Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Berang Berang


__ADS_3

Happy Reading...


Tujuh🌟


Sesampainya di tempat tujuan. Rafka langsung mengambil alih koper milik Keyra dan dua paper bag berisi cemilan yang kemarin mereka beli, sementara Keyra sendiri hanya membawa tas selempangan dan menggenggam tas kecil milik Rafka.


“Rafka janji sama kalian, kalo Keyra bakalan seneng tiap perjalan ke Jogja, kalian pulang aja sekarang.” ujar Rafka mencium punggung tangan milik kedua wanita itu, di ikuti oleh Keyra.


Setelah mobil milik Rini melesat menjauh meninggalkan area sekolah. Rafka menarik tangan Keyra menuju lapangan.


Di lapangan yang luas, sudah banyak siswa-siswi yang berbaris menghadap kearah tiang bendera. Dimana beberapa guru berdiri disana dengan posisi tegap. Malam itu bintang tak nampak dan langit pun lebih gelap dari biasanya, mungkin sebentar lagi hujan akan turun.


"Selamat malam semua! Sebelum kita berangkat alangkah baik nya kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing, mulai!” Pak Andra —Guru olahraga itu membimbing muridnya untuk berdoa.


Setelah berdoa, Keyra kembali di tarik oleh Rafka untuk masuk kedalam bus yang sepertinya paling nyaman di antara bus lain nya. Tiba di tempat duduk paling belakang di deret sebelah kiri. Keyra hendak duduk di dekat jendela, namun tangan Rafka menarik kerah bajunya hingga Keyra termundur satu langkah kebelakang.


“Gue di deket jendela. Lo kalo ngantuk tinggal nyender di bahu gue, lebih empuk!” cowok berperawakan tinggi itu langsung duduk di ikuti Keyra.


“Dih najes! Modus bat lo, Af.” sungut Keyra, “betewe, temen lo pada di mana Af?” tanya Keyra. Pasalnya di bus itu sudah ramai kursi yang terisi kecuali 6 kursi deret kanan di samping nya yang masih kosong.


“Bentar lagi juga dateng. Biasa babu, datengnya paling akhir.” ujar Rafka memasang earphone ke telinga kanan nya, yang satunya lagi ia pasang di telinga kiri milik Keyra.


“Biasanya pahlawan yang datengnya akhiran, Etdah lo mah,” Keyra menikmati lagu yang Rafka putar berjudul ’Blue Bird ’


"Ini Ost Naruto, kan?” tanya Keyra yang di angguki oleh Rafka.


“Lah lo suka anime juga ternyata...” kata Keyra antusias.


“Lo wibu bukan?” tanya Rafka balik.


Keyra menggeleng, “gue aja nggak tau apa itu wibu,” kata nya polos.


“Dih, kudet bat lo, Ra.” maki Rafka pelan.


Keyra mendengus, “gue emang dari lahir kudet! Emang nya lo tau apa itu wibu, Af?”


“Kagak gan,” Kedua remaja itu tertawa. Sungguh Keyra dan Rafka patut di nobatkan sebagai pasangan receh.


E-eh pasangan?

__ADS_1


“Halah lo bedua, wibu aja kagak tau. Baru tau gue di jaman super modern ini ada couple sekudet kalian,” suara terdengar dari kursi depan mereka.


Keyra mengangkat bahu nya acuh. “Bodoamat. Kita nggak liat, nggak denger, lu bacot!” Rafka menyeru.


Lagi dan lagi, tawa Keyra terdengar. Astaga, gadis itu sepertinya perlu di bawa ke psikiater untuk menanyakan perihal kejiwaan nya.


Rafka mampu membuat sisi humor recehnya bangkit.


Bus lima menit lagi akan berangkat


Namun, teman-teman Rafka belum ada satupun yang nampak batang hidungnya.


Pak Andra —pembimbing di bus itu berbicara panjang lebar agar menjaga kesopanan saat sudah berada di tempat tujuan. "Baik. Apa sudah lengkap semua? Kenapa kursi belakang banyak yang kosong?” tanya Pak Andra.


