
“Lo jealous ya?” Tanya Rafka jahil, kaki nya melangkah menuju restoran dengan masih mengandeng tangan Keyra yang otomatis mengikutinya.
“Iya,” balas Keyra singkat. Tangan kiri nya membawa dua paper bag berisi belanjaan nya tadi. Tak ada yang di beli gadis itu kecuali tahi lalat palsu, wig dan juga Kacamata bulat.
Sepertinya Keyra memang bersungguh-sungguh untuk mencari jodoh sejatinya di sekolah baru nya dengan memakai itu semua.
“Eh seriusan?”
“Iya Afka sayang,” ujar Keyra jengah.
Pipi hingga area daun telinga Rafka memerah, “jijik gue denger lo ngomong gituan, Ra.”
“Emang gue peduli?”
Tanpa sepengetahuan Rafka, Keyra memegang area kepalanya yang berdenyut, hanya di sisi kiri.
Terasa sakit, sebisa mungkin dirinya terlihat baik-baik saja di depan Rafka. Keyra pun bingung mengapa ia bisa mengidap penyakit cluster yang umumnya di derita oleh orang di usia dua puluh tahun ke atas.
Dia rajin meminum teh jahe, makanan yang mengandung magnesium yang disarankan dokter untuk mengobati penyakit cluster headache yang di deritanya.
Keduanya masuk kedalam salah satu restoran yang menyajikan beberapa menu dessert kesukaan Keyra. Setelah duduk di salah satu kursi yang kosong, Rafka memesan pesanan mereka.
“Besok gue kenalin deh sama Naya, Ra.”
Keyra mengernyit heran, “lo lupa? Naya temen maen kecil kita.”
“Lah si iya anjirr.”
“Pft bodoh!”
“Apa lo bilang?”
“B-o-d-o-h!”
Rafka sudah menangkup kedua pipi Keyra dan hendak mencubitnya, namun deheman seseorang menghentikan kegiatan keduanya.
__ADS_1
“Ehem, maaf saya ganggu, ini pesanan kalian, dan selamat menikmati nya!” Ujar waiters itu dengan nada menggoda, matanya mengedip ke arah Keyra yang menampilkan wajah polosnya.
“Iya makasih.”
“Itu matanya kenapa ngedip-ngedip? Mau saya tempelin jepitan biar kagak ngedip?”
Waiters tadi gelagapan, “maaf Mas, mata saya mungkin cacingan. Permisi,” ujar waiters itu pamit undur diri.
Keyra melirik Rafka sekilas, “hayoloh Mbak nya takut sama elo.”
“Dia genit, keknya lesbi.”
Pletakk!
“A-adaww!”
“Jangan nge-judge orang sembarangan!”
“Beneran, Ra! Dia di liat dari mana aja juga keliatan bat suka sama elo, dih!”
Raga?
“Lo juga naksir dia ya? Beneran lesbi anjjii-- Uhukk-uhuk!”
Keyra memberikan es jeruk nya kepada Rafka yang tersedak karena secara tiba-tiba dirinya menyuapi spaghetti kedalam mulut Rafka, supaya pemuda itu berhenti berbicara yang aneh-aneh.
Rafka menegak minuman pemberian
Keyra rakus, “uhuk masih kerasa nih anjiir! Lo kalo mau nyuapin gue yang romantis kek! Kek Naya nyuapin ke gue,” Keyra menatap tajam Rafka ketika pemuda itu menyebutkan nama ‘Naya’, gadis itu tak tau, mengapa ia menjadi sensitif mendengar nama teman kecilnya itu.
Rafka yang tak peka pun malah mengambil alih waffel ice cream milik Keyra dan memakannya. “Ra--”
“KAK QUEEN!”
Rafka terlonjak, sementara Keyra yang sudah tau keberadaan Raga hanya meringis malu ketika seluruh pengunjung restoran menatap ketiganya tajam, seolah terusik.
__ADS_1
Keyra mendudukkan Raga yang berdiri di sebelah meja nya dengan Rafka.
“Iya, Raga kesini sama siapa? Kok sendiri?”
“Sama Omah, itu dibelakang lagi ngejar Raga sama Kakak bacot!”
Mata Keyra membola, ia mengusap surai legam Raga lembut. “Raga jangan ngomong kasar, ya! Soalnya Raga kan anak baik, enggak kek--” ekor mata Keyra melirik Rafka seolah menyindir.
Namun Rafka tetap lah Rafka, pemuda itu tak akan peka. Rafka malah beranjak dari duduknya dan menghampiri dua orang wanita berbeda usia yang tadi di tunjuk oleh Raga.
“Omah udah kenal sama cucu Omah kan yang cantik ini?” Rafka membawa dua orang wanita tadi ke meja dimana dirinya dan Keyra duduk.
Blush!
Pipi Keyra memanas mendengar kalimat yang terlontar dari mulut manis Rafka, jarang-jarang kan Rafka memuji nya?
Mata wanita tua itu seolah menguliti Keyra, tatapannya tajam bahkan membuat senyuman tertahan milik Keyra berganti menjadi muram, manik matanya persis seperti Reva.
“Cucu? Cucu Omah cuman Raga sama Naya, memang nya dia siapa, Rafka?” Tanya Dinda sinis. Dia sepertinya akan kembali merecoki urusan rumah tangga anak nya lagi jika sudah begini.
“Naya? Bukannya Naya nggak punya Omah? Kok ini?” Keyra membatin heran.
.
.
.
Like, Fav n coment nya:v
.
.
.
__ADS_1