Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Cewek culun


__ADS_3

“Papa gak jadi masuk?”


“Not now, ada kolega Papa dari Aussie yang udah nungguin di kantor. Kamu masuk aja.”


“Kalo ada yang jahatin kamu, balas aja, oke?” Imbuhnya.


Keyra mengangguk, mencium punggung tangan Davin lantas membuka pintu mobil, sebelum pergi, ia melambaikan tangannya.


“Dadah Papa, Keyra masuk dulu,” pamitnya sebelum benar-benar masuk kedalam gerbang meninggalkan Davin yang masih memantau dirinya.


“Gak akan ada yang jahatin kamu. Kalaupun ada, siap-siap aja tinggal nama,” seringainya tajam.


Ia mengetuk-ngetuk ringan stirnya. Dirinya berpikir kembali, apa balasan setimpal yang harus Andri dan Anggi dapatkan? Keduanya sudah memperlakukan putri satu-satunya dengan buruk. Bahkan, Anggi dengan lancang menabrak anaknya sampai gadis itu koma hampir enam bulan lebih. Davin tau semuanya, tak akan ia biarkan pelaku itu berkeliaran bebas diluaran sana sementara anaknya waktu itu terbaring lemah di atas brankar.


Walaupun Anggi sudah dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Davin masih tak puas dengan itu semua. Ia ingin menyiksa wanita itu secara langsung, wanita yang pernah mengejar cintanya.


“It's time for Andri and Anggi's life to slowly collapse~”


Mobil Lexus LS itu perlahan melaju --meninggalkan pekarangan SMK Andromeda.


Favorit, like n comen nya


Keyra mendudukan diri di kursinya. Kelasnya masih sepi, hanya ada beberapa siswa-siswi yang sepertinya tengah melaksanakan piket harian.


Ia menguap lebar, rasa kantuk menyerangnya. Semalam Keyra bisa terlelap di jam 02:56, berarti ia hanya tertidur selama 2 jam saja. Sungguh Keyra sangat mengantuk sekarang. Kepalanya juga terasa berat jika harus membuka mata.


Keyra memasang earphone ketelinga kirinya, ia mulai bersenandung kecil mengikuti lagu yang terputar. Tanpa sadar, gadis itu mulai tertidur ber-alaskan tasnya.


Bel masuk berbunyi, kelas pun mulai ramai, tapi tak ada yang berniat membangunkan Keyra. Bukan karena kasian melihat wajah gadis itu yang sepertinya kelelahan. Mereka malah kegirangan dan berharap Guru yang masuk nanti killer dan langsung mendepak Keyra dari kelas.


“Good morning everybody, how are you?" Kelas dibuka oleh seorang guru pria berpostur gemuk dengan suara yang sedikit cempreng. Pria itu menaruh tas serta sebuah buku paket di meja guru.


“Morning too, I'm fine, sir!” Seru seisi kelas itu.


“Submit your homework, taruh di meja saya.” Guru tambun itu bergerak menulis sesuatu di papan tulis. Ia membalikan badan saat anak didiknya tak bisa diam.


“We won’t start until everyone’s quiet!”


“Pak mentang-mentang ini pelajaran bahasa Inggris, Bapak jangan terusan ngomong Inggris dong! Gak semua anak didik Bapak itu pinter ya!” Protes Agung.


“Mana artikulasi nya gak jelas lagi waktu ngomong,” bisik Baim kesal.


“Gak bisa bahasa engres gak usah sok!”


“Xixixi berani banget ngatain Guru, lo pada.”


Dikelas X Akuntansi 3 ini hanya terdapat 5 pria saja, sisanya perempuan semua.

__ADS_1


“Yang berisik silakan maju!”


Dengan langkah ogah-ogahan, Agung, Baim, Ali serta Tomi maju kedepan. Mata Pak Mawan melotot tajam melihat ke-empatnya tak memasukan baju kedalam celana.


“Come out! Sebagai hukumannya, kalian hormat di depan bendera selama sejam, kemudian bersihkan toilet Otomotif kelas sepuluh. Gak ada ban--”


“Pak saya protes!" Tomi mengangkat tangannya dengan raut tertekuk kesal. “Kita cuman berisik, tapi hukumannya kenapa berat banget? Ciwi-ciwi bahkan lebih berisik dibanding kita berempat, kenapa mereka gak dihukum juga? Harus adil, murid disini itu menjunjung tinggi nilai kesolidaritasan. Yang satu dihukum, yang lain harus ikut lah masa enggak! Dan satu lagi, Noh liat di meja paling ujung yang biasa di dudukin Rija, cewek culun lagi ngebo!"


“Ho'oh, jangan pilih kasih dong. Masa si cewek gak dihukum juga, tidur loh dia Pak.” Ujar Baim menimpali.


Mata Pak Mawan langsung tertuju pada Keyra yang tengah terlelap dengan rambut yang menutupi wajah polosnya.


“Siapa itu yang duduk di pojok sendirian? Maju juga kamu!”


Tak ada yang menyahut, Pak Mawan hendak mendekati meja Keyra namun urung kala tiba-tiba pintu kelas terbuka lebar, menampilkan Riza yang dengan santainya berjalan masuk kedalam kelas. “Selamat morning, Bapak Mawan terter, saya Riza Ardifala yang paling ganteng seantero jagat raya ini numpang lewat ya..”