“Rafka, dimana keberadaan gerombolan kamu?” sambung guru itu saat melihat kepala Rafka yang terlihat.


“Biasa pak, mereka lagi solat jenazah dulu.” Keyra mencubit perut Rafka. “lo kalo mau becanda, tau tempat dong!”


Bisik Keyra geram.


“Rafka, bisa kamu serius? Sebentar lagi semua bus berangkat. Kamu---”


“Berisik lo Ripan,” Ivan menyenggol bahu cowok itu dan duduk di deret sebelah kanan, tepat nya dua kursi di depan Rafka dan Keyra namun berderet kanan.


“Ivan Ariendra, Bisa sopan sama saya sebagai guru kamu?”


Ivan cengegesan di tempatnya, “ya maap pak, salah sendiri berdiri disitu yang gelap. Kagak keliatan lah!” diakhir kalimat ia melirihkan ucapannya.


Pandangan guru itu berubah menatap Friski. “Seingat saya, kamu Friski bukan?” tanya nya.


Friski menganggukan kepalanya antusias, “Iya pak. Saya Friski cogan terter! Lah si bapak kenal saya, jangan' jangan bapak salah satu pengemar rahasia saya, ya?” tanya Friski percaya diri.


Mata Pak Andra mendelik, “kamu tau bukan, jika study tour ini hanya di ikuti oleh siswa SMP? Mengapa kamu ada di sini?!”


“E-eh” Friski menggaruk tengkuknya salah tingkah. Ia melirik ke kanan dan kiri, ternyata dua kutub dan Rivan sudah duduk di kursi nomer dua dari belakang, mengikuti jejak Ivan.


Asem! Umpatnya.


“S-saya ikut aja ya pak? Udah dibayarin Ervin kok! Lagian, nggak etis banget saya udah keren gini malah di suruh balik.”

__ADS_1


Pak Andra menghela napasnya jengah. “Berhubung kamu paling tua di bus ini. Jadi nanti arahkan yang benar ya! Seperti yang kamu alami setahun yang lalu.”


“Lah? Bukan nya paling tua itu bapak? Eh, om supirnya yang paling tua! Bukan, bukan. Tapi mbak tour guide nya yang paling tua! Saya kan waktu di bus dulu tidur pak. Biang onar lagi,” ujarnya melirih di akhir kalimat nya.


“Sudah-sudah, sana kamu duduk! Habiskan waktu kalian untuk tidur, ya! soalnya nanti kalian pasti kecapaian di sana.”


Pak Andra mengibaskan tangan nya menyuruh Friski untuk duduk.


“Iya, pak!”


Friski langsung berlari menuju kursi Rafka dan Keyra.


Enak saja berduaan!


Friski sepertinya lupa dirinya berlari dimana. Suara larinya begitu menggema di lantai bus yang menyebabkan banyak yang meliriknya kesal.


“Oi! Lo jangan tidur di samping Kekey, Ris. Bisa-bisa di seruduk si Rafka,” seru Rivan yang duduk di samping Ivan. Cowok itu tengah asik mabar bersama Ervin dan juga Abian.


“Diem lo onta china! Mana bantal gue?”


Abian menoleh sekilas, “Dikoper. Awas lo di berantakin lagi,” ujar Abian.


“Dikipir. Iwis li di birintikin ligi,” sahut Friski menye-menye.


“Bacot dah lo Ki,“ timpal Ivan melempar bungkusan ciki yang kosong kearah Friski.


"Berisik njirt.”


"Woy berang-berang!” Friski hendak melempar bantal nya namun tatapan tajam Pak Andra yang masih berdiri di samping kursi paling depan membuatnya duduk tenang tak berdosa.


.


.


.


T y p o a n d s a l a h k a t a, h a m p u r a..


T e r i m a k a s i h

__ADS_1


1


__ADS_2