Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Akhir Dari Keyra


__ADS_3

Penyesalan terhebat ku adalah


ketika membiarkan orang ketiga masuk. Naura, tetaplah di sisiku. Tatap mataku. Lihatlah, betapa menyesalnya aku.


...🐤🐣🐥...


"Udah seminggu aku disini, Mah. Aku mau cepet-cepet pulang dan nikah sama Rafka!" Rengek Shahila ketika Ana berjalan kearahnya dengan menggendong bayi yang baru seminggu ia lahirkan.


Ana mendengkus sembari menyerahkan bayi tersebut pada Shahila untuk diberi asi. "Sabar dong! Anak kamu ini rewel terus." Gerutunya. "Mama juga mau nengokin anak Akhir dulu. Keyra melahirkan disini juga."


Walaupun ia tak menyukai Keyra, bukan berarti ia juga mengabaikan keberadaan wanita itu yang dia kira sedang mengandung calon cucunya. Ana akan berusaha semaksimal mungkin menekan egonya demi bertemu sang cucu.


Itu pikiran Ana. Dia bahkan sudah membeli semua kebutuhan bayi laki-laki dengan sangat antusias.


"Mama yakin itu anak Akhir bukan anak Rafka? Mah, aku yakin itu anak Rafka. Kalo bisa, kita bunuh bayi itu sebelum Rafka tau dia punya anak dari j@lang itu!"


Ana melotot tajam. "Heh! Seumur-umur anak Mama itu gak pernah bohong sama siapapun. Dan Mama yakin itu anak Akhir!" Mutlaknya tak mau diganggu gugat. "Mentang-mentang Mama yang bantuin kamu dapetin Rafka, bukan berarti kamu bisa seenaknya ngomong gitu ya!"


"Delapan tahun loh Mama rela nurunin harga diri Mama demi membantu kamu merayu Rafka dengan cara apapun. Tapi hasilnya selalu nihil." Decak Ana. "Setelah rencana kita berhasil, jadi ini balasan kamu ha?!"


Ana ingin marah-marah lagi pada Shahila, tapi suara dering ponsel miliknya membuat wanita tua itu mengurungkan niatnya


"Ya dengan siapa?"


"...."


"Apa? Suami saya kecelakaan?!"


".... "


"ANDA SIAPA SIH HAH? KENAPA RUMAH, MOBIL DAN PERUSAHAAN SUAMI SAYA, DISITA?!"


"..."


"P-po-polisi?"


Ana menutup mulut dengan kedua tangan hingga ponselnya terjun begitu saja ke lantai. "Gak, gak mungkin!!" Teriak Anak histeris memancing tangisan bayi laki-laki Shahila.


Sementara Rafka, ia memegang jantungnya yang berpacu kuat setelah mendengar semua obrolan didalam ruangan. Rafka kemudian memutar tumit dan bergegas menuju ruangannya sembari tersenyum paksa saat ada yang menyapanya.


"Anak siapa yang kamu kandung, Ra? Apa itu anakku? Sekarang aku bener-bener pengen kamu kembali ke sisi aku, Naura." gumam Rafka lirih.


Rafka tiba di ruangannya lalu menyender pada kursi sembari menatap langit-langit ruangannya nyalang. "Obat perangs*ng sial@n! Obsesi bayi anjing! Ana Shahila bangsatt! Rafka goblog lo emang tololl Raf!!" Umpat Rafka bertubi-tubi.

__ADS_1


Ruang bersalin VIP


Kontraksi hebat dialaminya. Keyra sedang berbaring lemah diatas bankar ruang bersalin VVIP ditemani Nana disampingnya. Nana menyuapi Keyra roti polos yang sengaja ia beli sebelum datang kerumah sakit. Keyra akan melakukan persalinan secara normal, jadi tentu saja ia butuh tenaga yang extra.


Nana meringis melihat Keyra yang meringkuk sedikit sembari memegang perutnya. "Kalo lagi gini rasanya sakit banget, Kakak butuh Bang Akhir." Ucap Nana.


Nana baru tiga bulan yang lalu melahirkan anak pertamanya dengan Rivan. Iya tahu betul perasaan yang Keyra rasakan saat ini.


Keyra membenarkan ucapan Nana. Memang rasanya sakit sekali, pelan-pelan Keyra memiringkan tubuhnya agar menghadap Nana. "Gue butuh Abang lo."


Nana mengangguk cepat, "Sebentar, Nana panggilin Bang Akhir dulu." Nana hendak beranjak, namun Keyra lebih dulu menahan lengannya.


"A-Afka, gue butuh dia."


Nana terperangah dan tak lama kemudian ia keluar dari ruangan itu. Diluar ruangan ada 3 Kakak tiri Keyra yang datang dengan pasangan masing-masing tengah menunggu di depan ruangan VVIP tersebut. Ada juga Akhir dan Ivan yang nampak sangat khawatir dengan keadaan manusia yang ada di dalam.


"Masih belum, Na?" Tanya Akhir cemas.


Nana menggeleng, ia tanpa kata berlari ke arah lift meninggalkan lantai 5. Berdiri didepan pintu berwarna fawn milik Rafka, Nana cepat-cepat masuk kedalam ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Disana, ia melihat Abang-nya sedang melamun menatap kearah jendela yang terbuka lebar. Rafka menoleh ke Nana saat mendengar bantingan yang cukup keras.


