
Keyra berdiri di depan rumah minimalis bercat abu-abu itu dengan tatapan menilai. Ia mengenggam tas selempang milik Rafka sembari menatap Rafka yang baru turun dari mobilnya.
"Rumah pemberian Bunda," ucap Rafka yang sepertinya tau isi pikiran Keyra. "Mulai sekarang, kita tinggal disini."
Keyra mengangguk mengerti. "Motor lo dimana?"
"Gue jual dan hasil tabungan gue cukup buat beli mobil."
Rafka lalu membuka bagasi mobilnya dan mulai mengeluarkan barang bawaan nya lalu masuk kedalam rumah. "Gaada pembantu, gue mau kita mandiri."
"Sans, gue bisa jadi babu lo." Ujar Keyra penuh yakin.
"Lo istri gue woi!" Rafka mulai meletakan dua koper besar miliknya didalam kamar utama.
Rumah minimalis itu hanya terdapat dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu dan dapur.
Keyra berlari kecil menghampiri pintu belakang untuk melihat-lihat rumah yang akan ditempatinya dengan Rafka. Gadis itu terkejut saat membuka pintu belakang. Dimana ada kolam renang berukuran minimalis dengan gazebo yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini berdiri. Udara dibelakang rumah sangat segar dan Keyra bisa melihat banyak pohon hijau yang berjejer dibelakang pagar.
"Ini mah rumah idaman gue banget, Af." Decak Keyra kagum lalu bergegas menuju kamarnya untuk membereskan semua pakaiannya.
Rafka duduk di tepi ranjang sambil mengamati Keyra yang cekatan memasukan semua baju kedalam lemari. "Kalo diperbesar mungkin lebih nyaman ya, Ra?"
Belum juga Keyra menjawab, Rafka lebih dulu kembali berucap. "Gue janji, kalo nanti udah kerja, kita renovasi rumah ini atau enggak ya cari rumah yang lebih gede!"
"Apaan sih? Cuman berdua doang. Ini rumah idaman gue anjirt, jangan digedein lagi gue gak suka. Sepi rasanya," terang Keyra jujur.
"Gak selamanya kita berdua, Ra. Anak-anak kita pasti butuh ruang yang lebih besar dari ini."
Anak? Keyra bersemu.
"Setelah kita lulus SMK, gue harap lo gak berpikir buat nunda kehamilan."
"Oh iya, lo mau kuliah?" Tanya Keyra mengalihkan pembicaraan.
Rafka mengangguk. "Tentu, gue bakal ambil jurusan kedokteran."
"Buset, SMK nya Otomotif, kuliahnya kedokteran. Waras lo Af?"
Rafka terkekeh sambil berjongkok disamping Keyra. "Lo mau kuliah?"
Keyra mengangguk antusias. "Mau, gue mau masuk ke jurusan Tata Boga," cengir Keyra lebar.
Rafka memutar matanya malas. "Lo lebih gak waras dari gue, Ra."
✅✅✅
✅✅✅
✅✅✅
★★★★
"Astaga kamu sekarang mau apa?"
Entah mengapa melihat wajah frustasi Andra membuat Alisa menangis kencang disusul Andra yang memeluknya dengan tergagap. "Kamu kenapa Lisa?"
"Gu--"
__ADS_1
"Aku!" Potong Andra cepat.
"A-aku mau bibimbap sama udang asam manis." Ujar Alisa. Entah mengapa nadanya berubah manis tak seperti biasanya.
"Yaudah aku pesen dulu." Andra hendak meraih ponselnya yang ada ditangan Alisa. "Sini dong."
Alisa langsung mendorong bahu Andra tak senang. "Jangan pegang hape kalo buat selingkuh!" Desis-nya tajam.
Kerutan didahi Andra semakin membuat Alisa berdecak. "Selingkuh apasih sayang?"
Alisa hanya diam sambil memberikan tatapan tajamnya pada Andra. "Jangan panggil sayang kalo kamu suka tebar pesona sana sini!"
"Hah?" Andra semakin tak mengerti dengan ucapan istrinya. Ia kemudian mengingat wajah masam Alisa saat keduanya sedang memeriksakan kandungan Alisa pada dokter wanita kenalan Andra.
Andra langsung terbahak sambil menarik gemas hidung mancung Alisa.
"Kamu kalo udah bosen sama aku jangan selingkuh pas kita masih nikah, jangan KDRT juga, sakit tau!"
"Bosen sama kamu? Hey cemburu gak gini juga sayang. Baru tiga hari kita nikah, masa aku selingkuh sih?"
"Aku gak cemburu!" Mata Alisa mendelik. "Oh jadi kalo nanti pernikahan kita udah lama, kamu bakal selingkuh gitu?"
Andra tak menjawab melainkan memeluk Alisa dengan sepenuh hati. Pria itu senang, sangat senang saat tau istrinya sudah menerima dirinya walau masih gengsi.
Trik jitu meluluhkan wanita sekeras batu seperti Alisa memang harus menggunakan cara brengsekk. Yaitu dengan mengambil paksa kehormatan wanita itu. Andra tau caranya salah, tapi apa daya? Dirinya bener-bener tersiksa saat tau pujaan hati-nya mencintai tunangan adik iparnya sendiri.
Jangan ditiru, Andra sesat!
