
...Pacaran kok virtual, situ gak laku ya?...
...-Ripan Tertampan-...
★
★
★
Enam bulan kemudian~
Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Naya. Bagaimana tidak? Hari ini merupakan hari jadinya SMK Andromeda. Dia dan Rafka akan duet diatas panggung saat puncak acara nanti malam. Acara tahun ini hanya dihadiri oleh Kepala Sekolah, pemilik Yayasan, para Staf Guru serta siswa-siswi kelas 10 dan 11.
Karena siswa-siswi kelas 12 masih mengikuti kegiatan wajib atau biasa disebut prakerin selama enam bulan.
Naya berkeliling mencari keberadaan sang kekasih sambil terus menggerutu.
“Kemana sih? Ya Allah punya pacar kayak Rafka kenapa gini amat,” Naya berlari kecil sampai tak sengaja bahunya menabrak seorang pemuda yang mengenakan rompi khas anak OSIS.
“Eh Alrik, kamu gapapa?”
Alrik tersenyum, ia menyenggol lengan Naya. Modus. “Awalnya sih sakit, tapi pas liat muka kamu, jadi ilang sakitnya.”
Plak
Alrik mengaduh begitu Naya memukul lengannya sedikit bar-bar, “Bisa aja kamu tuh.” Ucapnya tersenyum malu. “Oh iya kamu lihat Rafka gak?”
Yang tadinya ceria, sekarang berubah mendung. Alrik memandang Naya dengan pandangan terluka.
“Gak tau, mungkin lagi selingkuh sama si Kekey Kekey itu,” balasnya sedikit sewot. “Kemarin aja aku lihat Keyra gatel banget pake peluk-peluk pinggang pacar kamu,” ungkap Alrik memanasi.
Dan tentu saja Naya terpancing.
“Sekarang juga kita harus cari Rafka!” Naya menarik tangan Alrik meninggalkan koridor jurusan Teknik Kendaraan Ringan.
Sekedar informasi, Alrik ini menyukai Naya semenjak Masa Orientasi Siswa.
Ia dan Naya sama-sama masuk ke eskul OSIS dan paskibra dan sudah sangat akrab. Naya selalu berbagi keluh kesah pada Alrik tentang Rafka yang lebih mementingkan Keyra yang notabene hanyalah seorang teman.
Tentunya mendengar itu Alrik jadi punya dendam tersendiri pada Rafka dan Keyra. Tapi kebencian nya pada Keyra lebih mendominasi karena setiap ia dan Keyra berpapasan, Keyra selalu meninju perutnya hingga membuat ia kesakitan. Tinjuan Keyra tak main-main saat ia menghina gadis itu ‘pelakor, anak haram dan cewek gak bener.’
Iya sih salah Alrik sendiri yang memancing kemarahan keyra, tapi kan ia hanya penasaran.
Alrik memang ganteng, tapi mulutnya seperti perempuan, bawel dan suka julid didepan Keyra. Dan Keyra sudah menandai Alrik sebagai musuh lelaki pertamanya di Andromeda.
Sementara dikantin.
Keyra sendiri sedang duduk santai dikantin bersama Akhir dan Rivan. Hanya mereka bertiga yang nampak menganggur, sementara teman-temannya yang lain ditunjuk oleh Ketua OSIS untuk ikut memeriahkan acara yang hanya dilakukan setahun sekali itu.
Awalnya Rafka, Riza, Ivan serta Friski menolak karena merasa tak ada gunanya mereka mengikuti itu semua. Namun hadiah menarik yang Belva -- pacar Friski sekaligus ketua OSIS tawarkan sungguh menggoda.
Jika acara nanti sore hingga malam berjalan lancar, dan ke-empatnya mau ikut memeriahkan acara, mereka akan di bebaskan dari hukuman selama sebulan penuh. Dan Belva akan mentraktir mereka makan sepuasnya di kafe hipster.
Siapa yang tak suka gratisan? Apalagi mereka diistimewakan. Walaupun mereka sungguh tak yakin jika akan terus lolos dari hukuman para Guru disekolah.
Tapi, menguras habis tabungan Belva yang mentraktir mereka bukannya bagus? Friski sebagai kekasih Ketua OSIS itupun setuju dengan ide yang Rafka, Ivan dan Riza lontarkan minggu lalu.
Biadab memang.
Terus dimana keberadaan dua beku?