"Ngapain lo disini?" Rafka menaruh kacamatanya diatas meja sambil menatap adiknya yang nampak ngos-ngosan berjalan kearahnya.


Nana menghela nafasnya sebelum bergerak menarik tangan Rafka untuk segera menemui Keyra.


...🏹🦁🏹...


Rafka termangu melihat wajah sepucat kertas milik Keyra. Ia berjalan mendekati Keyra yang sedang tersenyum kearahnya. Ia senang bisa melihat wajah wanita yang dicintainya itu.


"Aku kangen kamu."


Biarin aku jadi murahan hari ini, Af. Aku pikir hanya ini kesempatan terakhir aku tersenyum ke kamu.


Rafka memandang Keyra intens. "Aku jadi gak yakin itu anak Akhir." Ucap Rafka tiba-tiba. Pandangan Rafka tertuju pada perut besar Keyra. Pria itu spontan mengelus perut Keyra yang mana membuat Keyra senang bukan main. Tubuhnya tetap lemas, Keyra rasa pembukanya sedikit lagi akan selesai. Dia akan segera melahirkan anak yang sudah sedari dulu ia tunggu-tunggu. Dengan ditemani Ayah sang jabang bayi disampingnya.


Ini pertama kalinya Keyra dan Rafka bertemu setelah kejadian meresahkan itu. "Kenapa gak yakin?" Keyra memejamkan matanya menikmati elusan tangan Rafka di perutnya.


"Kamu cinta sama aku. Dan disaat seperti ini malah aku yang masuk kesini, bukan Akhir."


Dalam diam Keyra tertawa miris. "Terus kemana aja kamu selama ini?"


"J-jadi bener ini anak aku?" Rafka memandang perut Keyra horor.

__ADS_1


"Maaf, persalinan akan dilakukan 2 menit lagi. Dimohon untuk suami pasien untuk menemani saat masa persalinan."


Suara dokter yang berdiri diambang pintu, membuat Keyra dan Rafka menoleh.


"Loh dokter Rafka? Anda sedang apa disini?" Dokter yang dulu memeriksa Keyra kini menatap bingung kearah Rafka yang berdiri disamping bankar Keyra. Ia mulai memeriksa keadaan Keyra dibantu beberapa suster. "Anda keluarga dari Ibu Keyra?"


Rafka mengangguk sopan. Walaupun rumah sakit ini milik keluarganya, tetap saja Dokter Airin ini merupakan senior yang mesti dihormati. "Saya mantan suaminya."


Sekilas dokter dan suster itu tersebut terkejut mendengar pengakuan Rafka. "Terus dimana suami Bu Keyra? Pembukaan hampir selesai, dok."


"Kasih aku kesempatan." Bisik Rafka ditelinga Keyra. Wanita itu membalas ‘iya' dengan lirih. Rafka memandang dokter Airin serius. "Saya yang akan menemani Keyra, dok." Rafka menggenggam tangan Keyra dengan erat seolah menyalurkan energi agar wanita itu tetap kuat.


Keyra membuka pahanya lebar saat dokter Airin menekuk lututnya. "Baiklah kita mulai sekarang."


Wanita itu mengangguk mengikuti intruksi dari dokter. Sekuat tenaga dirinya mengejan dan mencekal kuat pergelangan tangan Rafka kala ia merasakan rasa yang teramat sakit di area sensitif nya.


Gagal ginjal kronis,


Resiko kehamilan tinggi,


Dan...


Kematian.


Dan kini Keyra hanya bisa tersenyum mengingat perkataan dokter yang sedang membantunya melahirkan. Ekor matanya melirik Rafka yang mengusap rambut dan keningnya yang basah karena keringat.


"Take care of our children. I really love you, Afka."


Rafka meringis. "Maaf, maaf atas semuanya. I love you more, Ra. Kamu kuat, kamu pasti bisa lewatin ini semua. Aku mau kita kayak dulu lagi. Kita sama-sama merawat dan ngebesarin anak kita." Lagi, Keyra mendengar kalimat yang sama dari dua orang yang berbeda.


Afka, Akhir. Kalian saudara, walaupun bukan kandung. Semoga kedepannya kalian mau kolab ngerawat Milan.


Maaf Afka, kalo kamu emang menyesal. Balik kayak dulu lagi gak bikin semua seperti semula, Af. Kamu udah meruntuhkan rasa kepercayaan aku buat kamu. Aku juga gak ngejamin bisa bertahan.


Sembari mengejan, Keyra sekilas menoleh dan tersenyum pada Rafka. "T-terimakasih udah ada d-disini." Nafasnya memburu, Keyra terus mengejan hingga suara tangisan bayi pun mulai terdengar memenuhi seisi ruangan.


Entah mengapa, Rafka merasa lega dan hampa secara bersamaan. Pegangan ditangannya melemas, Rafka berucap hamdalah dan juga beristirja. "Alhamdulillah, dan.... Innalillahi wainnailaihi rojiun." Hatinya menangis kala ia mengecek denyut nadi Keyra dan tahu bahwa Keyra sudah meninggal dunia. "Dan akhirnya, kamu gak ngasih aku kesempatan kedua, Ra."


The Real End~


Maaf Afka, anda gak beruntung 🍀


apaan sih gaje|plak!

__ADS_1


minta sorry, ending yang tak mengenakan:v


Dih, karmanya gitu doang, gak seru. ngetik karmanya over, dikira drama. dahlah🐤


__ADS_2