★★★★★
Keyra merebahkan tubuhnya disamping Rafka, tak ada drama diantara keduanya yang saling berebutan untuk tidur diranjang atau disofa. Rafka mengelus kepala Keyra sambil berbisik. "Maafin gue, ok?"
Rafka meraih ponselnya yang berada diatas nakas. Dia kemudian menunjukkan room chatnya dengan Naya kepada Keyra. "Liat."
Naya
[Kita putus ya
maaf udah ngerepotin kamu selama tiga tahun ini
aku pindah sekolah, jadi gak bisa ketemu kamu lagi hehe😆
sehat-sehat ya sama Keyra,
cie nikah nih?
maaf karena udah jebak kalian, tapi itu menurut aku opsi terbaik buat kita semua]
^^^Tujuan lo apa bgst?^^^
^^^✅^^^
Centang satu abu-abu. Keyra memandang Rafka yang mengelus keningnya. "Gue di block," ucap Rafka akhinya.
"Kenapa Naya bisa lakuin itu? Emang udah berlalu, tapi gue gak sanggup liat tatapan kecewa Ayah, Papa, Bunda Reva sama Bunda Rini, Af.. Mereka bener-bener kecewa sama kita."
Rafka menarik Keyra kedalam pelukan-nya. "Ada gue, yakin mereka pasti bakal maafin kita."
Keduanya diam hingga Rafka kembali membuka obrolan. "Gue boleh kerja di bengkelnya Omnya Ripan?"
__ADS_1
"Boleh lah masa engga?" Keyra mengusap bahu Rafka. "Pas magang waktu itu lo dimana?"
"Perusahaan Ayah, tapi aku magang kayak yang lain kok."
"Pftt aku?" Keyra terbahak mendengar suara Rafka. Rafka yang gemas pun menggelitiki perut Keyra yang menjadi kelemahan istrinya itu. "Ahahaha anjer j-jangan digituin AFKA!" Bentak Keyra. Gadis itu yang tak kuat dengan kelakuan Rafka pun langsung menangkap kedua tangan besar pria itu.
"Gu-gue cinta sama lo, Naura." Bisik Rafka lirih ditelinga istrinya itu. Ia menelusup kan wajahnya tepat di ceruk leher Keyra. "Dulu, sekarang ataupun nanti."
Keyra membenamkan kepalanya di dada bidang milik Rafka. Ia salting, sumpah. Keyra paling benci jika dirinya sedang salah tingkah dan tak bisa mengendalikan ekpresi nya.
"Gue gak suka pembohong, Af."
Rafka memainkan rambut coklat Keyra sambil menggeleng pelan. "Gak bisa ya aku kamu, Ra?"
"Bisa, tapi gue belum terbiasa." Ujar Keyra.
Rafka mengangguk mengerti. Ia kemudian menyingkirkan rambut sebahu Keyra yang nampak menutupi wajah cantiknya. "Gue gak akan ambil hak gue sekarang, Ra. Lo tidur," ucap Rafka serak.
Keyra mengendus aroma tubuh Rafka sambil mengernyit. "Wangi banget, mandi pake sabun apa lo?"
"Etdah si goblog!" Umpat Rafka. "Lo mau bikin khilap gue hah?"
"Khilap juga gapapa kok, 'kan udah sah." Ucap Keyra enteng.
Keyra bukan gadis munafik yang tak menginginkan Rafka seutuhnya. Ia mencintai Rafka, tak salah kan dirinya menyerahkan keperawan@nya untuk orang yang dia cintai sekaligus suaminya? Waktu Rafka melecehkannya kan belum sah, jadi keyra berontak.
Katakan dia mesum, memang begitu kenyataannya.
Mesum dalam diam adalah jalan ninja Keyra.
"Akh sial gue baru tau lo gini, Ra." Rafka benar-benar tersiksa melihat wajah Keyra yang begitu mempesona malam ini.
Rafka langsung merangkum wajah Keyra dan mulai mencium seluruh wajah gadis itu. Dimulai dari Kening, kelopak mata, hidung, rahang dan yang terakhir bibir gadis itu.
"Lo teriak sampai gue budek pun gue gak bakal berhenti, Ra."
Keyra bergedik mendengarnya. Namun dengan pasrah menyerahkan sesuatu yang sudah dijaga nya pada Rafka, suaminya sendiri.
★★★★★
Garen terduduk lemas dirumah Naya dengan Ibu Naya di sampingnya. "Nak Garen, Ibu sudah menanyakan semua saudara Ibu diluar kota, tapi gaada satupun yang tau keberadaan Naya." Wanita tua itu menangis tersedu-sedu mengingat anaknya yang sering ia tinggal dirumah sendiri.
"Saya akan berusaha terus mencari keberadaan, Naya Bi." Ucap Garen menghela nafas kasar. "Saya permisi dulu."
Garen tiba di luar, ia memijit pelipisnya sambil mengingat wajah Naya yang tak nampak batang hidungnya.
"Kamu dimana, sweetheart? Kenapa jadi Keyra dan Rafka yang menikah sementara kamu menghilang?"
Bukannya kesepakatan dirinya dengan Naya sudah selesai? Lalu mengapa sekarang Garen nampak seperti tak rela setengah mati mengetahui kepergian seorang Naya?
TBC
Tandai typo n gaje
inget" aja mukanya
Clingg!| ngilang
__ADS_1