__ADS_1
Setelah bel istirahat berbunyi, Ervin dan Bian langsung pergi ke markas Traavo, keduanya memilih untuk membolos. Mereka benar-benar mager jika harus mengikuti kegiatan di Andromeda yang menurut keduanya sangat menguras waktu dan tenaga.
‘Untuk Rafka Putra Kalandra dan Ivan Ariendra ditunggu di ruang OSIS sekarang juga!”
Suara yang terdengar dari speaker yang berada di pojok dekat pintu kantin membuat Keyra, Rivan dan Akhir saling pandang.
`Sekali lagi untuk Rafka Putra Kalandra dan Ivan Ariendra ditunggu di ruang OSIS sekarang juga!'
“Berisik banget anjirt,” ujar rivan.
Akhir terkekeh sambil menepuk puncak kepala Keyra. “Mereka buat ulah lagi deh, masih kelas sepuluh aja bengal banget.”
“Gak heran gue mah. Kalo mereka gak buat ulah, harus cek ke dokter, mungkin otaknya geser."
Rivan dan Akhir terkekeh.
“Lo berdua juga, ya. Gue nyindir kalian dahal,” tambah Keyra santai.
“Tau kok, by the way lo nanti mau dateng ke pesta menye-menye disini? Pake topeng pake baju item sama putih kek mau ngelayat.” Ujar Akhir memandang Keyra lama.
“Dateng, mau liat apa yang bakal para biang onar lakuin pas nanti," ucap Keyra. “Hooh, mana acara nya malem lagi, yang bikin konsepnya goblog yak?”
Akhir tertawa, mengacak rambut Keyra gemas.
Rivan menaikan alisnya sambil tersenyum aneh. “Yakin nih? Bisa panas loh liat Rafka curut nyanyi bareng Naya, lo siap?”
Keyra menggedikkan bahunya acuh, “Gak akan panas!”
Tiba-tiba seorang gadis bertubuh tinggi berdiri disamping kursi Rivan yang sedang minum es lemon tea-nya.
“My King!!”
“Sapa sih lu maen nyosor aja njirr,” Rivan bergeser mendekati keyra untuk berlindung dari perempuan agresif bernama Gemini itu. Ia mengibaskan tangannya menyuruh Gemini untuk pergi.
Namun bukannya pergi, Gemini malah melayangkan tatapan tajamnya pada Keyra yang berada di tengah-tengah antara Rivan dan Akhir. “ih My King, masa gak inget aku?!
“Gak, makanya gue nanya tulul!”
Gemini menampilkan pupy eyes-nya sambil berusaha menggapai lengan Rivan yang semakin menempel pada Keyra. “Kita kan pacaran di FB, udah lima bulan malah. Padahal kamu yang minta aku pindah ke Andromeda, masa kamu gak akuin aku sih!”
Rivan mendelik. Ia bukan cowok murahan ya yang mau berpacaran online. Emang Gemini pikir Rivan ini cowok tak laku apa sampai harus berpacaran online? Huh Rivan merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Gemini.
“Heh maen FB aja gue kagak! Seenak jidat aja lo bilang kita ini pacaran. Najis,” sentak Rivan sewot.
Agni, teman Gemini menarik tangan gadis itu agar tak melakukan hal aneh-aneh. “Udalah Mini, kamu mungkin salah orang.” Ucap Agni lembut. “Sekarang kita ke kelas.”
Jika Gemini merupakan gadis bar-bar dan tak tau malu. Lain lagi dengan Agni si anak kelas sebelas yang sangat sopan dan ramah pada siapapun. Suaranya yang lembut pun mampu memikat hati banyak pemuda yang pernah bercengkrama dengannya.
Gemini menatap Agni tak suka. “Enggak bisa Agni, aku gak mungkin salah orang! Kamu kan tau aku rela pindah ke sini cuman karena ada Rivan My King, kamu diem aja!” Tukas Gemini tajam.
Gemini meraih ponselnya sambil menunjukkan akun sosial media-nya pada Rivan, cowok itu pun melihatnya.
“Ini FB lu? Buset di foto bening, aslinya membanggongkan hahaha," Rivan tertawa ngakak sambil memukul kepala Keyra. Akhir tentu saja tak terima dan balas memukul kepala Rivan lebih kejam.
“Gak Keyra juga yang lo pukul, monyet!”
Rivan mengusap kepalanya sambil cengengesan. “Duh duh maapin A'a Ripan ya Neng Kekey?"
