
Berondong lewat:v
..._Ketika sebuah kenyamanan itu telah ada. Gak usah cari kenyamanan lain yang belum tentu ada_...
"Baru sadar, cincin yang aku kasih, kemana?"
Erosi meraih tangan Keyra sambil menatap Keyra kecewa. Namun senyum pria itu masih terpatri dibibirnya. "Wajar sih gak kamu pake. Baru sehari kita kenal, aku kek orang begok ngelamar kamu." Ucapnya sambil tertawa.
"Erosi." Panggil Keyra hingga Erosi melepaskan tangan wanita itu. "Bener kata kamu kalo kita baru kenal. Jadi lebih baik kalo kamu tarik lagi ucapan yang semalem."
"Aku nyari istri, Key."
"Cari yang cinta sama kamu, yang bisa buat kamu nyaman dan tentunya kenal kamu dari lama."
"Belum berjuang loh ini aku, Key. Udah disuruh mundur aja nih?" Keyra tertawa saat Erosi terbahak entah karena apa. Tawa pria itu menular padanya. "Entah kenapa, aku ngerasa nyaman sama kamu." Ucapnya menatap Keyra lamat-lamat.
"Aku gak suka berondong."
Erosi terbahak lagi. "Astaga jadi karena umur? Atau karena kamu masih jadi pasukan gamonan mantan?" Ujar Erosi yang terasa ambigu ditelinga Keyra.
"Hah maksudmu?"
"Masih cinta sama Bang Rafka, hm?" Godanya lalu matanya mengedar mengamati teras rumah Akhir yang sepi.
"Yakali aku cinta sama laki orang," ucap Keyra menatap manik legam milik Erosi.
"Mata gak bisa boong, Keyra sayang." Pria itu menepuk puncak kepala Keyra sambil tersenyum lebar. "Kalo kamu ada waktu dan mau nyeritain masalah kamu ke aku, aku selalu siap Key."
Keyra berdesis pelan kemudian mengangguk kaku. Sialan! Kenapa berondong didepannya ini bisa tahu tentang ke gamonan-nya sih? Pikir Keyra sedikit kesal.
"Aku pulang ya, Key. Awal bisa ngamuk liat aku disini, have a good day."
Setelah Erosi pulang tanpa masuk kedalam rumah Akhir, Keyra bergegas ke kamarnya dan ia langsung disuguhi seorang pria dewasa dan Milan yang sedang beradu tatap di atas ranjang.
Keyra mendengkus jengkel. "Milan sini, kamu udah sarapan?"
Milan yang mendengar suara Keyra langsung bangkit dan memeluk pinggang wanita itu. "Tante kemana aja? Milan kangen," rengek Milan hingga Keyra mengelus surai anaknya.
"Tante?" Keyra dan Milan spontan memandang Rafka yang mendekat. "Dia Mama kamu Milan, panggil Mama."
__ADS_1
Akhir yang baru masuk kedalam kamar Keyra, ikut berdecak kesal. "Ngapain lo nyelonong masuk ke kamar Keyra?" Tanya Akhir sembari berkacak pinggang memandang Rafka.
"Gue mau bawa Milan pulang, beserta Mama nya."
"Stop!!! Milan gak mau ikut Papa! Milan mau disini aja sama Daddy, Mommy, Tifa sama Tante." Seru Milan semakin memeluk Keyra erat.
Apa yang Keyra rasakan? Tentu lelah bukan main. Di gendongnya tubuh Milan lalu membawa bocah itu masuk kedalam kamar Tiffany yang berantakan. Keyra menurunkan Milan disamping Tiffany yang masih tertidur dengan posisi bar-bar.
"Tante jangan pergi lagi!" Tangan Keyra dicekal begitu ia akan keluar mengambil minum.
Keyra berbalik badan, kemudian bersimpuh menghadap Milan. Ia mengusap pelan sudut mata Milan yang berair. "Tante ga akan pergi lagi, kok. Kamu mau lanjut tidur atau gimana?"
"Milan mau tidur aja. Ngantuk nungguin Tante gak balik-balik. Milan boleh gak sekolah hari ini yahh?"
Keyra mengangguk kecil. Pelan-pelan ia menyelimuti Milan yang masih memandang wajahnya. "Kamu istirahat aja, mukanya masih jelek gini nanti temen-temen kamu pada takut."
