Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Queen Traavo


__ADS_3

...Queensha Keyra Naura POV...


Aku termangu saat banyak sekali cowok yang mengelilingi ku. Tatapan mereka menilai diriku dari atas sampai bawah. Terkecuali Afka, Bian, Rey, Ipang dan Ripan tentu nya.


“Cewe cupu ini yang lo bilang ‘Queen’ itu?” Aku menunduk, biar saja aku di bilang cupu. Asalkan mereka tak mengusik hidup ku barang sejengkal pun.


“Jangan liat dari cover nya lah man. Dia cewek dan patut kita hargai!”


Tangan Afka memegang bahuku. “Dia orangnya julid, jadi anggep aja angin lalu.”


“Hooh Key, Reska mah mulutnya lebih pedes dari cabe 100 biji.” Ipang menimpali dengan menepuk puncak kepala ku. Cowok itu lalu duduk di sofa dimana Bian dan Ripan duduk dengan bertopang dagu.


Syukurlah kalau Afka sama yang lain nya gak berlebihan membelaku. Bisa gawat jika anggota lain curiga dengan ku.


“Cewek? Gak yakin gue, dia keknya wanita deh yang udah kepake sama lo pada.”


Kepake? Heh mana ada cewek kerempeng kek aku di pake orang, gila aja!


“Reska, lo sebagai wakil yang gantiin Friski mending jaga ucapan lo, jangan sampe Friski denger kalimat biadab dari mulut lo itu!” Ku dengar Abian angkat bicara dengan suaranya yang serak dan berat.


“Dalam rangka apa nih seorang Ian ngebela orang? Apalagi cewek kerempeng kayak dia?” Telunjuk Reska tepat di depan wajah ku.


“Eh tapi kulit lo mulus juga, mana 'itu' nya besar lagi.”


Aku masih menunduk, aku bukan nya malu malah marah dengan ucapan tak senonoh salah satu anggota Traavo. Setau ku, Traavo berdiri dengan di ketuai oleh Bang Friski, wakilnya itu Abian. Anggotanya juga hanya sepuluh orang termasuk adik kelas ku dulu. Tapi mengapa sekarang menjadi banyak sekali?


Dagu ku diangkat seseorang yang membuat wajahku mendongak.


“Kiw cewek, maen sama Abang yuk.” Kalau tak salah, cowok di depan ku ini nama nya Reska, dia tadi saat di kantin pun ikut menyudutkan ku. Reska mengusap bibir ku dan matanya mengerling nakal ke arahku.


“Lo udah di pake sama Rafka sama yang lain nya kan? Buktinya mereka ngebela elo yang cupu ini.”


Tangan ku terangkat menghadang Afka yang akan maju dan sepertinya mau menerjang Reska.


“Kalo iya kenapa, kalo enggak kenapa? Ada urusan nya sama kamu?” Tanya ku lirih, menatap sok takut Pada netra kelam itu.


“Berani juga ya lo! Mentang-mentang cowok yang udah make lo ada di sini, jadi lo berani? Gimana kalo gue ngajak lo ke rooftop dan ngejerit disana?”


Ngejerit? Dasar omes!


“O-oke aku mau! Kita buat kesepakatan.


Yang ngejerit paling keras di rooftop, maka dia yang kalah, deal?”


Reska menyambut tangan ku, “ok deal! Kalo lo kalah, siap-siap jadi budak gue selama sebulan. Dan kalo gue kalah, terserah lo mau apain tubuh menggoda gue. Di kasarin di ranjang juga boleh,” aku membatin jijik. Mana mau aku sama cowok seperti Reska yang bisanya hanya memandang rendah dan memaki perempuan.


“Anjjirr otak gue traveling! Ini ngejerit apaan sih? Kalian mau ‘anu’?”


Aku tahu pikiran Ipang, dia akan berpikir yang iya-iya pasti tentang kesepakatan ku dan Reska, dasar mesum!


“Yaiyalah, masa gue ngajak mojok di rooftop tapi nggak anu,” sahut Reska menimpali.


“Lo nggak tahu gue, Reska. Mending gue mati dari pada nyerahin mahkota gue buat seseorang yang bukan suami gue!” Batin ku seraya berdecih.


Dibalik kacamata bulat ini, aku melirik Afka tajam. Berharap ia tak akan ikut campur dengan urusan ku kali ini.


