
Warning+++
"Mam," Akhir melirik mobil sedan yang terparkir rapi di halaman rumahnya. "Kek kenal tu mobil," Akhir masuk kedalam rumah untuk menuntaskan rasa penasaran nya akan sosok 'Ayah baru'.
"Akhir sini nak, kenalin ini calon Ayah kamu." Ucap Ana dengan menggamit lengan seseorang.
"Om Cakra?" Tanya Akhir bingung ketika seorang pria baruh baya yang sangat ia kenal sedang duduk di sofa rumahnya.
Cakra berdeham lalu mengangguk. Ia menyengir seperti biasanya pada Akhir. "Om calon Ayah kamu."
Akhir mendelik.
"Gak, gak mungkin Om mau nikah sama Mama!" Pekik Akhir histeris. Ia menggelengkan kepala tanda menolak.
Akhir tak pernah menyangka pria yang selalu dibanggakan oleh Rafka kini sedang duduk didepannya dengan mengaku-ngaku sebagai calon Ayah tirinya.
Apa perasaan Rafka nanti saat mengetahui ini semua?
"Akhir gak setuju!"
Ana menggeram tertahan. "Jangan lancang kamu Akhir!"
Akhir tersentak mendengar bentakan Mamanya. "Terserah Mama terserah! Akhir gak mau Om Cakra jadi Papa tiri Akhir. Kalo Mama tetep nikah sama Om Cakra, Akhir pergi ke tempat Papa Zeru!"
"Mama akan tetep nikah sama Cakra! Silahkan kalo kamu mau tinggal bersama Papa kamu itu."
Akhir memandang Mamanya kecewa. Ia kemudian menatap Cakra tak senang.
"Om Cakra hianatin keluarga Om? Akhir gak nyangka otak Om sedangkal itu."
"AKHIR!" Bentak Ana keras.
Akhir tak peduli, ia keluar dari rumah dan langsung mengemudikan mobilnya dengan ugal-ugalan menuju apartemen pemberian Zeru selaku sang Papa.
Ia saat ini butuh teman-temannya, tapi mengingat Mamanya menjadi perusak hubungan orang tua temannya. Akhir jadi tak punya muka untuk sekarang.
Pemuda itu ingat sang kekasih, namun dirinya tak mau Keyra melihat nya dalam keadaan kacau. "ARGHH!" Akhir membanting stirnya berkali-kali.
"Mama jahat, Om Cakra biad@b! Apa kurangnya Tante Rini sampe Om tega nge-hianatin keluarga Om yang super lengkap?"
Untuk pertama kalinya Akhir menangis dalam diam. Ia kembali melajukan mobilnya menuju apartemen.
Ditempat lain,
Rafka dan Keyra tiba dirumah Naya yang terlihat paling sederhana di komplek permata hijau. Pintu terbuka hingga menampilkan ekspresi Naya yang terkejut melihat rambut Keyra yang tinggal sebahu.
Namun gadis itu langsung mempersilahkan keduanya masuk kedalam. Sebelum ikut masuk, Naya menutup pintu rumahnya kemudian mengikuti langkah Keyra dan Rafka.
"Duduk dulu," ucap Naya.
Keyra memperhatikan wajah Naya yang pucat tak seperti biasanya.
"Lo kenapa Nay?"
Naya berusaha mengulas senyum terbaiknya dan berkata, "Gapapa, aku ambil minum dulu."
Keyra menahan tangan Naya yang terasa dingin. "Ga perlu, lo lagi sakit dan Afka udah beli obat sama susu beruang buat lo."
Naya tetap menggeleng dan berlalu begitu saja menuju dapurnya.
Keyra duduk disamping Rafka dengan kening berkerut dalam. "Cewek lo kenapa?"
"Gak tau gue gak ngerti," jawab Rafka jujur. Dibanding menghawatirkan kekasihnya, ia lebih menghawatirkan hubungan Keyra dan Akhir yang tak pernah diharapkan nya.
Tak lama Naya datang dengan sebuah nampan yang terdapat dua gelas teh dan langsung menyajikan nya di atas meja. "Diminum dulu."
Rafka yang memang haus langsung meminum-nya tanpa curiga. Sementara Keyra malah diam memperhatikan wajah Naya yang pias. "Lo ada masalah Nay?"
"Gaada Key, aku cuman sakit biasa." Ujar Naya. "Dan kebetulan kamu ikut sama Rafka, aku mau minta maaf sama kalian."
