Keyra Naura

Keyra Naura
Milan


__ADS_3

"Daddy, dia siapa?"


Keyra berjalan untuk mengikis jarak antara dirinya dengan Milan. Melihat Milan yang berjalan mundur membuat Keyra tersenyum dan melepas kacamatanya. Keyra bersimpuh dikaki Milan dengan tangan yang menggenggam tangan mungil itu.


"Dia Ma--"


"Pengasuh kamu," sela Keyra cepat sembari mengusap wajah Milan. "Tante pengasuh kamu mulai sekarang. Milan mau kan?"


Milan mengerjap polos sembari mendongak menatap Akhir meminta persetujuan. Akhir menghela nafas sebelum kemudian mengangguk. "Iya, tapi kamu panggil dia Mama, ya?"


"Mama?" Beo Milan.


Keyra mengigit bibir bawahnya menahan tangis, suara imut Milan berhasil menghancurkan topeng yang sudah ia buat.


Milan menggeleng keras. "Mama aku cuman satu, itupun jahat sama Milan. Milan gak mau manggil Mama lagi!"


Tangis Keyra pecah, wanita itu memundurkan wajahnya sembari menutup mulut dengan kedua tangannya. "P-panggil Tante aja, yang penting Milan mau kan kalo Tante jadi pengasuh Milan?" Ucapnya dengan sesegukan.


Keyra berharap Milan menjawab iya. Karena hanya Milan lah satu-satunya harapan untuk dirinya bisa bangkit dari keterpurukan.


Milan mengangguk. "Iya Tante, Milan mau kok Tapi Tante jangan nangis lagi ya," ucap Milan mendekat dan menyeka air mata Keyra dengan ibu jarinya. "Mata Tante cantik, kayak Milan."


Dibelakang tubuh Keyra, Akhir menatap sedih punggung wanita itu yang bergetar. Akhir berdecak kasar sebelum kemudian ia mengajak Keyra dan Milan untuk masuk kedalam rumah.


Didalam rumah, mereka mendengar rengekan Tiffany pada Awal yang sedang bergulat dengan alat dapur. Wanita itu mematikan kompor karena masakannya sudah matang lalu mulai menata piring diatas meja.


Setelah selesai, Awal berbalik badan dengan Tiffany di gendongan-nya. Ia tersenyum lebar kala Keyra duduk disamping Milan. "Key," Awal mendudukkan tubuh Tiffany sebelum kemudian ia memeluk Keyra dengan lembut. "Akhirnya kesini."


Keyra membalas pelukan Awal dengan mata yang tak berpaling dari Milan. "Ngerepotin lagi, aku mau tinggal disini boleh?"

__ADS_1


"Lah ngapain izin? Ini rumah kamu juga kali," ujar Awal setelah pelukan keduanya terlepas. Keyra menggeleng karena jelas ini rumah Akhir dan keluarga kecil pria itu. "Udah santai aja," ucap Awal menenangkan.


"Mommy kan tadi aku dah bilang, Ante Kunci ini celingkuh ama Daddy. Malahin Daddy, Mom!" Seru Tiffany sembari menggebrak meja. Tak keras, tapi mampu membuat Akhir dan Milan melotot.


"Jangan nakal deh, Tifa. Kamu perempuan loh."


Tiffany jelas mirip Awal dulu, bar-bar dan gampang penasaran. "Mangnya napa kalau aku pelempuan?" Tanya Tiffany menantang.


"Anak perempuan itu harus kalem kayak Tante Keyra sama Mommy Awal, sayang." Kali ini Akhir yang menasehati. Walaupun dalam hati, dirinya menolak keras ucapannya sendiri. Keyra dan Awal itu sesama kaum bar-bar.


"Aku mo jadi laki aja bial beda!"


"Udah-udah, kapan makan malemnya kalo kalian berdebat terus."


Mereka makan dengan perasaan bahagia, terutama Keyra. Ia memilih menyuapi Milan tanpa menghiraukan dirinya yang belum makan sama sekali. Selera Milan sama seperti dirinya hingga membuat Keyra was-was.


"Oh iya Milan. Kamu tau kenapa ironman itu kuat?"


"Nah kalo pengen kuat harus banyak makan sayur sama daging ya, ini aaa," Milan menutup mulutnya sembari menggeleng. Matanya berkaca-kaca memandang Keyra.


