
“Woaaahhhhh,”
“AMBYAR LISA PUJAAN GUE NAKSIR BOCAH ANJING!”
“Woy Kak Lisa mau nembak cogan tkr njirr!”
“Berita terhott nih ada kakel cantik nembak adkel cogan, masukin ke forum SMK!”
Jam pulang sekolah sudah terlewati lima menit yang lalu, Keyra yang berjalan ber-iringan dengan Riza, menatap cowok itu penasaran, “ada apa?”
“Oh, itu si Lisa nembak Rafka babi di lapangan,” jawab Riza santai. Matanya masih sibuk mengamati wajah gadis yang termenung di sampingnya.
Cantik.
“Temen kamu ‘kan? Enggak mau liat dulu?” Tanya Keyra, sebenernya ia disini sangat penasaran dengan Alisa, apa perempuan itu tak berpikir dua kali untuk menyatakan perasaan nya kepada Rafka?
Secara, jelas saja jika Rafka itu tunangan adik nya, dan juga sudah mempunyai kekasih.
“Ngapain dah? Mending gue nganter lo aja, dimana rumah lo?”
“Ih bentar kita lihat mereka dulu, penasaran aku!”
Riza mencolek dagu Keyra gemas, matanya mengerling nakal. “Tapi abis itu, gue nembak lo ya? Dan harus di terima!”
Serah yang penting gue nggak sendiri di lapangan!
Riza meraih pergelangan tangan Keyra dan membawanya menuju lapangan. Disana, sangat lah ramai, Keyra melihat Rafka yang di tarik tangan nya oleh Alisa menuju ke tengah lapangan. Gadis itu meringis kala mata nya menangkap Naya yang juga berada di sana, tepatnya berada di depan Riza, memandang keduanya pasrah.
“Andai Kak Alisa bukan kakak kelas, udah aku potong rambut legend nya,” gerutunya pelan.
Keyra menahan tawanya mendengar gerutuan Naya, ternyata gadis itu tak berubah, pikirnya.
Seseorang menusuk pipi kiri nya dengan telunjuk nya, Keyra menoleh,
“Key, lo jangan jadi kek Alisa, ok?! Gue suka geli liat cewek ngejar-ngejar cowok.”
Di kejar pun, gue males!
__ADS_1
“Kalo aku gitu terus ngejar-ngejar kamu gimana?”
“Kalo itu beda lagi ceritanya,”
Keyra memilih diam, ia bingung harus merespon perkataan Riza dengan apa. Kedua nya kembali menatap dua orang yang saat ini tengah menjadi pusat perhatian.
Buset komuk Afka kok bisa datar ya? Dia belajar dari Rey ma Bian kah?
“Rafka, mau enggak jadi pacar aku?” Ujar Alisa dengan menatap Rafka malu-malu.
“Mauuuu!” Bukan Rafka yang menjawab, melainkan Rivan dan juga penggemar Alisa yang lain.
“Noh temen gue mau sama lo, gue pegi dah.”
Alisa menahan langkah Rafka dengan mencekal lengan nya, “Tapi aku mau nya kamu, please terima aku! Demi ngungkapin perasaan ini, aku rela ngilangin ego aku dan itu buat kamu!”
“Emang nya gue peduli?” Rafka berujar dengan menunjuk dirinya sendiri, matanya bergerak liar mencari seseorang, lalu kakinya melangkah menuju orang yang di cari, ia berhenti tepat di depan kekasih nya.
“Gue udah ada cewek! Susah buat gue ngehianatin pacar gue yang cantik ini.”
Keyra yang berdiri di dekat Naya hanya bisa memilin jari nya kuat,
Tangan Alisa terkepal di sisi tubuh, ia menatap Naya penuh benci. Alisa menarik ujung bibir nya membentuk smirk.
Menghina adik nya saja ia bisa, apalagi menghina cewek sok kalem itu, pikirnya.
“Raf, Naya itu jahat--”
“Dari tadi aku diem ngeliat Kakak nembak pacar aku, tapi kalo Kakak mau fitnah aku di depan semua orang, aku enggak bakalan diem!” Interupsi Naya cepat, banyak yang terkejut melihat reaksi dari Naya, karena cewek itu biasanya akan tersenyum dan bertutur kata lembut.
“Udah jangan di ladenin itu mak lampir,” ujar Rafka lantang.
“Lo pulang sama Riza dulu, gue ada urusan sama ni anak,” wajah Naya yang awalnya berseri pun kini menjadi suram saat Rafka menunjuk cewek culun yang membuat hari nya menjadi buruk.
“Apaan? Gue mau nganterin pacar gu--”
Rafka langsung menarik Keyra menuju parkiran tanpa mendengar ucapan Riza, setelah Keyra sudah menaiki motor nya, Rafka melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian, keduanya sampai di sebuah tempat yang tak pernah Keyra sambangi. Gadis itu menatap horor Rafka yang dengan enteng nya menarik tangan nya dan membawa diri nya masuk ke dalam gedung tua tersebut.
Indra pendengar Keyra menangkap banyak suara, Keyra langsung paham di mana ia berada sekarang.
“Lo mau ngenalin gue ke Traavo, kek yang di bilangin Bang Friski semalem, ha?”
“Yoi dong,”
Keyra menggeleng cepat, “enggak! Lo gak liat penampilan gue? Yang ada mereka pada natep gue jijik, mana ada Queen di sebuah geng itu culun!”
“Ya maka nya jadi diri lo sendiri, mulai besok, jangan pake gituan lagi, Ra!”
“Yodah nanti gue ganti, tapi tetep aja gue enggak mau!!!!!!”
Rafka menarik pelan rambut palsu Keyra, pemuda itu tertawa keras.
“Gue mau nanya, yang namanya Adela sama Zee itu anggota Traavo juga?” Tanya Keyra.
“Kagak, duo bar-bar itu cuman temen sekelas, kenapa? Lo takut sama mereka?”
Keyra menabok bahu Rafka, “ngapain takut? Sama lo yang cowok aja, gue kagak takut!”
“Iyeee yang jago.”
“Dih apaan? Anterin gue balik, Af! Kalo lo narik gue ke tempat ginian, mending gue sama A' Riza aja, langsung sampe tanpa lecet,” ujar Keyra dengan bibir yang mengerucut.
“Gue cipo*k kalo bibir lo ngomongin Riza, lagi!”
“AFKA NAJISUN! Akh lo mah ngeselin.”
Tiba di dalam, mata Keyra membulat sempurna melihat isi gedung tua itu. Sangat lah rapi dan juga bersih. Keyra terdiam kaku saat banyak sekali pemuda yang mengenakan seragam OSIS dengan logo yang berbeda-beda itu tengah menatap nya dengan tatapan penuh selidik.
“OITT!”
.
.
__ADS_1
.
TYPO:V