Cowok seperti Reska harus di beri pelajaran langsung agar tak semena-mena.


Aku berjinjit mendekati telinga Afka, lalu berbisik sangat pelan.


“Lo sama yang lain ikut campur, gue pastiin kalian nggak akan bisa liat gue lagi. Gue tau kok seberharga apa gue di mata kalian!” Aku tak bermaksud berkata seperti itu yang kesan nya aku itu terlalu percaya diri, entah apa aku dimata mereka, yang pasti saat ini aku hanya tak mau di ganggu.


“Cih mau ngelayanin gue kok pake cium pipi Rafka segala. Dasar Jalangg!”


Bodo amat dengan makian cowok itu, aku berjalan mengikuti langkah Reska menuju rooftop markas Traavo.

__ADS_1


Saat kaki ku sudah menapaki lantai paling atas di gedung tua itu, Reska berbalik badan, menatapku menilai seperti tadi.


“Sejam berapa?”


“Harusnya aku yang nanya, sejam berapa?”


Reska tertawa iblis yang membuat ku mengerutkan kening, ada yang lucu?


“Lo mau nego sama gue?”


“Bukan kok, sini aku kasih plus-plus buat Mas Reska,” ujarku sensual, sengaja berkata begitu lembut agar ia tak curiga dengan niatku.


Tampang ku memang seperti kutu buku yang tak akan mungkin bisa melawan seorang Reska yang bertubuh tinggi. Tampan sih, cuman banyak minusnya haha!


Reska nampak tersenyum penuh kemenangan saat aku selesai berucap. Ia mendekati ku dan mengurung tubuhku ke tembok. “Sini gue lepas kacamata lo, biar nanti pas lo ngejerit gue bisa liat mata lo.”


Aku mencegah tangan nya yang akan menarik kacamata ku. Tangan ku menggengam lengan nya seraya mengusap punggung tangan nya yang kasar. “Jangan, biar aku aja yang natap mata indah kamu itu.”


Astaga, aku seperti jalangg sungguhan!


Ku lihat wajah tampan nya itu sedikit merona. “Cih, buaya kok baperan!” Batin ku.


Wajah Reska mendekati wajahku, hidung mancung nya bersentuhan dengan hidungku, aroma mint menguar dari bibir nya yang menggoda. Matanya terpejam sementara kaki ku sudah ancang-ancang untuk menendang kebanggaan nya. Namun aku memilih menendang perutnya dengan lutut ku terlebih dahulu sebelum bibir kami menyatu.


“A-ANJING ARGH TOL*OL!”


Aku berlutut di depan wajahnya yang semakin memerah. “Kenapa sama anjing? Kamu anjing?”


“Baru perut loh yang aku pukul, belum kebanggan kamu itu.”


Reska memandangku dengan tatapan tajamnya. “Lo tuh jalangg yang harusnya nurut sama gue! Kemana sikap penurut lo di depan Rafka?”


Sikap penurut di depan Afka? Haha aku tertawa kawan.


“Padahal baru lima menit loh kita disini, kok kamu yang ngejerit? Lose nih?”


“Lo dedemit bukan cewek anjirr!”


“Dasar siluman!”


Aku tertawa keras saat Reska sudah berdiri, cowok itu masih memegang perut nya, apa tendangan ku terlalu keras?


“Oh masa sih? Coba kamu liat aku sekarang.” Aku menjatuhkan kacamata dan menarik tahi lalat palsu di pipi dan di bawah bibir ku. Rambut palsu berwarna hitam pun aku tarik.


Mata ku langsung menangkap wajah Reska yang terbengong. “Aku demit ya? Mau aku kasih plus plus nya lagi?”


Reska spontan mengangguk, lalu ku lihat dia menggeleng keras.


Hadeh, labil amat Mas!


“Jadi mau apa enggak?” Aku berjalan mendekati cowok itu dengan langkah yang ku buat seanggun mungkin, angin yang lumayan kencang menerpa rambut coklat ku.


Mata Reska masih menatapku mendamba, aku tak tahu apa yang ada di dalam otak si sialan ini.


“Tunjukin sikap penurut lo! Kita making---”


Sebelum Reska menyelesaikan ucapan nya, aku berkata. “Ini karena lo yang udah ngehina gue!”


Plakk


Satu tamparan keras ku daratkan pada pipi Reska.


