Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Terimakasih Bunda


__ADS_3

Kalau anak memergoki sendiri ayahnya berselingkuh, bisa membuat dia tak akan lagi taat dan menghargai Ayah-nya.


(。>_<。)


★★★★★


Rafka membaringkan tubuh Keyra diatas kasur. Kemudian ia masuk kedalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Di dalam kamar mandi pemuda itu mengacak rambutnya frustasi. Bohong rasanya jika ia tak marah, isi kepalanya terasa meledak-ledak ketika mengetahui Cakra menikah siri dengan Ana.


"Istri siri?" Rafka rasa Cakra memang sudah gila mencari madu untuk Bundanya. "Kenapa gak lo ceraikan Bunda gue, vangsat!"


Beberapa menit kemudian ia keluar dengan wajah yang lebih segar. Baru saja Rafka ingin tidur disamping Keyra, ponselnya bergetar, Rafka melirik ponselnya yang berada diatas nakas, ia mengangkat panggilan dari sang Ayah dengan malas.


"..."


"Bun-bunda kecelakaan?" Rafka tergagap. "Sekarang dimana?!"


"..."


"Ok!"


Rafka meraih kunci mobilnya dan bergegas mengunci pintu rumah. Sebelum kemudian, dirinya masuk kedalam mobil dan melajukan nya kencang menuju rumah sakit tempat Bundanya berada.


Butuh waktu 21 menit untuk dirinya sampai di lobi rumah sakit, Rafka langsung masuk kedalam lift dan menekan tombol ke lantai 4. Lift kosong dan Rafka bisa merasakan ada yang sesak di jantungnya. Pemuda itu memukul dan menekan kuat di bagian dadanya.


"Bun, bertahan."


Rafka keluar dari lift begitu pintu lift terbuka, ia berlari kencang menghampiri sang Ayah yang sedang berdiri dengan seorang wanita disampingnya. Rafka memandang Cakra dengan tajam. "Apa yang lo lakuin sama Bunda gue hah?!"


Ana maju menghalangi Rafka yang semakin memangkas jarak. "Yang sopan kamu sama yang lebih tua!"


"Bodo amat anjing!"

__ADS_1


Brug


Cakra meninju rahang Rafka tanpa sadar, ia memandang tangannya yang terkepal dengan nanar. Apa yang gue lakuin?


"M-maafin Ayah, Rafka..."


Rafka terkekeh, "Oh ya gue sampe lupa, selain suka mainin cewe, lo juga suka main tangan sama gue!"


Mata Rafka terpejam begitu tangan Cakra yang melayang kearahnya, namun dokter yang baru keluar diikuti suster dibelakangnya menghentikan gerak tangan Cakra.


Pemuda itu memutar tumit dan langsung menghadap dokter tersebut. "Gimana Bunda saya?"


"Pasien atas nama Rini mengalami kecelakaan mobil dan mengalami cedera di kepala. Saat ditemukan di tempat kejadian, pasien Rini sudah tidak sadarkan diri. Kami, tim dokter telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi Tuhan yang menentukan." Ucap sang dokter menerangkan.


Meninggal


Bundanya meninggal akibat kecelakaan. Dunia Rafka mendadak runtuh tepat saat dokter tersebut menyelesaikan kalimatnya. "Minggir!" Rafka menerobos masuk kedalam ruang IGD dan buru-buru membuka kain yang menutupi seluruh tubuh Bunda nya.


Sebuah lebam dibagian pipi dan jidat Rini, semakin membuat Rafka yakin jika yang sudah membuat Bunda nya seperti ini adalah Cakra dan Ana.


Bukan sekedar kecelakaan.


Rafka terduduk lemas dengan lutut sebagai tumpuan nya. Ia mengusap pipi Rini yang dingin sembari menangis tanpa suara. "Kenapa dari dulu Bunda gak mau pisah sama bjingan itu? Rafka sayang sama Bunda, lebih dari apapun. Terus Nana gimana Bun? Dia masih sekolah dan butuh Bunda disampingnya."


Pintu ruang IGD terbuka, Rafka menoleh dan mendapati sang adik sudah berlari kearahnya dengan menangis terisak.


"Bun-bunda.."


"Kesini sama siapa?"


"Ka-kak Rivan," jawab Nana masih sesegukan. "Bang, Bunda kenapa bisa gini?"

__ADS_1


Rafka diam sembari mengelus kepala adiknya sayang. "Lo mau tinggal sama gue?"


"Mau, aku mau sama Kak Keyra aja, gak mau sama Ayah. Ayah jahat Bang, dia bawa istri barunya kerumah." Tangisan Nana semakin pecah mengingat kejadian tadi.


Rafka terdiam membeku. Jadi, adiknya juga tahu kelakuan bej@t Ayahnya? "Fix, sekarang dan seterusnya lo tinggal sama gue!"


"Cakra Ana anjing!" Desis nya dalam hati.


Setelah mengurus jenazah Bundanya, Rafka dan Nana pulang kerumah dan mengabaikan semua panggilan Cakra yang meminta keduanya untuk menetap.


Keduanya tiba dirumah pukul tiga dini. Rafka mendorong pelan bahu Nana untuk masuk kedalam kamar tamu, sementara dirinya juga masuk kedalam kamarnya setelah mematikan semua lampu, terkecuali lampu kamar mandi.


Rafka merebahkan tubuhnya disamping Keyra, membawa tubuh mungil itu masuk kedalam dekapannya.


Kemudian Rafka terlelap setelah bergumam sesuatu.


Ayah, demi n@fsu dan egomu. Ayah melukai Bunda dan adik ku. Rafka pikir Ayah gak akan pernah selingkuh, semua sikap dan kata-kata manis Ayah buat Bunda selalu bikin aku sama Nana pikir kita keluarga bahagia yang gak akan pernah pecah berderai kek gini.


Ternyata aku salah. Ayah menghianati Bunda, dari dulu dan sekarang menjadi penyebab kepergian Bunda.


Bunda, dalam senyum, kau sembunyikan letihmu. Bunda selalu menasehati Rafka meski Rafka bandel dan suka marah sama Bunda. Kepergian Bunda buat Rafka sama Nana kehilangan sosok berharga kami Bun. Tenanglah disana, Rafka janji bakal jaga dan rawat Nana sampai dia dapetin pendamping yang nerima Nana apa adanya.


Terimakasih Bunda, atas setiap air susu yang mengalir dalam darahku. Tanpa Bunda, aku gak akan pernah mampu menghirup udara kehidupan, berteman dengan alam, mengarungi nafas dunia bersamamu. Terima kasih karena selalu menyayangiku Bunda.


TBC


tandai typo


drama ye?


like favorit.

__ADS_1


thx


__ADS_2