
Keyra mematut diri di cermin, setelah dirasa cukup, gadis itu menyambar sling bag nya lalu turun kebawah untuk menemui Rafka.
Saat sudah berada di lantai paling dasar mansion itu, Keyra langsung mendapati Rafka yang tengah terduduk santai di atas sofa dengan kaki menyilang.
Pemuda itu tersenyum mesem, netranya nampak berbinar melihat layar ponselnya.
“Af...”
Rafka mendongak, ia beranjak dari duduk nya dan menyambar lengan gadis itu.
“Ayo,” Keyra tersentak kala Rafka menarik lengannya. Membawa dirinya keluar dari mansion itu.
Di luar, berdiri dengan gagah sebuah motor sport berwarna hitam. “Si putih kemana Af?” Tanya Keyra dengan kening yang mengerut.
“Putih gue jual,” sahut Rafka beralibi, padahal motor kesayangan nya rusak karena di hancurkan oleh seseorang yang menurut nya iseng.
Mana ada iseng sampai segitunya ogeb!
Sebelum memakaikan Keyra helm, Rafka terlebih dahulu mengacak-acak rambut coklat milik Keyra. “Lets go Naura!”
“Harusnya gue yang bilang gitu, bangsul!” Gerutu Keyra dengan menaiki motor itu, tangan nya berada di bahu milik Rafka.
Rafka hanya terkekeh seraya melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
***
Keyra menarik ujung jaket denim milik Rafka, gadis itu antusias mendekati toko wig yang membuat Rafka heran.
“Ini lo ngapa ngajakin gue ke toko wig? Tadi tahi lalet palsu sama kacamata bulet, sekarang? Astaga apa yang ada di otak udang lo sih?” Rafka menahan lengan Keyra yang akan memasuki toko itu.
“Rencana gue tuh mau jadi nerd biar ada cogan yang naksir gue apa adanya.” Ujar Keyra menghalu.
__ADS_1
Rafka merotasi kan matanya malas, “depan lo cogan gini, ngapain nyari cowok yang jelas-jelas cuman ada di otak halu lo ini,” Rafka menyentil kening Keyra pelan.
Keyra mengibaskan tangannya di depan wajah Rafka, “percuma ganteng kalo ada yang punya, yhaaa!”
“Menurut gue, orang ganteng kalo punya orang itu biasa aja, kek komuk lo,” imbuh nya datar.
Jleb
Rafka mematung, membiarkan Keyra masuk kedalam toko itu, dirinya berdiri dengan bersandar, memegang area dadanya yang berdetak cepat.
Apa ini? Mengapa lagi dan lagi dirinya berdebar hanya karena ucapan dan tatapan gadis itu.
Sepertinya memang benar, Keyra mempunyai mantra yang mampu memikat dirinya dan juga teman-teman nya yang lain.
“Apa kelebihan seorang Naura? Dia kerempeng, komuk b aja, kagak ada plus-plus nya. Yhaaaa!” Beda kata mulut beda pula kata hati.
Keyra cantik dan Rafka akui,
Keyra menarik, berbeda dari cewek di luaran sana dan Rafka tak bisa mengelak lagi.
“Arghh apaan sih?” Rafka mengacak-acak rambutnya frustasi, dirinya tak terima dengan hatinya yang seolah bertolak belakang dengan otak nya.
Orang yang berlalu lalang banyak yang menatapnya menghiba, ada juga yang memandang nya kagum.
Mereka kira Rafka itu orang gila yang tersesat di dalam mall besar itu. Namun rambut nya yang acak-acakan malah menambah nilai plus pada wajahnya.
“Eum, Mas, boleh minta foto bareng?” Rafka terlonjak kala dua orang gadis remaja mengajaknya ber foto. Pemuda itu menaikan alisnya, “Situ ngomong sama gue?”
Kedua gadis itu serempak mengangguk semangat, “iya Mas! Boleh kan?”
“Boleh,” Rafka menarik sedikit ujung bibirnya saat satu orang gadis itu mengarahkan ponselnya.
__ADS_1
Menambah kesan cool bila baru sekali ini bertemu dengan seorang Rafka. “Makasih Mas, boleh minta nomer nya?”
“Bol--”
“Boleh kok,” seorang gadis yang baru saja datang langsung menyambar ponsel milik gadis yang memintai nomer Rafka dan mengetik sesuatu disana.
“Loh, udah selesai Ra?” Keyra mengabaikan pertanyaan dari Rafka. Setelah nya ia mengembalikan ponsel itu seraya tersenyum manis, namun di mata kedua gadis tadi, senyuman Keyra sangat mematikan.
“Udah ya, tunangan saya emang ganjen, jadi maklumin ya?!”
Kedua gadis itu merasakan bulu kuduknya berdiri, setelah memberikan senyum canggung, keduanya lalu berlalu.
“Udah punya cewek, punya tunangan, pun masih kurang ya Af?” Tanya Keyra santai.
“Hah gimana? Eh kok lo udah keluar? Emang nya udah selesai?” Rafka menggaruk tengkuknya salah tingkah.
“Lupain, emang nya beli wig harus lama? Kagak kan?” Keyra menautkan tangan nya.
Rafka bingung melihat Keyra yang sepertinya tak nyaman berada si depan toko wig itu. Pemuda itu menarik tangan kanan Keyra dan menautkan disela jarinya.
“Lo jealous ya?”
Tbc
.
.
.
Like rate n comen:v
__ADS_1