Keyra Naura

Keyra Naura
S2. Kembali


__ADS_3

Aku berjalan menyusuri tepi pantai sembari memandang layar ponselku yang menyala. Menatap penuh kerinduan pada foto candit seorang bocah yang sedang cemberut menatap kamera.


Ini sudah enam tahun berlalu, namun rasa kecewa itu masih melekat di hatiku. Setiap mengingat seorang pria yang pernah menjadi suamiku, hati kecilku akan selalu mengatakan benci dan rindu.


Yah, aku merindukannya. Aku benar-benar merindukan seorang Rafka Putra Kalandra, pria berstatus dokter yang saat ini sudah bahagia bersama keluarga kecilnya.


Drt drtt


Aku menatap ragu ponselku yang berdering. Ada panggilan dari seseorang yang sangat penting di hidupku.


"..." Aku diam menunggu seseorang di seberang sana mengatakan tujuannya menelpon ku.


"Milan sama aku, Key." Sejenak tubuhku mematung diiringi dengan jantungku yang berdebar kuat. "Dia udah gak mau tinggal bareng Rafka. Ini waktunya kamu ke Jakarta, Milan butuh kamu. Dia tiap malam selalu nangis dan gak mau ketemu Rafka."


"Aku kembali," ucapku sebelum memutuskan sambungan itu.


Aku duduk di tepi pantai tanpa alas sembari memandang lautan lepas. Ombak kecil menyerbu permukaan kaki ku.


"Ucapan kamu dulu benar-benar omong kosong, Af." Aku bergumam sembari meringis merasakan dadaku seperti terhimpit sesuatu. Sakit, rasanya sakit.

__ADS_1


"Mama kembali, sayang."


Keesokan harinya aku tiba di bandara Soekarno–Hatta, kaki ku yang terbalut stiletto heels melangkah anggun melewati beberapa orang yang menatapku aneh. Ku lambaikan tanganku pada seorang pria yang mengenakan setelan formalnya.


"Hai sayang, gimana di Thailand? Enak lari-lari dari masa lalu?"


Ku pukul lengannya yang berotot. "Aku gak lari dari masa lalu!"


Dia meringis sambil menyengir lebar. Kami berjalan keluar dari bandara dengan pandangan lurus.


Sudah 6 tahun lebih aku meninggalkan Kota kelahiran ku. Aku merindukan semua yang ada disini. Jalanan padat, makanan pedas kesukaan ku dan semua keluarga yang tak mengetahui keberadaan ku.


Aku dan Akhir masuk kedalam mobil lalu Akhir mulai menancapkan pedal gas hingga mobil mulai meninggalkan area bandara. Aku memandang pria di sampingku dengan pandangan yang sulit ku artikan.


Akhir mengangguk masih fokus mengemudi. "Dia butuh sosok Ibu sesungguhnya, Key. Aku gak mau Milan sampai gak tau kalo ada sosok Ibu yang berjuang buat dia bisa lihat ke dunia, bahkan nyawanya pernah hampir melayang."


Aku diam sembari memandang jalanan di depan dengan hati yang kosong. Dulu, sewaktu aku melahirkan Milan, nafasku berhenti lima menit hingga orang-orang disekitar ku terpukul akan kematian ku. Mereka semua pergi meninggalkan ruangan ku terkecuali Akhir, dia memanggil dokter dan mengecek kembali keadaanku.


Aku selamat, berkat kegigihannya dan Tuhan masih memberikan kepercayaan untuk aku hidup. Ginjalku rusak, dan Akhir membawaku pergi dari Jakarta ke Thailand untuk melakukan pengobatan disana.

__ADS_1


Aku sembuh setahun kemudian, disana aku menenangkan diri sendiri. Terkadang Akhir dan Awal akan mengunjungi ku dan aku bersyukur jika Awal lah yang menjadi pendamping Akhir.


Dia wanita yang baik, aku tau itu. Mereka berdua merawatku bagaikan Kakak ke adiknya. Aku benar-benar bersyukur, di titik terendah ku, ada mereka yang menjagaku dan tak pernah berniat untuk pergi meninggalkan ku.


Kurasakan mobil yang ku tumpangi berhenti bergerak. Aku memandang Akhir sekilas sebelum keluar dari mobil. Ada dua anak kecil yang sepertinya menunggu kedatangan Akhir, aku berhenti bergerak dan pandanganku terpaku pada pria kecil bermata amber yang menatapku bingung.


Mata itu.


Hampir saja aku luruh ke tanah jika Akhir tak cepat memegang bahuku.


"Daddy celingkuh ama Ante Kunci?"


Aku mengerjap pelan begitu suara gadis cilik yang pernah beberapa kali bertemu dengan ku di Thailand, dia menatapku curiga sembari berkacak pinggang.


Lucunya.


"Aku aduin ke Mommy, ya! MOMMY!" Tiffany berlari masuk kedalam rumah dengan cepat. Sementara pria cilik tadi masih berdiri tanpa kata. Mataku yang terbingkai kacamata hitam, memandang Milan dengan berkaca-kaca dan haru.


Milan, anakku.

__ADS_1


Sesuai judul, yang kepo sama keyra ada? ah lapaknya sepi🌹


berikan jejak. kalian🌹


__ADS_2