"Minta maaf buat apa?"
__ADS_1
"Semuanya," ucap Naya penuh sesal.
Ia kemudian beranjak dari duduknya. "Aku permisi kebelakang dulu ya mau beli sate diwarung Pak Ijan, kalian disini dulu." Kemudian gadis itu berlalu begitu saja melewati pintu belakang rumahnya sambil tersenyum masam.
"Maafin aku," gumam Naya pelan. Ia tak pergi kewarung melainkan duduk menyender dipintu belakang nya sambil mengetikan sesuatu di room chatnya dengan Garen.
Kak Garen
^^^17:13^^^
^^^Kak,, aku udah lakuin keinginan kamu. Bantu aku kasih pesan ke ortu rafka sama keyra, ya? biar mereka bisa kesini dan ngebatalin pertunangan keyra n rafka..^^^
Naya tahu tentang pertunangan Keyra dan Rafka dari Garen. Gadis itu ingin rencananya berjalan lancar dengan orang tua Rafka dan Keyra sebagai saksinya.
17:16
[Luv sweetheart, aku udah kirim pesan ke mereka.]
Sementara didalam rumah, Keyra memperhatikan wajah Rafka yang memerah. "Lo kenapa dah? Kepanasan? Adem gini kok," ujar Keyra bingung. Sore ini cuaca mendung dan membuat udara disekitarnya terasa menyejukkan.
Rafka diam tak menggubris. Keyra yang khawatir melihat wajah Rafka semakin memerah pun memberanikan diri menyentuh kening Rafka yang langsung ditepis oleh pemuda itu.
"Kenapa sih?"
"Diem Key!" Bentak Rafka keras. Keyra sedikit terkejut melihat respon Rafka yang berlebihan, ia mengerutkan keningnya tak paham.
"Apaan sih? Gue cuman nanya doang--mphtt"
Rafka membungkam bibir Keyra dengan bibirnya, h@srat-nya kian melambung begitu mendengar suara Keyra yang mengalun di telinganya.
Tiga menit baru Rafka menjauhkan wajahnya, Rafka menyeringai, "Sayang kalo bibir lo nganggur, Ra."
Keyra yang tadinya lemas tak berdaya mendapat serangan mendadak dari Rafka pun langsung berdiri dan menampar pipi Rafka keras.
"Lo ngelecehin gue vangsat!" Umpat nya tajam.
Rafka tak marah, ia malah semakin tertantang melakukan yang lebih saat Keyra menampar nya. Dengan gerakan cepat Rafka menarik tangan Keyra dan membawa gadis itu duduk di pangkuannya.
"Afka!"
"Lo gerak, gue terkam sekarang juga!"
Keyra membatu, ada apa dengan temannya ini? Rafka seperti sedang kesurupan jin mesum yang membuat Keyra bergedik ngeri. Ia merasakan sesuatu yang mengganjal diarea pahanya. Dengan susah payah gadis itu menelan saliva-nya.
Rafka tergoda dengan leher Keyra yang terekspos. Ia menjilat area leher gadis itu sampai Keyra sontak menggigit bibir bawahnya, agar suara laknat berupa des@han tak keluar dari mulutnya.
Rafka mendorong bahu Keyra sedikit, matanya bersirobok dengan manik amber milik Keyra yang nampak sangat kecewa dengannya. Rafka merasa saat ini, rasa simpatinya pada Keyra sudah hilang ditelan n@fsu. Ia menarik tengkuk Keyra dan kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Keyra.
Keyra memejamkan matanya kuat-kuat hingga tak terasa air matanya jatuh mengalir melewati pipinya.
Brak!
"ANJING!" Davin menarik kasar tubuh Keyra dan membawanya kebelakang tubuhnya. Pria itu langsung meninju pipi Rafka keras hingga kesadaran Rafka kembali ke permukaan. "BOCAH SIALAN!"
"Papa!"
"Davin!" Reva memeluk pinggang suaminya yang terlihat akan kembali memukul Rafka. "Selesain semua dengan kepala dingin, kamu gak boleh main pukul Rafka aja!"
Davin mengusap wajahnya frustasi lalu balas memeluk istrinya erat. "Anak kita, Re."
Reva hanya diam membalas pelukan Davin. Ia sampai lupa dengan Keyra yang berdiri dengan tubuh bergetar mengingat keganasan Rafka tadi.
