Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ KaRa


__ADS_3

Happy Reading...


Sepuluhđź’«


"Gue...”


“Perhatian semua!” Pak Andra menepuk tangannya mentitah anak didiknya untuk memperhatikannya, "Saya harap kalian selama berada di dalam candi Borobudur menjaga kesopanan dan


Jangan berpencar! Ingat bus ini. Paham?” ujar Pak Andra dengan pengeras suara.


“Paham, pak!” sahut seisi bus itu serempak.


Kemudian, mereka turun dari bus itu mengikuti langkah siswa-siswi lain nya yang sudah di periksa agar bisa masuk kedalam.


Keyra, gadis itu berjalan ber-iringan dengan Rafka dan teman-teman tongkrongan nya. Tiada hari tanpa canda tawa mereka yang semakin hari semakin absurd, untung saja mereka masih ingat tempat dan tidak membuat rusuh.


Banyak gadis dari SMP nya yang menatap diri nya iri. Terutama Shahila dan Aura yang mencolok, menatap diri nya... Sinis?


“Pang,” Ivan yang merasa terpanggil pun menoleh. “Lo nggak nemenin cewek lo? Dia kayak nya nunggu elo. Dan lo, Ki.” kali ini Friski yang menoleh, “masa pendekatan lo sama Shahila nggak di lanjut? Ini mereka jalan cuman berdua loh,” ujar Keyra menjelaskan.


Kompak keduanya menggeleng, “Shahila cuman gue anggep adik, kali.“ Ujar Friski tanpa beban. “biarin lah Aura quality time sama Shahila. Gue di sini aja mantau lo sama Rafka curut,” Ivan menyahut santai.


Rafka menatap sinis, “mantau sono lo ke Amazon. Cepetan masuk woy!” setelah semua nya di periksa. Mereka kembali berjalan dan berhenti tepat di depan tulisan 'Borobudur' berwarna putih dengan beberapa objek gambar di belakangnya. Mereka menemukan tulisan itu sesaat setelah melewati loket.


Candi Borobudur.


Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).


Ini bukan pertama kalinya Keyra pergi ke Borobudur. Namun tatapan gadis itu masih saja takjub melihat pemandangan dari puncak borobudur. Ia berselfi ria dan tanpa sengaja hasil potret nya menangkap satu penampakan cogan, “Astaga Afka! Gue udah oke gini malah lo jelekin.” protes gadis itu.


Saat itu juga, banyak wisatawan yang mengelilingi candi Borobudur menatap Keyra aneh.


“Halah, jelek apaan? Gue cogan dan gue bangga! Lo kali yang jelek makanya kamera lo retak nggak sanggup motoin elo,” ujar nya.


Memang kamera dan bagian layar handphone Keyra retak.


“Ra, nyamperin tu bule yok,“ ajak Rafka. Tanpa persetujuan dari Keyra, cowok itu langsung menarik tangan Keyra untuk mendekati seorang turis yang tengah menatap sekeliling nya dengan ekspresi kagum.

__ADS_1


“Permisi, Mister. Boleh me, eh bahasa inggrisnya gimana sih, Ra?” tanya Rafka bingung. Tangan nya menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


“Ye, keturunan bule kok bahasa inggrisnya belepotan gitu,” cibir Keyra.


“Greeting,“ Keyra tersenyum menatap bule itu yang tadi nya nampak kebingungan, kini pun membalas sapaan nya.


“Excuse me, Sir. Can I take picture with you?”


Turis itu tersenyum dan mengangguk.


“Setau gue itu 'we' ya, bukan I,” ujar Rafka sewot.


“Ya, kan lo yang motoin! Ntar kalo bukan lo, terus siapa?” Rafka celingukan dan matanya menangkap para teman curut nya yang masih asik bercanda ria.


“Friski! Sini lo. Potoin gue sama si mayat idup,” ujar Rafka.


Bukan hanya Friski yang mendekat. Namun semua teman nya juga ikut bergabung.


Friski menyerahkan kamera DSLR nya pada Alfarel yang mengernyit bingung, “potoin! Gue juga mau foto sama adek gue,” ujar nya yang langsung mendekat dan berdiri di samping Keyra.


Alfarel yang ingin berfoto juga pun memanggil sepupu-nya yang berdiri tak jauh dari dirinya itu agar gadis itu mengantikan dirinya.


Beberapa pose keren mereka abadikan. Tak menyadari perubahan raut wajah si fotografer dadakan mereka


“Thank you, Sir.” Keyra lagi lagi tersenyum saat Victor membalas ucapan nya.


Lalu, turis asing itu kembali sibuk berkeliling sendirian. Mungkin jomblo!


“Key, satu lagi. Kita foto satu kali lagi!” ujar Friski.


“Yoi, Kekey! Gue pengen poto sama mayat idup,” sahut Rivan yang dibalas tatapan tajam dari Keyra.


Sudah Kekey, mayat hidup lagi! Kurang apes apalagi kehidupan seorang Keyra Naura?


“T-tapi, Shahila ikutan foto, ya? Minta tolong yang lain nya aja kek.” ujar Keyra tak enak melihat raut wajah sahabatnya itu.


“Gapapa kok, Key. Gue disini aja,” sahut Shahila tersenyum paksa.

__ADS_1


“Noh, cepetan potoin kita lagi,” timpal Rafka.


Posisi mereka saat ini dengan Duo cogan alias Ervin dan Abian yang berada di pinggiran dengan kedua tangan yang berada di saku celana nya. Friski dan Rafka yang berdiri di sisi kanan dan kiri Keyra. Rafka, cowok itu menghadap ke arah kamera dengan merangkul bahu Keyra. Friski pun sama, cowok itu meletakan tangan kanan nya di puncak kepala gadis itu seperti mengusap kepala. Sementara Rivan, Ivan dan Alfarel di depan mereka berjongkok dengan lututnya yang di gunakan sebagai tumpuan.


Ketujuh remaja pria itu kompak memakai kacamata hitam yang bertengger manis di hidung mancung mereka.


Percayalah, potret kedelapan remaja itu sangat, sangat nampak amat bahagia. Mereka semua tersenyum lebar memamerkan gigi putih dan rapi mereka. Hanya Abian dan Ervin saja yang hanya menampilkan senyum tipis nya.


“Satu kali lagi,” teriak Rafka pada Shahila yang hanya pasrah bersiap untuk membidik foto kembali.


“Ra,” Keyra menoleh ke arah Rafka. kedua jari telunjuk cowok itu menusuk pipi gadis itu seraya tersenyum menawan. Keyra tertegun, dan tanpa sadar gadis itu ikut tersenyum, sepertinya--- senyuman Rafka menular pada nya.


Shahila menatap potret yang ia tangkap sendiri itu membuat Dada nya sesak, gadis itu sedikit mempunyai rasa benci pada Keyra. Shahila kembali memandang Keyra dan Rafka yang masih betah bertatapan dalam.


“G-gue, nggak rela lo yang di sana, Key.” batin seseorang menjerit.


“Lo nusuk gue, Key!”


Gumaman lirih itu hanya bisa di dengar oleh gadis berperawakan tinggi itu. Ia menatap benci pada Keyra yang tak sadar jika banyak cowok yang menatap Keyra dengan kagum. Termasuk pacar gadis itu.


.


.


.


Syirik ae:v


L-i-k-e


C-o-m-m-e-n-t


A-n-d


R-a-t-i-n-g


N-y-a

__ADS_1


T y p o- a n d-s a l a h-p e n u l i s a n-k a l i m a t, h a m p u r a!


T E R I M A K A S I H_-


__ADS_2