“Yang kedua.. Em apa ya?” Aku berpikir karena bingung.


Plakkk

__ADS_1


Plakkk


“Adaww! Perasaan gue ngehina doang, kok dapet tiga?” Reska menyentak sewot. Tangan pemuda itu terulur mengusap pipi kanan nya yang jelas memerah.


“Nggak ada sih, menurut gue bagusan angka tiga dari pada satu. Jadi anggep aja itu bonus dari gue buat lo Reska sayang..”


Reska nampak bergidik ngeri mendengar suara ku yang menggoda.


“Lo kagak tau aja sih gue udah horny!” Umpatnya dengan wajah yang kentara merona malu.


Kali ini aku yang terbenggong, apa maksud nya?


“Ha?”


“Lupain, gue gak mau ribut sama lo, Queen. Baru kali ini ada yang berani ngehajar gue. Sebutan Queen emang pantes buat lo.”


Aku menyibak rambut panjang ku seraya tertawa pelan, “itu nama gue bukan sebutan kali.”


“Kita turun, gue tebak mereka lagi pada ngintipin kita.” Aku menyeret lengan Reska menuju ke bawah dimana semuanya berkumpul disana.


Saat di bawah, sudah ku duga mereka berdiri dengan memandang layar di depan nya.


“Perhatian,” aku bertepuk tangan dua kali hingga semua yang menghadap layar besar itu membalikan badan.


“Gak perlu di jelasin lagi kalian pasti tau kan?” Tanya ku tajam seraya memadang liar semua pemuda di dalam markas Traavo. Ada Riza juga, mungkin setelah mengantarkan Naya pulang, Riza langsung ke sini. Cowok itu nampak memandang ku datar.


Apa ha? Tantang ku tanpa suara.


“Gue nggak tahu kenapa Bang Friski sama yang lain nya nyuruh gue jadi Queen disini, padahal kalian kenal gue aja enggak kan?” Tanya ku.


“Kenal!!”


Aku mengernyit bingung. Setau ku, hanya Afka, Bang Friski, Ripan, Ipang, Bian, Rey dan Akhirat yang kenal dengan ku.


“Dimana?”


“Disini lah, semua juga udah antusias denger ada Queen disini.”


Lagi dan lagi aku mengerutkan alis. Antusias mereka bilang? Perasaan banyak yang protes kemaren, apalagi si Akhirat itu.


Aku memutar bola mataku malas, “berhubung gue udah masuk kedalam markas kalian, berarti gue anggota Traavo? Gue cuman mau bilang jangan ada yang nyematin gelar Queen ke gue! Karena disini Traavo nggak butuh itu. Yang Traavo butuhin cuman nggak ada penghianat, solidaritas tinggi dan jangan tawuran kalo kalian nggak di senggol, ngerti?!” Aku berkata keras sehingga membuat seluruh penghuni di dalam markas mengangguk. Ada tiga cowok yang ku kenal, ketiga nya terdiam dan hanya memandang ku tajam.


Ada apa sih sama Rey, Bian sama Riza? Batin ku bersua.


“Karena lo tunangan gue bukan Priski!”


Aku memandang Afka yang baru saja bersua itu dengan tajam. “Inget status lo ada dua, Afka!”


Aku tak percaya bisa berkata sekeras dan sepercaya diri itu. Ada yang memandangku kagum entah karena apa yang membuat ku risih sendiri.


“Gak ada yang boleh segan sama gue! Gue tuh cuman orang baru di Traavo yang udah lama ada di diri kalian! Permintaan gue hanya dua. Pertama, anggep gue temen kalian dan yang kedua, hormati gue sebagai perempuan disini! Gue orang paling lemah di antara kalian apalagi kalo kalian nyerang gue berjama'ah, gue bukan orang yang bisa mempengaruhi traavo lebih baik, jadi gue saranin kalian cari cewek lain yang pantes buat jadi Queen Traavo.”


“Kita bakalan jagain lo kok Queen.”


“Bang Friski udah nyematin Queen buat lo, jadi terima aja!”


“Kita gak bakalan segan sama lo kalo lo mau jadi Queen kita!”


Aku menghela nafasku lelah. Sepertinya Bang Friski dan anggota Traavo yang seangkatan dengan dia masih berada di sekolah. Hua Bang Friski, Keyra gak mau!!!


..


.


Gak jelas ya?

__ADS_1


__ADS_2