Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Davin tahu


__ADS_3

Seminggu sudah Keyra di rawat dirumah sakit, namun tak ada tanda-tanda gadis itu akan sadar. Indira yang tak ingin merepotkan orang lain pun menyuruh Rafka, Abian dan juga Ervin pulang terlebih dahulu bersama guru yang masih menetap di kota itu. Garen anaknya pun ikut menemani Indira sesekali saat ia tidak mengajar.


Indira mengusap pipi Keyra yang nampak tirus, “maafin mama yang udah jauhin kamu dari papa kandung kamu, mama juga nggak bisa belain kamu di depan Papa Andri. Maafin Mama sayang,” gumamnya pelan.


Hari ini Rafka beserta teman-temannya datang diantar oleh Rini dan juga Cakra. Keduanya membawa mobil berbeda untuk mengangkut keenam remaja yang memaksa untuk membawa dua mobil.


Indira menyambut semuanya dengan hangat, “makasih Rini, adanya temen Keyra pasti bisa buat Keyra bangkit dari komanya.” Rini mengusap bahu kakak tingkat rasa saudaranya itu.


“Yah, pimpin do'a!” Cakra menggerutu, ia memilih memimpin keenam remaja songong itu untuk berdo'a.


Usai berdo'a, Cakra mengusap rambut Keyra sayang. Ia tak menyangka tunangan putranya ini mengalami kecelakaan.


“Ayo bangun dong sayang nya Ayah, Keyra tau kan kalo Ayah, Bunda sama Nana sayang banget sama Keyra? Tunangan tengik kamu juga butuh pawang nya loh,” ujarnya.


Rafka yang awalnya terharu pun kini menatap Ayah nya jengah, “Ayah apaan sih? Ngajak ribut amat,” sahut Rafka.


Rini yang duduk di kursi samping brankar pun tergelak, “ayok nak, Bunda dukung Rafka sepenuhnya!” Cakra mendadak cemberut melihat istrinya malah membela putra songong nya, pria itu memilih duduk di sofa seraya meraih gadgetnya dan melanjutkan pekerjaan nya.


“Maksudnya apaan nih? Lo berdua udah tunangan?” Tanya Rivan penasaran.


Rini yang mengangguk, “Iya, mereka udah tunangan sehari sebelum kalian berangkat study tour,” katanya.


“Woahh,” Rivan berseru heboh, cowok itu memukul bahu Rafka keras. “Kita bakalan jadi sodara ipar coy!”


Berbeda dengan raut wajah Rafka dan Rivan yang nampak bahagia. Abian, Ervin, Ivan dan Friski menatap Keyra yang masih terbaring dengan tajam.


“Kenak abang adek zone dong gue,” ujar Friski tanpa sadar.


Tawa Rafka, Rivan, Rini dan juga Cakra pecah. “kasian sekali kamu nak!”


Pintu ruangan Keyra tiba tiba terbuka. Di ambang pintu, Davin berdiri seraya menatap semuanya datar.


“Ngapain lo disini Vin? Nyasar lo?” Tanya Cakra bingung melihat teman nya itu berada di tempat yang sama dengan dirinya.


Davin mengabaikan nya, pria itu menatap tajam Indira yang sama bingung nya dengan kedatangan Davin yang tiba-tiba.

__ADS_1


“Hari ini juga Keyra saya pindahkan kerumah sakit milik keluarga saya, jangan membantah!” sela Davin disaat Indira akan berkata. Teman-teman Rafka pun sedikit gemetar melihat aura menyeramkan dari diri Davin. “Dan kamu Indira-- Saya tunggu di pengadilan,” Davin berbalik pergi meninggalkan ruangan itu. Ia bahkan lupa datang dengan siapa hingga tanpa sadar meninggalkan Reva yang masih berdiri di sampingnya tadi.


Reva pun tak berniat mengejar Davin karena ia ingin menyelesaikan semua masalah suaminya sesegera mungkin.


Cakra yang merasakan ada kejanggalan pun mengejar Davin dengan melewati Reva begitu saja.


“Benar bukan jika Keyra anak suami saya?” Tanya Reva saat sudah berdiri di dalam ruangan, matanya langsung menangkap raut gelisah Indira.


Rini mendekati sahabat masa SMA nya itu bingung, “lah lo ngapain disini Rev? Tadi suami lo juga serem banget napa coba?”


“Diem dulu Rin! Gue cuman mau tanya kenapa mantan sekretaris Davin bisa tega nyembunyiin seorang anak dari Ayah kandungnya.”


Rini melongo mendengar pernyataan dari sahabat nya itu.


