Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Manusia Purba


__ADS_3

“Key, kantin sama gue, gak boleh nolak!”


“Enggak!”


“Gue bilang nggak boleh nolak!”


“Riza Ardifala! Kamu enggak malu apa jalan bahkan makan di kantin bareng aku? Udah jelek, culun lagi!”


Keyra mencoba terbiasa menggunakan kosakata ‘aku-kamu’ gadis itu kukuh menolak ajakan Riza yang sadari tadi terus memaksa nya.


Riza tiba-tiba berdiri, Keyra yang masih duduk pun menatap tubuh jangkung itu dengan alis yang naik sebelah.


“Bediri dulu lo, gue mau lewat,” Keyra terpaksa berdiri dan hendak duduk kembali saat Riza sudah melewati nya, namun Riza malah menarik tangan nya dan menyeret gadis itu keluar dari kelas menuju kantin khusus anak otomotif.


“Kenapa kantin TKR sama TSM, sih? Kita kan anak Akuntan!” Dumel Keyra kala ia dan Riza sudah menginjak kaki mereka di kantin otomotif yang kebanyakan isinya lelaki semuanya, hanya dua orang perempuan dengan tampang tomboy nya tengah tersenyum menatap Riza yang baru saja datang dengan nya.


“Temen gue di sini semua bree!” Riza melambaikan tangan Keyra ke arah gerombolan tadi, yang membuat si empu tangan langsung menarik paksa tangan nya.


Tiba di meja yang masih tersisa enam kursi, Keyra dan Riza duduk dengan mata yang memandang polos orang-orang yang menatap keduanya penuh selidik.


“Siapa gan? Babu baru?”


“Culun banget,”


“Lo nyewa lacur lagi, Za? Apa kagak takut lo kena penyakit?” Suara ketus itu terasa menyebalkan di telinga Keyra, tangan nya terkepal di sisi tubuh.


“Heh sembarangan banget cocot lo pada,”


“Nah betul apa kata Zee, lo pada cocot nya di jaga! Jangan ampe gue sumpel pake semvak nya si Rafka,” Riza menjawab dengan menggenggam tangan Keyra, gadis itu menepis pelan hingga membuat Riza sadar dan tersenyum meringis.


Njer vulgar,


“Beneran lacur kan? Bangsaat banget lo maennya sama lacur cilik yang culun.”


Keyra memejamkan matanya menahan emosi yang meletup-letup, jiwa bar-barnya sebentar lagi bangkit jika ada yang memaki dirinya dengan kata yang tidak pantas untuk di ucapkan seorang perempuan.


“Yo yo wasap men! Ada apa nih rame-rame?” Rivan dan Ivan datang yang di sambut meriah oleh seisi kantin.


Hadeh Ripan pake dateng lagi! Bisa-bisa Traavo ngintro gue!


“Pan, masa si Riza nyewa lacur modelan ginian.” Namanya Adela, gadis itu sedari tadi terus menatap Keyra intens.


Rivan menyipitkan matanya yang memang sudah sipit, “Kekey? Rafka sama Ian curut udah ngasih tau gue, njer lo ngapain pake begini--- pfttt haha asu gue ngakak!” Rivan mencondongkan tubuhnya ke arah Keyra untuk melihat dengan jelas rupa gadis itu.


Keyra risih saat seisi kantin yang belum pernah bertemu dengan nya semakin menatapnya intens, ia mendorong bahu Rivan pelan. “Maaf kayak nya kamu salah orang, nama aku Keyra bukan Kekey, permisi.”


“Ha? Hahaha anjer humor gue sebatas lo ngomong ‘aku kamu!’ Iya, lo itu Kekey gue,” ujar Rivan percaya diri.


“Lo keknya beneran salah orang, Pan! Mana ada Keyra ngomong sealus itu, udah gitu pake begituan lagi.” Itu suara Ivan, Keyra yakin sebentar lagi Rafka dan lainnya akan datang hingga membuat ia semakin terpojok kan.


Mending kabur dah!

__ADS_1


Keyra melirik Riza sekilas yang saat ini tengah menatapnya juga, “Za, aku ke kantin sebelah aja, permisi.”


“Enggak boleh! Diem anteng disini, lo!” Titah Riza seraya kembali menggenggam tangan Keyra, agar gadis itu tak bisa kabur.


Plak!


“Heh bangsaaaate!”


“Tangan lo jaga!”


Keyra menahan nafas kala tiba-tiba Rafka dan Abian yang baru saja datang dengan Ervin, keduanya kompak memukul tangan Riza, yang otomatis mengenai punggung tangannya.


Sakit bangkee!


Kursi yang kosong pun mereka duduki, Keyra tak melihat Friski dan Akhir, keduanya memang sudah menginjak kelas sebelas dan mungkin saja tengah praktek di bengkel sekolah.


“Di jaga apaan? Orang pegang tangan pacar sendiri, kagak boleh ha?”


“Yang lo pegang itu--” Keyra menginjak kaki Rafka yang duduk tepat di sampingnya.


“Apa ha?”


Pusing dan rasa sakit kembali menyerang di kepala bagian kiri Keyra, gadis itu mengedarkan pandangan.


