
^^^Me^^^
^^^[Rafka_-😣]^^^
Rafka💓😚
[Kenawhy, Nay?]
[Emot lo kek nahan boker dah,,]
Butuh waktu lima menit untuk Naya mendapat balasan dari seorang Rafka, gadis itu tertawa cekikikan melihat pesan itu, walau tak ada unsur romantis dan humor nya, Rafka mampu membuat mood nya kembali membaik.
Bahkan gadis itu sedikit melupakan rasa kesal nya karena masalah Rafka yang pergi bersama gadis culun tadi hingga membuat ia harus pulang bersama Riza-- si cowok humoris yang sering menjelma menjadi tembok berjalan.
^^^Me^^^
^^^[Hihihi, aku lagi malu malah di bilang nahan boker, parah kamu By🤧]^^^
^^^[Vc ya? Aku mau lihat kamu lagi di mana]^^^
Rafka💓😚
[Malu kenapa ***? Njirtt bentar oitt, gue mao beli something buat Na-Kekey dulu, bye]
Mood Naya langsung anjlok begitu saja melihat pesan terakhir yang Rafka kirim kan. Ia begitu hafal dengan sebutan ’Kekey' yang pastinya Rafka sematkan untuk Keyra.
“Dih, apa-apaan?” Decaknya pelan.
^^^Me^^^
^^^[Mau beli apa buat Keyra?😆 emang nya Keyra sama kamu, yang?😣🙃]^^^
Satu detik
Dua menit
Sepuluh menit sudah Naya menunggu chatnya yang ber-centang dua abu-abu namun tak jua berkunjung menjadi biru. Rafka sepertinya memang tengah membeli sesuatu untuk Keyra, yang membuat Naya kesal sendiri.
“Keyra-Keyra terus! Kenapa sih Rafka dari dulu selalu sama Keyra? Jelas Keyra gadis jutek plus introvert gak kek aku yang extroverted! Mana tadi cewek culun perawakan nya Keyra banget, aaaa aku benci sesuatu yang berhubungan sama Keyra!!!” Teriak nya marah.
Gadis itu meraih sebuah foto polaroid yang terdapat dirinya, Keyra, Rafka dan Arsha kecil tengah wisuda dengan memakai toga TK. Naya mencorat-coret gemas wajah manis tanpa senyuman milik Keyra menggunakan bolpoin nya. Terakhir, ia menancapkan bolpoin itu tepat di mata amber Keyra.
“Kamu tau gak sih Key kalo aku dari dulu suka merebut apa yang kamu punya, hahaha sialan kamu Key! Gara-gara kamu, aku jadi bucin-nya Rafka sejak dini. ARGHHH KESEL!”
“Andai kamu ma--”
“Sweetie,” suara bass itu mengalun indah di dalam kamar Naya, gadis itu meneguk saliva nya kasar tanpa mau menoleh ke arah pemilik suara tersebut. Ia paham, bahkan sangat paham siapa pemilik suara berat namun menggoda itu.
__ADS_1
Dengan gerakan super cepat, Naya menutupi foto polaroid tadi menggunakan buku paket nya.
“Y- ya Kak? Kakak udah pulang?”
“Kakak di sini, menurut kamu udah pulang apa belum? Sini kamu duduk.” Titah pria itu dengan menepuk sisi ranjang yang kosong, membuat Naya mau tak mau menuruti perintah pria itu. Ia menggenggam ponselnya seraya berjalan dengan langkah yang di buat setenang mungkin, gadis itu lalu duduk di tepi ranjang nya, seraya memilin bibirnya sedikit gugup.
Dasar pria gak sopan! Sejak kapan dia di kamar aku? Perasaan tadi aku kunci kamarnya akh sialan!
Jangan sampai dia denger apa yang aku umpatin tadi!
“Gimana kabar kamu, hm?” Pria itu mengusap kedua pipi Naya secara bergantian, dari pipi turun ke bahu hingga membuat si empu merona tanpa di sadarinya. “Kabar aku ya gini-gini aja, Kak. Gak ada yang berubah kecuali hati aku yang berbunga-bunga sejak pacaran sama Rafka.” Naya berujar antusias.
Hening beberapa saat, Naya akan buka suara namun pesan masuk di ponselnya dengan dering khusus membuat ia
se-segera mungkin melihat isi pesan tersebut.
Rafka💓😚
[Beli itu loh yang biasanya buat nyemprot mata buaya wk]
[Nanti malem gak jadi gue ajak lo, Nay. Di sini bakalan rame dan gue yakin lo gak akan nyaman ada di sana.]