“Silahkan,” mata keempat cowok yang masih berdiri di depan papan tulis itu seketika melotot. Sementara Riza menjulurkan lidah nya mengejek Agung, Baim, Ali dan Tomi. Ia langsung duduk di samping Keyra, karena gadis itu menempati tempat duduknya.


“Pak gak bisa--”


“Diam!”


“Riza taruh tas kamu, bangunkan orang yang duduk di sampingmu itu. Kalian ber-enam silahkan keluar dari kelas ini dan lakukan apa yang saya suruh tadi. Saya paling tidak suka jika di jam pelajaran saya, kalian berisik, telat dan tertidur!”


★★★★★


Riza menjitak kepala Baim, “sekali-sekali ndasmu! Tiap ari lo mabal ***,” sinis nya.


Baim meringis sebal


“Hey cewek culun, lo mulus juga, jadi milik gue ya?” Ujar Tomi.


“.. ” Keyra tak menanggapi, ia berjalan di samping Riza sambil sesekali menutup mulutnya yang menguap. Keyra sedikit minder ketika berjalan beriringan dengan kelima teman cowok sekelasnya itu. Wajah mereka biasa saja, tapi tingginya warbiasa.


“Lo burik, dia gak mau gan.” Keyra mengangguk saja menyetujui ucapan Riza, ia hanya malas menanggapi.


“Cowok makin tua itu makin ganteng, awas nanti kalo gue dah super glow up, lo kepincut ama gue, sorry, selera gue bukan lo lagi.” Ucap Tomi dramatis.


Dughh


Suara itu mengagetkan mereka saat melangkah melewati lorong menuju rooftop.


Keenamnya memang sepakat untuk tak melaksanakan hukuman yang diberikan oleh Pak Mawan, mereka malah berniat bolos ke rooftop.


“Gue kalo liat cowok kek lo, udah banci, pengaduan lagi. Iyuh rasanya pengen nendang lo sampe Antartika.”


“Berani lo coba-coba ngedeketin cewek gue? Ngaca dong! Lo itu cuman beban disini, ” timpal cowok satunya angkuh.

__ADS_1


“Aku- aku cuman suka sama dia, memang nya dia pacar kamu? Bukan--”


“Dia cewek gue bangsaat!”


Mata Keyra yang mulanya masih sayu kini terjaga sempurna. Ia mendengar dengan jelas suara Ivan, Rafka dan seseorang yang tengah merintih. Keyra bergerak mencari letak keberadaan Rafka dan Ivan yang sepertinya tak terlalu jauh dari kakinya berpijak.


Namun kakinya langsung berhenti ketika ia mengingat kembali kalimat yang Rafka ucapkan. ‘Berani lo coba-coba deketin cewek gue?’


Rafka tengah membully seseorang, dan alasan nya karena Naya yang didekati oleh cowok lain.


Iya, hanya karena Naya.


Dih bocil udah posesip, bucin lagi! Batin Keyra.


“Sutt ke rooftop cepetan! Jan deket-deket sama mereka, bisa jadi nanti kita yang dibully.”


“Yang ada elo yang suka bully, asu!” Kesal Tomi melirik Agung malas.


“Dih si babi sinis amat, PMS yak? Padahal gue ‘kan pen minta ja--” mulut Agung di bekap Tomi kuat-kuat, ia menendang tulang kering pemuda berwajah imut itu hingga Agung memekik pelan.


“Ja apa? Lo kalo mau ngegey jangan di depan Keyra, dia masih di bawah umur,” celetuk Riza


“Lo juga jangan di perjelas di depan si culun dong! Ah sudahlah gak usah backstreet, kita gopub aja yok.”


Tomi jelas menggeleng, mau di taruh dimana muka tampannya jika semua orang tahu ia menyukai yang sejenis?


“Lo tau sendiri gue punya Bunga, jan jadi perusak ya lo!”


“Perusak apaan anjing? Lo sendiri yang nembak gue!”


Riza memijit pelipisnya, ia memang sudah tahu jika kedua teman sekelasnya itu merupakan putra ganda. “Astaghfirullah, diem ngapa sih, lo berdua ribut mulu kek pasangan--”


“Kita emang pasangan!"


“Berisik,” Keyra ngegas, ia mulai menunjukkan sifat aslinya jika tengah terganggu. “Kalo mau ngegey jangan disini, bener kata Riza kalo gue masih bocil. Awas lo pada kalo berisik lagi.” Keyra meninggalkan kelimanya yang tengah melongo mendengar ucapannya, terkecuali Riza tentunya.


"Gue gak salah denger? Itu bener cewek culun yang kemarin ngomongnya lembut banget kek kapas? Panggil Ustadz *** cepetan, dia kesurupan anjimanjim,” Baim bersua heboh.


Memang hanya Ali lah yang waras, pemuda irit bicara itu tak pernah mau membuang tenaganya hanya untuk berbicara tak jelas seperti yang dilakukan teman-temannya sekarang.


“Dia Queen Traavo, ”


“HAH?!"


Tandai typo.


Favorit, like, comen..

__ADS_1


__ADS_2