Keyra Naura

Keyra Naura
Monster Kecil


__ADS_3

"Dok ayolah cariin saya calon yang masuk ke kriteria saya," rengek seorang pria berumur 31 tahun pada seniornya di rumah sakit tempatnya bekerja. "Saya capek dijodohin mulu sama Ibu saya, mana ceweknya gatel lagi kaya ulet bulu."


Erosi Nauvaly, biasa disapa Ero itu tengah duduk di ruangan milik Rafka sembari berbincang ringan. "Kakak sepupu saya masa ikut-ikutan jadi mak comblang saya, mana katanya seumuran dia lagi." Ungkap Ero frustasi.


"Terima aja, mungkin dia jodoh anda." Balas Rafka tak acuh sembari menyesap kopi pahitnya.


Ero mendengkus, "Tapi dokter nanti temenin saya ya? Saya takut canggung bicara sama dia. Lagian kan sepertinya kalian seumuran."


"Oke," Rafka lalu memandang Erosi dengan tatapan mengusir. "Sana, pasien anda banyak, jangan ganggu istirahat saya dulu."


Pria itu mengangguk sopan sebelum kemudian keluar dari ruangan Rafka. Rafka mengetuk mejanya sembari mengingat jika anaknya tak mau lagi bertemu dengannya.


"Maaf Ra, aku gak bisa menuhin keinginan terakhir kamu. Milan, dia selalu mengingatkan aku tentang kamu. Tenang disana sama Bunda dan Papa Davin, Ra. Aku cinta sama kamu, always you, forever."


...🐥🐣🐤...


Keyra duduk di taman Sekolah Dasar Cita Bangsa dengan bersenandung. Milan baru beberapa bulan yang lalu masuk ke jenjang SD, dan dengan senang hati Keyra mengantar dan menunggu sampai Milan pulang sekolah.


Brugh!


"Papa gak sayang kamu!"


"Aku gak peduli!"


Brak!


"Dasar anak pungut! Mati aja kamu!"

__ADS_1


Prangg!


Mendengar keributan dari kelas Milan, Keyra langsung bangkit dan berjalan terburu-buru menuju kelas Milan. Ia mendapati kelas itu sudah ramai namun, matanya langsung berkaca-kaca memandang Milan yang tersungkur dengan beberapa luka di lutut dan wajahnya. Keyra langsung membawa Milan ke dekapannya dan memandang pelaku dengan tajam.


Tio melangkah mundur dengan bergedik ngeri menatap Keyra yang auranya sangat menyeramkan. Bahkan vas bunga yang dipegangnya sampai jatuh ke lantai hingga bunyi vas yang pecah menggema di ruangan itu.


"Guru mana?!"


Beberapa orang berseragam coklat yang baru datang langsung menunduk berkali-kali. "Maaf kami lalai dengan ini lagi."


'Lagi? Jadi Milan sering begini?'


Giginya bergemelatuk, pandangannya menyorot dingin pada para staf guru itu. "Saya mau anak ini dihukum setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat pada Milan, permisi!"


Keyra kemudian membawa tubuh lemah Milan keluar dari kelas itu yang ricuh. Tak dihiraukan saat pakainya berlumuran darah akibat luka Milan yang lumayan parah.


Tiba di rumah sakit, Keyra sekilas memandang nama rumah sakit itu, Kalandra Hospitals, milik keluarga mantan suaminya. Keyra mengangkat tubuh anaknya kemudian masuk kedalam rumah sakit sembari meminta pertolongan pada suster yang ada disana.


Keyra duduk didepan ruang IGD lalu jarinya bergerak lincah dilayar ponselnya, ia


menelfon Akhir dan di deringan kelima baru terangkat, Keyra menghela nafas panjang.


"Kenapa aku baru tahu kalo Milan sering dapet kejadian mengerikan di sekolahnya?" Tanya Keyra to the point.


Di seberang sana Akhir terdiam sejenak. "Maksud kamu?"


"M-milan, dia dipukul sama temen sekelasnya pake vas bunga. Kenapa kamu gak pernah bilang sama aku kalo Milan dibully?!"

__ADS_1


"Aku gak tau Key. Terus gimana keadaan Milan?" Nadanya terdengar sangat khawatir, Keyra jadi merasa bersalah karena sudah menuduh Akhir menutupi keadaan Milan saat disekolah.


"Gak baik. Kamu urus aja pekerjaan kamu, sorry ganggu."


Tut


Tangannya menggenggam ponselnya dengan erat. "Gimana bisa anak sekecil itu mukul Milan sampai segitunya?" Matanya memerah menahan amarah. "Bastard! Siapapun anak itu, dia gak bakal lolos dari tangan aku."


Anaknya sudah diusik dan artinya Keyra harus lebih extra menjaga dan memantau Milan. Dan, memberi pelajaran pada Moster Kecil yang sudah menyakiti anaknya.


Ingat? Keyra wanita pendendam yang akan membalas perlakuan orang-orang yang sudah berani menyakiti orang yang disayanginya.


Pintu ruangan IGD terbuka, dokter yang keluar membuat Keyra langsung berdiri dan memandang dokter muda itu tanpa ekspresi. "Gimana dok?"


"Lukanya sudah di bersihkan dan saya obati, Bu. Jadi pasien bisa pulang sekarang," ucapnya tersenyum menawan namun tak membuat Keyra tersepona. Keyra langsung masuk kedalam setelah mengucapkan terimakasih pada sang dokter.


"Cantik banget! Apa tadi adiknya ya?" Gumam Erosi sembari menatap punggung Keyra. "Dingin, dan gak kecentilan. Tipe perempuan idaman gue banget!"


TBC


KRISAAAAAN!


TERIMAKASIH, LIKE COMEN N FAVORITNYA,


bus3t cpslk aing jebol


tandai typo

__ADS_1


__ADS_2