“Pakde, ada teh jahe? Kalo ada saya pesen ya!” Keyra angkat suara, menatap pria paruh baya yang tengah melayani para pembeli nya.


“Ada Neng, siap atuh ditunggu, ya!”


“Minumnya jahe, fix dia manusia purba!”


“Mana ada manusia purba yang jadi lacur, dia mah cewek murahan yang sembunyi di balik topeng polos nya.”


BRAK!


Bunyi gebrakan meja mengagetkan orang-orang yang tengah memakan makanan mereka dan juga mengamati Keyra. Bahkan ada juga yang tersedak.


Pasalnya tidak hanya satu orang yang menggebrak meja, namun tiga orang, itu Rafka, Abian dan juga Rivan.


“BANGSAAAT KAGET!”


“Kaget astagfirullahhaladzim!” Keyra melirik pemuda berpeci yang paling menonjol di kantin, wajahnya putih bersih dengan pakaian paling rapi di antara teman-teman nya.


Arsha, sekolah disini? Main nya sama anak-anak bengal?


Keyra masih mengingat wajah teman masa kecil nya itu, Arsha tak berubah, hanya tubuh pemuda itu yang semakin tinggi, kumis tipis pun menghiasi rahang atas Arsha.


Kenapa para cowok tinggi nya gampang banget? Perasaan dulu itu gue, Naya, Afka sama Arsha tingginya sama. Kok sekarang jadi paling pendek? Huhuhu.


“Sorry, tangan gue licin.” Semuanya terperangah mendengar penjelasan dari Abian.


Zee yang tadinya membela Keyra pun nampak sedikit curiga dengan respon ketiganya yang menurut nya sedikit berlebihan. “Emang lo pada kenal sama sapa tadi? Keysa, Kekey oh iya si Keyri!”

__ADS_1


“Keyra namanya njer!”


“Sampe segitunya kalian ngebelain dia,” Adela menunjuk Keyra, “Makin curiga gue.”


“Sama anjer,”


“Lo kalo mau bacit bacot bekicot, sini sama gue, Res, Del!” Rivan bersua, dia memang lah yang paling bar-bar dan susah mengendalikan emosi nya.


“Oiit, gue yang bawa Keyra kesini, kenapa kalian seolah nolak dia sih? Oke kalo kalian enggak terima, gue sama Keyra pergi dari sini,” tatapan sinis Riza layangkan kepada Adela dan Reska. Riza beranjak dengan menggenggam tangan Keyra, namun Adela terlebih dahulu mencekal lengan nya, Rafka juga menggenggam tangan kiri Keyra.


“Lo bawa dia pergi, gue santet lo, Za!”


Belum sempat Riza menjawab, Mang Tejo datang dengan membawa nampan berisi teh jahe yang tadi di pesan oleh Keyra, gadis itu langsung membayarnya dan mengucapkan terima kasih.


“Sama-sama atuh Neng,”


Setelah nya, Keyra langsung meminum teh tersebut untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya.


“Permisi,” Keyra beranjak tanpa ada lagi yang menghalangi nya, Rafka pun memilih untuk diam dan memandang punggung gadis itu yang perlahan menghilang dari pandangan nya.


“Lo pada kenapa sih? Mau-mau an aja belain tu cewek culun! Biasanya juga kalian kan yang suka bully orang rendahan kek lacur tadi,” tangan Rafka, Ervin, Abian, serta Rivan mengepal erat di sisi tubuh.


“Dela! Dah gue bilang, cocot lo di jaga!” Zee bersua, gadis itu memang lah yang paling bijak di antara teman-teman nya. Ya, walaupun sedikit bar-bar.


“Del kamu itu cewek, jadi bener apa kata Zee, jaga omongan kamu!” Arsha yang paling kalem pun ikutan bersuara, entah kenapa ia menjadi sensitif mendengar ucapan temannya yang kelewat sopan.


“Kenapa pada nyudutin gue, sih?”


“Mang Tejo! Pesen soto nya tujuh ya, nanti Ian sama Ervin yang bayar, tenang aja!” Mang Tejo mengangkat jempolnya merespon Rafka.


Suasana yang sudah hangat pun kini menjadi panas saat kedatangan ketiga gadis biang onar yang selalu merecoki kantin anak tkr dan juga tsm.


“Haiii!” Sapa Alisa semangat, gadis itu hari ini sangat lah cantik dengan make-up yang lumayan tebal menghiasi wajahnya.


Tapi di mata Rafka, Abian, Ervin dan Ivan, gadis itu mirip seperti boneka mampang.


“Haii sayang, kesini nyariin aku, ya?” Hanya Rivan yang menyahut. Namun, Alisa hanya meliriknya sekilas.


“Gak!”


“Rafka, pulang sekolah nanti, tungguin aku ya di lapangan.”


“Gue sibuk,” jawab Rafka acuh.


“Hihh pokoknya lo sama Ivan harus tungguin kita bertiga, titik!” Aura menimpali. Ketiganya lalu berlalu meninggalkan kantin itu setelah melempar kan senyum genit ke pujaan mereka.


“Dih maksa, seton emang.”


**TBC, dahlah:v


Tandai typo

__ADS_1


like comen favorit


__ADS_2