"Abang gak cuka cayul, Ante kunci. Dia cukanya cambel." Ujar Tiffany membuat Keyra bingung.


"Cambel?"


"Sambel Key, dia sama seperti kamu." Ungkap Akhir sembari menaruh sedikit sambal di piring Milan. "Dikit aja biar gak sakit perut."


Keyra menatap Milan lembut kemudian terkekeh lirih. "Milan mau tutup mata bentar?" Milan langsung menutup mata hingga Keyra mulai menyuapi Milan dengan sayur bercampur sedikit sambal.


Dahi Milan mengerut ketika merasakan rasa asing di mulutnya. Namun tak ayal ia menikmati suapan Keyra. "Enak Tante, Milan mau lagi," uar Milan. Seketika senyum Keyra langsung cerah.

__ADS_1


"Ya jelas dong enak, itu kan masakan Mommy!" Ujar Awal bangga. "Kamu harus minta Mama Keyra masakin kamu, sayang. Enak banget loh," ucap Awal membuat meja makan seketika hening. Tiffany yang sedang menikmati ayam kremes nya hanya diam dengan dunianya sendiri.


"Makan lagi," Keyra kembali menyuapi Milan sembari menahan tangis antara sedih dan bahagia. "Besok Tante masakin buat kalian semua, terutama buat Milan."


Awal melirik suaminya meminta penjelasan dan di jawab helaan nafas dari pria itu. "Nanti aku jelasin," ucapnya lirih.


Makan malam telah usia. Keluarga kecil Akhir, Milan serta Keyra sedang duduk diruang keluarga sembari becanda ria. Fokus Keyra hanya tertuju pada Milan yang beradu argumen dengan Tiffany. Keyra benar-benar bersyukur Akhir dan Awal menjaga anaknya lebih dari ekspektasi nya.


"Terimakasih, aku bener-bener gak tau harus bales kalian dengan apalagi."


Awal menepuk bahu Keyra menyemangati. "Cukup kamu sehat, Key, aku sama Akhir udah anggep kamu sebagai adik kita. Jadi jangan sungkan," ucap Awal. Ia melirik suaminya yang sibuk dengan macbook nya. "Yang astaga kamu libur hari ini kan? Napa kerja mulu sih?!"


"Aku gak kerja kita makan apa?" Akhir tersenyum lebar membalas perkataan istrinya. "Ada yang harus aku handle, sayang. Lagian ngerjainnya kan dirumah."


"Hadeh nih Key, Abang kamu ngeselin banget kan? Kita lagi ngobrol santai disini malah kerjaan mulu yang dipikirin!"


"Kakak kamu yang nyebelin, Key. Posesif banget jadi human, untung aku cinta." Ungkap Akhir sembari memeluk pinggang Awal dari samping. Wanita itu merona mendapati tatapan mesum dari suaminya.


Keyra hanya tertawa lalu kakinya melangkah mendekati Milan dan Tiffany. "Cuci tangan sama kaki dulu ayo." Ajak Keyra pada kedua bocah itu ke kamar mandi yang ada didekat ruang keluarga.


Sepuluh menit kemudian mereka kembali ke ruang keluarga, Milan menguap lebar sembari menengadahkan tangannya minta digendong Akhir. Keyra yang sigap pun lantas menggendong Milan lalu berbicara tanpa suara. "Aku izin kekamar yang dulu ya? Radrisawat kráb'!" Ujar Keyra kemudian berlalu membawa Milan yang sudah mulai terlelap di gendongan-nya


Keduanya tiba di kamar yang dulu pernah Keyra tempati, Keyra menjatuhkan tubuh Milan di atas ranjang dengan pelan. Lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh putranya, ia ikut berbaring disamping Milan sembari mendekap buah hatinya dengan Rafka.


"Terimakasih udah mau menerima Mama walaupun kamu gak tau ini Mama kandung kamu, sayang. Mama sayang sama kamu, dan Mama gak akan biarin orang lain menyakiti kamu. Terutama Papa kandung kamu sendiri," gumamnya lirih sembari mengelus kepala Milan penuh kasih sayang.


**T B C


Krisan nya, favorit like n comen**

__ADS_1


^^^6 September 2021^^^


1


__ADS_2