Keyra mengangkat kepalan tangannya tepat diwajah Rivan, membuat cowok itu bergidik lalu disusul cengiran lebar khasnya.
Gemini menatap Akhir berbinar.
__ADS_1
“Kamu ganteng. Tapi sayang aku minatnya sama My Rivan,” Gemini menyeletuk sambil tersenyum lebar yang mana membuat orang disitu bergidik ngeri.
“Gigi lu item kek pocong depan rumah gue njirr,” Rivan lama-lama muak dengan keberadaan Gemini yang entah datang dari mana. “Lo ganggu kita makan sat!”
Agni kembali menarik tangan Gemini dan berbisik pada gadis itu. “Imut-imut gitu Rivan kalo udah diganggu serem, Mini. Ayo cabut!”
“Bentar!” Kesal Gemini, ia menatap Rivan lagi. “Kamu pacar aku di virtual ataupun di real life, gak mau tau!"
Brak!
Gebrakan meja sukses membuat penghuni kantin semakin memperhatikan meja Keyra dkk. Mereka menatap Gemini yang shock sambil memegang dadanya dramatis.
“Lo punya kuping kan?” Gemini mengangguk. “Temen lu aja yang jadian ama gue, cantik bening, gak kayak lo.” Sinis nya terlanjur dongkol.
“Pftt buahaha anjirt,” Gemini melirik Keyra dan Akhir yang tertawa lepas. Bahkan Keyra sampai tersedak hingga membuat Akhir yang sigap pun menepuk-nepuk punggung Keyra serta menyodorkan minumannya pada Keyra.
Setelah meneguk minuman Akhir hingga sisa setengah, Keyra melirik Akhir prihatin.
“Gak nyangka gue Pan, lo selingkuhin Akhir lewat virtual.” Keyra balik menepuk punggung Akhir seolah menyemangati. “Sabar ya Akhirat, mungkin Ripan bukan jodoh lo.”
Mata Rivan, Akhir, Gemini serta Agni membola mendengarnya.
“Hah? Rivan kamu gay? Huaa Mama aku
diselingkuhin calon suami aku huaaa,” Gemini berniat mencakar wajah Akhir. Namun saat melihat wajah Akhir yang sedikit sangar, mampu membuat ia takut. Gemini memilih berbalik badan dan pergi dari kantin bersama Agni.
Banyak yang menatapnya dengan tatapan sinis dan mencemooh kan. Gemini sama sekali tak menggubris, malah Agni yang merasa malu ketika mengingat kelakuan temannya.
Mungkin urat malu Gemini sudah putus.
“Gapapa lah dibilang gay, yang penting itu cewek gila gak ngerusuh disini. Udah bad looking, bad voice juga lagi, ngerusak mood aja.” Ucap Rivan malas.
Keyra menoyor jidat Rivan. "Gak boleh gitu, Pan. gitu-gitu juga dia pacar online lo.”
Akhir tertawa, “Si Ripan ditolak Alisa, eh pelampiasan nya ke virtual bhaks gue ngakak anjing.”
“Gue gak maen FB Kekey, Akhirat. Kalian jangan nistain gue gitu lah. Mungkin itu cewek gila yang ngepens sama gue. Najis kali pacaran virtual, cewek di sini banyak njirt.”
Rivan menekuk wajahnya kesal. Gara-gara gadis bernama Gemini itu, ia dijadikan bahan ledekan kedua temannya. Untungnya Rafka serta temannya yang lain tak berada di tempat yang sama dengannya. Jika ada Rafka, ia jamin hidupnya tak akan tenang karena dijadikan objek bacotan teman-temannya.
Kalo ceweknya cantik sih mending, lah ini? Udah burik, berisik lagi.
Rivan kan nyari yang gudluking, kek Alisa contohnya.
Ahh Rivan jadi merindukan sosok Alisa yang judes padanya, sudah lima bulan semenjak Alisa prakerin, ia tak bisa melihat wajah galak nan menggemaskan milik Alisa lagi.
Akhir menopang dagunya sambil melirik kedua temannya itu. “Setuju nanti malem bikin Andromeda heboh?”
Keyra dan Rivan saling pandang. “Agree dude!”
TBC
Tandai Typo
Like favorit n comen ya beib:™ ngalay| plak!
btw sorry kalo ketikannya menyinggung, cuman itu w bener" ngetik berdasarkan omongan tmn cwok aing, kasar kan:v
HIATUS, tugas w bejibun.
See you!
__ADS_1