Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Tua


__ADS_3

.


.


Happy Reading....


Sabtu, 18:45 WIB


Berhubung besok hari minggu, keyra meminta izin untuk menginap di rumah nya yang dulu. Davin jelas menolak itu, dan Keyra meminta bantuan Reva untuk membujuk Papanya agar mengizinkan dirinya.


Setelah mendapat izin dari Papa nya, disini lah Keyra sekarang, berdiri di depan gerbang berwarna putih gading dengan membawa sebuah ransel di


pundaknya.


Dari sini dapat keyra lihat bahwa rumahnya sangat sepi. Indira serta Andri yang merupakan pemilik rumah memang tak pernah merekrut orang untuk dijadikan sebagai asisten rumah tangga dan juga satpam di rumah itu.


Keyra melirik mobil yang terparkir di teras sambil mengangkat bahu.


Paling temennya Bang Garen.


Saat sudah di depan pintu, Keyra mengetuk pintu beberapa kali hingga seorang pria yang sudah lama ia rindukan muncul dibalik pintu. Keyra langsung memeluk tubuh Garen kuat. “Keyra kangen Abanggg!"


Sat kena milik gue..


Langsung berdiri anjim..


Garen mengerang pelan hingga pelukan Keyra terlepas. “Lo jahat Bang gak jenguk gue.”


“Kita masuk dulu, Abang jelasin di dalem.”


Pria itu mengusap kepala adiknya sayang, lalu membawa Keyra kedalam rumah yang sekarang hanya di huni oleh Garen dan Alisa.


Garen mendudukan Keyra di samping Andra, ia lalu pamit untuk kedapur.


“Ternyata Pak Andra yang disini.” Keyra mencium punggung tangan guru SMP nya itu sopan.


“Jangan panggil 'Pak’ lah, gue gak setua itu Keyra.”


Keyra tertawa, lalu mengangguk. “Gimana pendekatan lo sama Alisa, Bang? Lancar ‘kan?"


Andra langsung tersipu di depan mantan anak didiknya itu, namun semenit kemudian wajahnya berubah datar. “Di deketin aja selalu ngejauh dia, Key. Mau gue sih langsung nikahin Alisa pas dia lulus SMA. Tapi ya gimana ya, Kakak lo itu keknya anti sama cowok ganteng.”


Keyra lagi lagi tertawa, tapi kali ini lebih lepas dari sebelumnya. “Pede banget lo, Bang.”


“Bicara kenyataan."


“Gue seriusan mau nikahin Kakak lo itu Key, Ibu juga selalu ngenalin cewek ke gue buat dijodohin, padahal umur gue masih 26. Dari pada disuruh nikah sama orang yang jelas gak gue kenal, mending sama Alisa aja.”


“Emang Lisa mau sama lo?”


“Harus mau!” Ujarnya dengan mata berkilat. "Tipe kakak lo itu kek gimana?"


“Lo inget Afka yang biasa ngerusuh di SMP?” Tanya Keyra tiba-tiba.


“Afka? Rafka Kalandara? Yang tinggal di samping rumah ini?”


Keyra mengangguk mengiyakan, “menurut lo dia ganteng kagak?"


Andra diam, dahinya berkerut, ia mengingat kembali wajah seorang Rafka yang dahulu suka sekali mencari masalah di SMP Bina Abadi. “Dia burik, pecicilan, gaada otak, itu menurut gue.”


“BHAKS,” Keyra memegang perutnya yang terasa sakit. Entah mengapa, mendengar ada orang yang menistakan tunangannya itu, membuat dirinya senang tanpa sebab.

__ADS_1


“Gue ‘kan nanya tipe Alisa, kenapa jadi bahas Rafka?"


“Lo harus jadi cowok yang burik, petakilan sama gaada otak buat ngeggaet si Lisa, dijamin dia langsung mau!”


“Hah gimana-gimana?” Andra belum sadar juga, ia menggaruk tengkuknya sembari mengerjap bingung.


“Lisa naksir Afka.”


“NANI?!”


“Dari umur Lisa masih 12 tahun.”


“WHAT THE FU*CK.”


Ekspresi terkejut Andra jelas mengundang gelak tawa dari Keyra.


Garen yang baru kembali dari arah dapur kini menatap adik kesayangannya, “Lepas banget, Dek. Ini diminum.” Ia meletakan gelas berisi susu putih yang dicampur es batu dimeja. “Abang tau kalo kamu haus.” Garen kemudian duduk disamping Andra sambil mengamati wajah Keyra yang sudah seminggu ini ia rindukan.


“Gue yang dari tadi duduk di sini gak lu buatin apa-apa anjirrr, dasar Kakak ipar laknat,” protes Andra.


“Heh lo aja kesini gaada kepentingan sama sekali," Garen menggeplak kepala sahabatnya itu keras. “Tujuan lo cuman ngapelin Lisa ‘kan? Dia gaada, lagi maen sama temen-temennya.”


Bibir Andra mencebik, Garen ini tahu saja jika ia kesini hanya ingin bertemu pujaan hatinya. “Gue disini mau nginep dirumah lo Gula Aren! Sekalian PDKT gitu.”


“Ok,” Garen menjeda kalimat nya. “Tapi lo jemput Lisa dulu, dia sekarang di kafe Serila, lima menit nyampe lah.”


Andra tanpa protes pun bangkit dari posisi duduknya dan langsung melesat ke pintu —meninggalkan Keyra dan Garen.


“Sini,” Garen menepuk-nepuk sampingnya yang kosong. “Udah PW disini Bang,” tolak Keyra halus.