“Ayok keluar kita gan,” Keenam remaja itu yang tak paham pun memilih keluar di ikuti oleh Rini yang tak ingin keberadaan nya menggangu pembicaraan Indira dan Reva.


Reva menatap Keyra yang masih betah memejamkan matanya. “Jadi? Mengapa kamu menyembunyikan semua nya kepada Davin?” Tanya Reva kepada Indira.


Indira menggigit bibir bawahnya yang bergetar kuat.


“Syila? Kamu kenapa bodoh banget sih nggak ngomong langsung aja sama Davin?! Syila itu cuman ngancem doang! Dia nggak akan berani macem-macem sama anak kandung Davin.”


“Maafkan saya sudah menyembunyikan putri kandung Pak Davin, posisinya saya dulu tengah bertengkar hebat dengan suami saya, dan disaat itu juga bu Syila mendatangi saya.”


“It's ok, malahan aku mau berterimakasih sama kamu yang merawat Keyra dengan baik, akhirnya punya anak perempuan juga,” sahut Reva kegirangan.


“Masalah pengadilan nanti aku bicara-in sama Davin, dia lagi emosi doang. Dia udah tahu semuanya makanya emosi banget,” sambungnya.


Indira menunduk malu. “Ceritain semua tentang Keyra waktu kecil sampai sebesar ini, Indira!” Pinta Reva kepada Indira.


Davin pasti ingin mengetahui semua perkembangan tentang Keyra. Makanya Reva inisiatif untuk menanyakan pada Indira, pembicaraan keduanya mengalir begitu saja tentang Keyra kecil hingga beranjak remaja.


Di taman rumah sakit, Davin terpaksa ikut duduk di samping Cakra.


“Kenapa lo bisa disini?”

__ADS_1


Davin menoleh malas, “karena gue disini,” sahutnya singkat.


Cakra menggeram kesal.


“Gimana elo bisa ada disini Vin? Bini lo juga ngikut kesini, apa-apaan tadi lo seenak jidat nya mau mindahin Keyra kerumah sakit keluarga lo. Gue tahu sikap lo itu bossy, tapi liat situasinya lah man, Keyra anak Indira dan dia yang berhak--”


“Anak gue juga,” Davin menyahut ketus.


“Hah? Gimana, gimana?” Tanya Cakra bingung.


Davin Menghembuskan nafas nya lelah, pria itu menatap lurus dengan tangan nya yang meremas ponselnya sendiri.


“Lo inget pas Rendi ngejebak gue sama Indira lima belas tahun yang lalu? Dan itu ada hasil Ca.. Gue bakalan tuntut Indira ke pengadilan!”


Cakra melotot mendengarnya. “Bicarain baik-baik Vin, pake kepala dingin jangan ampe lo emosian lagi.”


Cakra jelas terkejut mendengarnya, namun ia lebih memilih untuk menasehati temannya itu.


“Gimana gue nggak emosi Ca? Keyra anak gue dan Indira lancang nyembunyiin darah daging gue sendiri! Calon menantu yang sering lo ceritain itu Keyra kan? Lo kenal Keyra dari dia kecil, sering ketemu sama dia, sedangkan gue? Gue Papa kandungnya malah nggak tau keberadaan dia bahkan sampe segede ini! Gblog emang,” ujar Davin panjang lebar.


Cakra memang tak mengerti akan perasaan Davin. Mungkin yang cocok menjadi pendengar dan penasehat Davin saat ini ialah Gara dan Bara. Kedua teman nya itu sama saja tak mengetahui perihal anak kandung mereka, persis seperti yang Davin alami.


“Indira ibu kandung Keyra, lo mau? Keyra tau ayah kandungnya malah ngebuat ibu kandungnya menderita? Lo yang bakalan di benci sama Keyra, man.”


“Damai sama masa lalu lo, gue emang nggak ngalamin kayak elo, Gara sama Bara. Tapi gue laki, sama kayak lo pada. Lo buat ketiga anak lo seneng, kalo ada yang usik mereka, baru lo lawan. Jangan gegabah buat ngambil tindakan, pelajari apa yang lo alami dulu yang dengan ceroboh nya ngelindungin Rhea sama kedua anak kembarnya dengan lo jauhi mereka dari Gara. Akhirnya lo sendiri yang nyesel kan? Nggak nyambung emang, tapi intinya damai sama masa lalu lo Vin,” sambung Cakra panjang lebar.


“Baru tau kalo lo sebijak ini Ca.”


“Emang syalan lo sama kayak anak songong gue.”


.


.


.

__ADS_1


Typo sama penempatan kata kagak jelas... Hampura


__ADS_2