
“Rey lo tau jalan nya kan? Jan ampe gue dah dandan cakep gini tapi malah lo bawa ke jurang!”
“Gak.”
Gak artinya iya, itu yang Keyra rapalkan dalam hati. Mana mungkin Ervin tak tau jalan menuju hotel tempat di adakannya acara Anderson Corp.
Tapi, gadis itu lumayan curiga dengan jalan yang mereka lalui. Sangat sepi dan bahkan sudah sejam lebih motor Ervin melaju cepat tapi tak sampai juga di tempat tujuan.
“Kak Queen, sekarang Raga pengen marshmallow di bakar,” Raga merengek.
“Raga sayang, kamu ngidam?”
“Jangan panggil anak haram ini ‘sayang’ anjing!”
Mata Keyra membola, ia dengan kekuatan penuh memukul bahu Ervin sangat keras, hingga membuat ringisan kecil keluar dari mulut pemuda itu. “Anjing lo mau bikin kita celaka?” Untungnya Ervin sangat ahli dalam menjaga keseimbangan motornya, ia memilih menghentikan laju motornya dan langsung berbalik badan --menatap tajam Keyra yang turun dari motornya, kini tengah memeluk Raga erat.
“Kak Queen, anak haram itu apa sih?” Bocah itu menengadahkan kepala menatap Keyra dengan tangannya yang menangkup pipi mulus Keyra. “Kenapa Bang El suka marah-marah sama Raga?”
Raga memang bar-bar, namun Keyra percaya jika bocah itu sebenarnya sangat polos. “Entahlah sayang, Raga beneran pengen marshmallow? Nanti ya kita beli yang banyak, kita porotin Bang Afka, okey?” Saran Keyra yang di terima baik oleh Raga. Bocah itu mengangguk antusias.
__ADS_1
Dari pada ia harus berbohong pada bocah menggemaskan itu, Keyra memilih mengalihkan pembicaraan. Seorang anak akan tumbuh dengan cepat, takutnya Raga nanti akan kecewa padanya karena telah membohongi bocah itu.
“Hey, bentar ya sayang, Kak Queen sama Bang El mau main drama-drama dulu, Raga main game di hapenya Kak Queen dulu nih.” Keyra meraih smartphone yang berada di sling bag nya dan menyodorkan kepada Raga.
“Oke Kak Queen, semangat main dramanya!”
Ujar bocah itu yang kini sudah fokus dengan ponsel Keyra. Raga berdiri dengan bersandar pada motor Ervin.
Sementara kedua Kakaknya berdiri berhadapan dengan saling melayangkan tatapan tajam. Iris kelam Ervin beradu dengan manik amber Keyra.
Bukan Keyra ingin bermain drama bersama Ervin, namun karena perkataan pemuda tadi sungguh memancing emosinya. Keyra memutuskan untuk berbicara dengan Kakak tirinya itu terlebih dahulu.
“Terus?"
“Lo mikir pake otak dong jangan pake kaki! Raga jelas adek kita, dia bukan anak haram! Sekali lagi lo ngomong gitu di depan atau pun di belakang gue, siap-siap aja gue bakalan marah dan benci banget sama lo!” Keyra menekankan di setiap kata-katanya, namun suaranya terdengar lirih.
“Emang nya gue peduli?”
“Harus peduli!” Nafas Keyra terus memburu, ia tak segan menginjak kaki Ervin tanpa dosa. “Lo inget kata gue baik-baik, berani nyakitin Raga apalagi Bunda Reva, urusan nya sama gue. Gue gak peduli mau lo Abang gue atau pun kita itu temenan, pasti bakal gue lawan!”
__ADS_1
“Sejak gue tinggal di rumah Papa, gue tau tabiat lo Rey.. Lo itu tembok berjalan, temperamental dan gak pernah ngehargain apa yang Bunda kasih buat diri lo!”
“Waktu itu gue pengen banget negur lo, tapi di larang sama Bunda. Dan sekarang? Lo tega ngucapin kalimat laknat itu tepat di depan Raga? Heh otak lo dimana?!”
“Disini,” telunjuk Ervin tepat di bagian kepala nya. Keyra makin gregetan melihat tingkah Kakak tiri nya itu.
“Anjer lo!” Umpat Keyra kesal.
“Gue emang orang baru di keluarga Gandawari, bahkan belum genap sebulan gue tinggal di rumah Papa, mau lo bilang kalo gue tuh belagu kek, respon gue bodoh amat! Hadeh minum dong, capek gue ngomong sama tembok kek lo njer!”
Gimana gue gak makin cinta sama lo Key? Kalo lo aja terus-terusan buat gue kagum gini!
Gblok gue kagum karena apa?
***
TBC om:v
singkat:v
__ADS_1
Like fav