Cakra dan Rini mendekat ke arah anaknya yang nampak sangat kacau. "Maksud kamu apa Rafka?"
Rafka memandang Cakra datar, lalu menggeleng pelan. Ia merasakan pelukan hangat dari Bundanya. "Kamu kenapa seperti ini, sayang?"
Rafka meringis kala sudut bibirnya robek akibat pukulan Davin. "A-aku gak tau Bun, semuanya terjadi begitu aja." Ucapnya jujur.
"Kamu kenapa bawa Keyra kesini hah? Ayah dapet pesen dari orang kalo kamu ML sama Naya, kenapa jadi Keyra yang kamu lecehin?"
Rafka memandang keatas sambil mengerutkan dahi.
__ADS_1
Pesan?
"Siapa yang ngirim pesan itu?"
Cakra menggeleng, "Nomor tak dikenal."
"Naya mana Naya?!" Teriak Rafka dan tatapannya tertuju pada gadis yang baru saja ia lecehkan. Keyra, gadis itu nampak menangis tanpa suara. Detik itu juga Rafka langsung menubruk Keyra dan memeluknya erat.
"Maaf, maafin gue."
Davin ditempatnya menggeram. "Jangan sentuh anak saya!" Ucapnya yang tak digubris oleh Rafka.
Reva kembali menenangkan suaminya, "Biarin mereka, Davin. Setelah ini kita nikahkan mereka biar gak zina lagi."
"Gaada opsi lain, Re?" Tanya Davin lesu.
Reva menggeleng.
“Queen!”
Keyra memandang Davin yang menatapnya kecewa. “Sudah kami putuskan, bahwa besok kamu dan Rafka menikah!”
Mata Keyra dan Rafka membola.
“Please don't refuse,” ucap Davin lagi. “Papa kecewa sama kamu, Queen.”
Kepala Keyra tertunduk, ia menautkan jari jemarinya. Ekor matanya melirik Rafka yang sedang memandang Lurus kedepan.
“Ayah juga kecewa sama kamu, Rafka.”
Kali ini tatapan Rafka tertuju pada Rini dan Reva yang menghembuskan nafasnya pelan.
“Bunda harap kamu bisa membimbing Keyra kedepannya, Rafka.” Ucap Rini penuh harap.
“Rafka,” Rafka menatap Reva yang tersenyum. “Jaga dan jangan pernah sakitin anak Bunda ya? Kamu pasti bisa jadi suami yang baik.”
Kemudian kedua wanita paruh baya itu meninggalkan ruangan tersebut, menyisakan Keyra dan Rafka berdua.
“Af..”
Rafka menarik tangan Keyra dan meletakkannya dikedua pipinya yang dingin. “Apa gue bisa, Ra?”
*****
“Saya terima nikah dan kawinnya Queensha Keyra Naura bin Gabriel Davin Gandawari dengan maskawin tersebut dibayar tunai!” Ujar Rafka lantang dengan satu kali tarikan nafas.
“Sah?”
“Sah!”
Keyra memejamkan matanya kuat-kuat mendengarnya. Ia berdiri dibantu oleh Reva dan Rini.
Saat sudah duduk disamping Rafka, Keyra diarahkan untuk menandatangani sebuah buku kecil berlogo garuda lalu mencium punggung tangan Rafka. Pria itu balas mencium kening Keyra.
Keyra resmi menjadi istri dari Rafka Putra Kalandra diusianya yang baru menginjak umur 18 tahun. Hanya Akhir, Ivan, Rivan, dan Ervin yang mengetahui pernikahan rahasia itu.
Bagaimana perasaan Akhir saat ini? Tentu saja dia terluka kala Keyra memutuskan nya tepat dihari pernikahan gadis tersebut. Mereka tak mengetahui alasan mengapa keduanya bisa menikah secepat ini, padahal Keyra dan Rafka masih menginjak bangku kelas 12 SMK.
"Ngenes banget gue. Cintanya dua tahun, pacarannya sehari, besoknya ditinggal rabi." Ujar Akhir tak rela.
Ivan dan Rivan tak tahan untuk tertawa mendengarnya. Namun raut wajah Rivan langsung berubah pucat ketika melihat Nana yang duduk disamping Rini sambil menatapnya datar.
TBC
Tandai typo
Like, favorit n comen nya.
terimakasih
see you!
__ADS_1