"Tante! Milan gak jelek!"
Senyum Keyra mengembang. Wanita itu mengusap rambut Milan lalu keluar kamar menuju ruang tamu yang sudah ditempati Rafka dan Akhir.
"Mau apa lagi?"
"Kamu, aku mau kamu kembali ke aku, Ra," ucap Rafka. Netra coklat nya bertemu pandang dengan manik amber Keyra. Rafka bergumam pelan, "maafin aku Naura."
"Akhirat, gue mau perbaiki semua." Dengus Rafka lelah.
Akhir memandang Rafka prihatin. "Gini, kalo lo beneran serius sama Keyra, ceraikan Shahila! Gue gak akan rela Keyra dicap pelakor sama orang-orang awam diluaran sana!"
"Akhir!" Protes Keyra langsung.
"Udah gue proses dari tadi," balas Rafka membuat Keyra melotot dan Akhir tersenyum senang.
"Kenapa kalian berdua nganggep remeh soal perceraian sih? Kalian gak mikir apa dampaknya sama anak-anak yang terlibat?
Pas pembagian otak sama hati, aku yakin kalian berdua gak kebagian, kan? Iya kan anjing!"
"Naura!"
"Keyra!"
Keyra menutup mulutnya yang keceplosan mengumpat. Kepalanya celingukan kebelakang berharap anak kecil seperti Milan dan Tiffany tak mendengar suaranya tadi. Wanita itu langsung menghela nafas lega lalu memperbaiki posisi duduknya.
__ADS_1
"Key-- Mark nelfon aku nih. Katanya nomer kamu susah dihubungin," suara Awal yang berasal dari dapur membuat ketiganya langsung memandang wanita itu yang setengah berlari mendekati Keyra. "Dia mau ke Jakarta besok asikkk!"
Akhir memandang istrinya sinis. "Kamu selingkuh, siap-siap aja dah aku talak."
"Astaghfirullah berdosa kau Akhirat!"
Keyra tak menghiraukan Rafka yang memandangnya tajam apalagi perdebatan pagi antara Akhir dan Awal. Ia mulai menyapa Mark yang langsung menyerbu dirinya dengan rentetan kalimat. Keyra tersenyum tipis dan mulai membalasnya.
"Anak-anak diajak juga?"
"...."
"Nanti aku kenalin sama Milan, dia pasti seneng punya saudara lucu seperti Kannika sama Daniel."
"..."
"Cuman 2 hari yah? Gapapa sih, banyakin istirahat aja, anak-anak juga gak boleh terlalu kamu kekang buat belajar."
"..."
"Aksen Indonesia mu makin lancar, Mark. Aku bangga pernah jadi guru seorang dokter seperti kamu." Keyra menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga. Ekspresinya yang seperti itu membuat Rafka kesal setengah mati.
Pria itu meneguk salivanya kasar. 'Mark siapa sih anjing?!' Desis pria itu memutar ingatannya semalam saat Keyra beberapa kali menyebut nama 'Mark'.
Rafka bangkit kemudian keluar dari ruangan itu tanpa berkata apapun. Saat mobil pria itu terdengar bergerak meninggalkan area teras rumah, Keyra, Akhir serta Awal langsung terbahak melihat ekspresi Rafka yang kesal.
"Milih duda anak dua, laki beristri atau cowok perjaka, Key?" Keyra terkesiap mendengar bisikan Awal. Wanita itu tertawa lalu mengajak Akhir kekamar untuk membantu sang suami bersiap diri ke kantor.
"Kalo aku bisa milih, aku pilih Afka." Batinnya bermonolog. "Tapi aku gak bisa, Al!"
Keyra memutuskan sambungan telepon begitu Mark izin akan menemui pasiennya. Wanita itu tersenyum simpul, melihat kecemburuan yang nampak berkobar dimata Rafka.
"Boleh gak sih, aku bahagia liat seorang mantan cemburu?"
...TBC...
mls nulis
anju keyra enak bat dikelilingi papa gula, mana dokter semua lagi. HALU!
jalannya gini, enak klo keyra jadi sad woman:v
__ADS_1
kalo gk nymbung, typo n gaje, hmpura.
Favoritđź’™