangnya Kamu tidak pantas lagi berada di dalam hatiku ini, Aku harus membuang Kamu jauh-jauh," makinya dengan geram.
Arjuna melepas semua pakaiannya lalu ingin berendam di dalam bathtub nya yang sudah di isi air dingin sebelum nya. Matanya tanpa sengaja melihat ke arah bagian intinya dan keheranan serta shock melihat kondisi benda pusakanya sendiri.
"Apa ini? apa yang terjadi padaku? ini kan darah?" ucapnya yang keheranan melihat ada bekas darah di miliknya serta ada sisa air yang sedikit berlendir terkena dengan noda darah.
Arjuna kemudian memeriksanya sedemikian rupa hingga sangat detail, karena takut jika ada penyakit atau apa-apanya yang terjadi pada Miliknya yang sangat berharga dibandingkan dengan harta milliaran pun yang dia miliki.
Tanpa benda pusaka itu apa lah artinya hidupnya jika terjadi sesuatu kepada bagian sensitifnya.
"Tapi, kenapa bisa ada darah di sini? Aku sudah periksa dan tidak ada yang aku rasa sakit sedikitpun, jadi darah ini adalah darah apa?" Arjuna semakin kebingungan dan semakin keheranan dengan darah itu dan mencoba untuk mengingat kejadian beberapa jam yang lalu terjadi padanya.
Arjuna sudah berusaha untuk mengingat kejadian itu, tapi sama Sekali tidak menemukan tanda-tanda petunjuk dari darah itu.
Arjuna pun masuk ke dalam bathtub dan segera berendam dan semoga dengan berendam pikirannya bisa tenang dan tahu secepatnya apa yang terjadi pada dirinya yang sebenarnya.
"Haaaaaaaaaaa!!"
__ADS_1
Arjuna memukul dengan kuat permukaan air, karena tidak berhasil memecahkan berbagai pertanyaan yang muncul di dalam benak dan pikirannya terutama tentang darah itu.
"Tapi, kalau diperhatikan dengan seksama dan lebih detail darah dan air yang ada itu adalah seperti seseorang yang telah berhubungan intim dengan perempuan."
Arjuna segera bangkit dari duduknya dan segera meraih handuk kemudian melilitkan handuk tersebut di pinggangnya. Kemudian berjalan ke arah luar untuk mencari keberadaan hpnya tersebut. Hp yang tidak berdosa sama sekali itu teronggok di lantai dengan cantiknya.
Arjuna pun meraihnya dan segera membuka Mbah Google untuk mencari informasi tentang apa yang terlintas dalam pikirannya tentang darah itu.
Tapi, baru saja membuka Google hpnya berdering seketika itu juga yang membuatnya refleks terkejut hingga hampir hpnya terlepas dan terjatuh ke atas lantai untuk kedua kalinya. Untung saja Arjuna segera tanggap darurat sehingga hp nya masih terselamatkan.
"Siapa sih? gangguin saja," ucapnya lalu memeriksa nama id si pemanggil tersebut.
"Ada apa?" ucapnya dengan jengah saat sambungan telepon sudah tersambung.
"Bos sekarang ada di mana? Bos dicariin sama Nenek katanya sedari kemarin Bos dihubungi, tapi nomornya bos tidak aktif, Nenek ngomel-ngomel di Perusahaan loh," tuturnya Leon panjang lebar.
"Ok, Aku akan pulang jika urusanku disini selesai, nanti sore aku ada janji dengan salah satu Klien kita yang ada di Bali, jadi tolong tanya Nenek baik-baik jika Aku baik-baik saja ok," geram Arjuna yang marah karena kegiatannya terganggu.
__ADS_1
Dan juga tidak pernah ada yang menyinggung kita, hanya saja kita memilih untuk tersinggung. andai saja kita bisa melapangkan hati kita maka semua akan terasa manis.
kita yang memilih rasa dalam hati kita, maka jika sekiranya kita masih bisa memilih berlapang dada maka pilihlah kelapangan. Karena kita akan merasa tenang dan selalu bahagia. semua tentang rasa yang kita sendiri yang memilikinya dan kita juga yang memilihnya.
Berbuatlah hal-hal kebaikan agar yang kita dapatkan juga kebaikan. Karena sejatinya apa yang kita perbuat hari ini esok ataupun lusa pasti akan kembali pada diri kita sendiri.
Apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita tuai
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
Pesona Perawan
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Cinta CEO Pesakitan