^^^Me^^^
^^^[Tapi 'kan kamu udah janji, by. Kenapa😓? Aku nyaman-nyaman aja kok apalagi pengen gitu akrab sama temen-temen kamu!]^^^
Rafka💓😚
[Lahh lo dukun ye? Kok bisa tau bakalan ada Kekey?]
Naya menahan nafasnya melihat balasan itu, ia kira Rafka betulan tak jadi mengajaknya karena takut dirinya tak nyaman. Namun, sepertinya itu hanyalah alibi pemuda itu agar dirinya tak ikut.
^^^Me^^^
^^^[Enggak sih nebak aja🤔 iya oke tapi lain kali ajak aku ya? Kita berdua doang! Kalo ada Keyra, pasti ada Kak Lisa 'kan? Jangan deket-deket sama dia!😤]^^^
Rafka💓😚
[Promise! Yee kalo ada Kekey terus ada si Lisong, bisa ancur dong ***!]
^^^Me^^^
^^^[Aku tunggu kamu nepatin janji😚]^^^
^^^[Kasian ya Keyra punya Kakak gak bener kayak Kak Lisa🙁]^^^
Tanpa menunggu balasan dari Rafka lagi, Naya memilih men-nonaktifkan ponselnya. Ia kembali menatap pria di sampingnya yang sedari tadi hanya diam sembari memainkan rambut panjangnya.
__ADS_1
Tiba-tiba, ide gila itu muncul di dalam otaknya, gadis itu menggigit bibir bawahnya sebentar.
Woee Naya, otak lo bener-bener jenius! Jangan sampe tu cowok langka kek Rafka lo lepasin gitu aja, terima tawaran nih cowok jingan minggu lalu! - Otak Naya.
Secara tak langsung, Otak Naya memuji dirinya sendiri, iya bukan?
Jangan! Itu bisa buat kamu menyesal di masa depan, percayalah Naya! Please jangan dengerin otak kamu, dia sama aja kayak setan yang menyamar! - Hati nya pun bersua.
Heh gue setan lo demit dasar hati sialan! -Otak berdecak.
Shia kamu otak, sini kita gelud, udah pasti aku yang menang! - ujar Hati yang tak mau kalah dengan Otak.
“Aaa bisa gila aku!” Naya membatin kesal, ia sekarang benar-benar gila dengan berimajinasi tentang perdebatan antara Otak dan Hatinya.
“Kenapa hm? Muka kamu frustasi banget, sweetie.” Tanya pria di sampingnya setelah mengamati gadis kecil di sampingnya nampak frustasi.
Naya hanya melirik sekilas,
“Kak, sekarang Naya berubah pikiran. Naya terima apa yang Kakak tawarin minggu lalu, dengan syarat, Kakak bakalan bantuin Naya buat bikin Rafka gak berpaling lagi!” Itu kalimat pertama yang keluar dari bibir Naya begitu ia selesai beradu argumen dengan otak dan hatinya.
Sono ke dukun, bodoh banget ni cewe! Tapi lumayan lah gue untung.
Pria yang menggunakan hoodie hitam itu menarik ujung bibir nya membentuk smirk yang mengerikan bagi Naya, ia mengangkat dagu Naya dengan Jari nya.
“Are you serious? Rafka si pecundang itu gak cocok buat kamu perjuangin sampe segini nya, sweetie!”
Rafka bukan pecundang, bancat! Umpat Naya dalam hati. Nafas nya memburu, jantung nya memompa lebih cepat dari biasanya, namun sebisa mungkin, bibir tipisnya mengukir senyuman palsu yang terkesan indah di mata lawan bicaranya.
“Iya aku serius, Kakak tau kan aku itu gimana?“ Tanya gadis itu yang hanya di balas dengan anggukan kepala oleh pria tadi. “Gak mungkin becandaan sampe mau ngorbanin sesuatu yang berharga buat orang brengsekk dan licik kek Ka--”
Plaakk!
Kepala Naya tertoleh ke samping, ia spontan memegang pipi kiri nya yang terasa panas akibat tamparan keras yang di berikan pria tadi.
“Welcome to the world of Toxic, Naya Alfarhizi!”
Kekeh Naya dalam hati, sebelum pria tadi bergerak-- menghilangkan sesuatu yang sudah sangat di jaga oleh orang-terdekatnya.
TBC
.
.
Maaf ya kalo ceritanya gaje.. Btw, ini hasil imajinasi, jan bilang aneh karena perdebatan antara Otak n Hati, karena cukup w aja yang bilang ini anehಥ⌣ಥ
Untuk pengetikan nya yang gak jelas, hampura..:v
__ADS_1
Like, comen, rate 5 n Favoritnya dong akak✌🏻