Garen memilih mendekat dan mendudukan diri di samping Keyra.


“Duuh ngambek si kecil,” Garen mencubit hidung adiknya gemas. “Abang gak ke mana-mana kok, dirumah aja jagain Lisa. Mama sama Papa udah titipin Lisa ke Abang.”


“Untuk masalah Abang yang gak pernah jenguk kamu, sebenarnya Abang kangen banget pengen ketemu sama adik kecil Abang yang jutek ini,” lagi dan lagi Garen mencubit hidung Keyra gemas. "Tapi gak enak aja sama keluarga baru kamu.”


Gak enak?


“Abang kira kamu bakalan sekolah di Andromeda jadinya kita bisa ketemu disana, tapi ternyata enggak. Padahal disana kan ada Rafka cowok kamu.”


Keyra mengerutkan dahinya heran, lantas ia memukul lengan Abangnya kuat. “Afka cuman temen bukan cowok gue.”


“Tunangan juga kalo kamu lupa,” ralat Garen.


Bentar lagi juga kandas...


Keyra memutar otak untuk mengalihkan pembicaraan.


“Lo gak niat nyewa ART buat beresin ini rumah?” Mata Keyra mengedar ke seisi ruangan, tak sebersih dulu waktu ia tinggal di rumah itu.


Garen menggeleng, “gak.. Abang mau nya Lisa yang bersihin. Dia bentar lagi nikah, masa iya kelakuan-nya kekanakan terus? Wanita itu harus bisa masak, beres-beres rumah sama melayani suami. Dia harus dikerasin biar gak manja lagi.”


“Eh tapi malah kelayapan tiap ari dan gak ngedengerin omongan Abang, kudu siapa lagi yang nasehatin Lisa sih?”


“Minta tolong Afka aja Bang, dijamin Lisa nurut.”


“Rafka terus kamu tuh,” disentil nya kening Keyra pelan.


Terkekeh pelan, Keyra kembali bersua. “Bentar-bentar, nikah? Sama Bang Andra?”


Garen mengangguk, “iya. Banyak sih yang suka sama Lisa, tapi Abang lebih percaya sama Andra. Walaupun otaknya rada sengklek, tapi sikapnya dewasa dan keknya gak main-main sama Kakak jahanam kamu itu.”

__ADS_1


“Kakak gue? Adik lo kali!"


Garen mengelus rambut coklat Keyra, “gak mau kalah banget sih kamu Dek.”


Pintu utama yang tadinya tertutup, kini terbuka dengan keras. “BANG GAREN!”


“Apaan sih teriak-teriak?” Kesal Garen tanpa melirik kearah Alisa yang sudah berkacak pinggang sembari menatap Garen tajam.


“KENAPA HARUS DIA YANG JEMPUT GUE?" Teriak nya lagi.


“Gak malu lo sama Afka yang denger teriakan gak estetik lo itu?” Keyra memutar matanya jengah.


“DIEM--”


“Hah Rafka?” Alisa membeo, suaranya mulai melembut disusul tangannya yang menunjuk wajah Andra kesal. “Akhhh gara-gara elo, gue jadi teriak gak jelas gini!”


Andra hanya menggeleng kan kepala sambil duduk di samping Garen, ia mengamati wajah Alisa yang menurutnya sangat menggemaskan saat marah.


“Dih sarap,”


“Apa lo bilang?!” Suara Lisa mulai naik satu oktaf. Ia menggeram kesal begitu menyadari adik tirinya berada ditempat yang sama dengan-nya. “Lo juga ngapain disini? Mau caper lo sama cowok gue?”


“Lo sarap,” balas Keyra santai. “Cowok lo saha Neng? Bang Andra?"


“Adik gak tau di untung!” Lirikan sinis Alisa layangkan pada Keyra. “Rafka lah masa Pak tua ini.”


Emakk mengejleb!


Garen tertawa sembari menepuk punggung temannya itu. “Sabar gan, salah sendiri naksir adik gue yang sukanya sama bocah, auto dikatain tua haha.”


“Sejak kapan lo ngakuin gue adek heh?” Alisa membatu, benar juga. Sejak kapan ia mengakui jika Keyra adalah adiknya?


“Dan lagi, kalo lo lupa, Afka itu pacar Naya sekaligus tunangan gue!” Tekannya di akhir kalimat.


“Gue ke kamar dulu, gak ikut makan malam karena tadi udah kenyang.” Keyra mulai menaiki anak tangga menuju kamarnya berada. Sebelum benar-benar menghilang, ia melirik Alisa dan kembali berucap. “Umur lo udah 18 tahun, jangan jadi kek bocah yang kerjaannya ngerepotin orang terus!”


“Gue akui lo tuh cantik, banget malahan. Jadi inget ya, cowok ganteng diluaran sana banyak, gak usah coba-coba jadi pelakor!”


Alisa mematung, Garen terkekeh dan Andra tersenyum geli.


“Duh adik gue makin lama makin pedes amat kalo ngomong,” Garen tertawa cekikikan, sedangkan Alisa hanya diam dengan tangan terkepal erat.


Next?


Cast yang tua dulu:v


Alisa Seftiani Herlambang {18 otw 19, koit nya sebentar lagi epribadeh:v}



Garen Shane Herlambang {26 tahun Kevandra {26 tahun}Jangan tanya kenapa Keyra gaada marga, tentu saja ulah Om Andri 💸Like comen n Favoritnya akak:v



Kevandra {26 tahun}



Jangan tanya kenapa Keyra gaada marga, tentu saja ulah Om Andri 💸


Like comen n Favoritnya akak:v

__ADS_1


__ADS_2