Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Luka


__ADS_3

Sekali lagi, aku membuat kesalahan. Membuatmu jauh dariku dan semakin susah untuk digapai. Hai Queensha Keyra Naura, taukah kamu jika aku begitu merindukanmu?


...🐤🐣🐥...


Melihat-lihat isi kamarnya, pandangan Rafka terpaku pada foto resepsi pernikahannya dengan Keyra setelah keduanya lulus SMK. Disana, Keyra nampak sangat cantik dengan long dress putihnya yang melekat ditubuhnya.


Rafka duduk ditepi ranjang sambil meraih figura yang terdapat dua orang remaja tengah berfoto ria didekat taman komplek rumahnya dulu. Foto disaat ia mencuri kecupan di pipi Keyra hingga wajah Keyra memerah menahan malu.


"Kenapa kamu milih tinggal bareng Akhir, Ra?" Benar, Rafka menguntit mobil Akhir sampai keduanya masuk kedalam rumah. Bahkan hampir tiap hari Rafka pergi kerumah Akhir dan memandang jauh rumah itu. "Kamu milik aku," seraknya lirih.


Ini memang salah Rafka, melontarkan kalimat tajam kepada istri yang dia cintai. "Kamu cinta sama aku dari dulu? Kenapa aku gak ngerasa? Kenapa disaat aku udah berbuat kesalahan fatal, kamu malah buat aku berharap dapet kesempatan kedua?"


Andai saat ini ia dan Keyra keadaannya seperti dulu, pasti Rafka akan mendekap tubuh Keyra dan membisikkan kalimat cinta yang tulus dari hatinya.


Namun, Rafka terlalu berandai-andai.


"Pulang, Ra. Aku kangen kamu."


...🐥🐣🐤...


Mahen_Luka_Yang_Kurindu cover by Aisyah Aqilah🎤


(**っ'-')╮\=͟͟͞͞💌


∞**




Dua orang manusia yang mengenakan gaun dan kemeja yang senada menaiki atas panggung ditengah lapangan. Si pria menarik kursi untuk sang wanita duduk, wanita itu hanya tersenyum sementara penonton dibawah sana bersorak-sorai menggoda.


“BUCEN!” Teriak Ivan paling keras.


Akhir terkekeh tanpa menggubris, ia duduk di belakang piano sambil menatap Keyra dalam. Akhir mulai menekan tuts piano, menghasilkan nada-nada yang halus dan tenang.


Lebih baik diam


Dan menghapus dendam


Tak lagi bicara


Agar tak makin terluka


Cinta punya batas


Tak harus saling keras


Tak bisa dipaksa


Mata Keyra mulai terpejam begitu bibirnya kembali melantunkan lirik lagu tersebut.


S'gala yang kau ucap bohong


Kau lakukan omong kosong


Tak perlu lagi percaya


Kau hanya pura-pura


Kita di ujung perpisahan


Namun selalu kurindukan...


Kau luka yang kurindu


Berhenti sejenak, Keyra mendongak mencari keberadaan sosok lelaki yang membuatnya patah hati. Iris amber Keyra bersirobok dengan iris coklat Rafka yang berdiri dibawah pohon dengan Shahila di sampingnya.


Sudut bibir suaminya itu terangkat miring, Keyra merasa asing dengan tatapan suaminya itu. Ia membalas tatapan Rafka dengan santai. Namun, hatinya serasa dicubit begitu melihat tangan Shahila bergelayut manja di lengan Rafka.


Hoo, hoo


Cinta punya batas


Tak harus saling keras


Tak bisa dipaksa


S'gala yang kau ucap bohong


Kau lakukan omong kosong


Tak perlu lagi percaya


Kau hanya pura-pura


Kita di ujung perpisahan


Namun selalu kurindukan

__ADS_1


Kau luka yang kurindu


Keyra menengadah menatap langit yang mendung. Keyra ingin menangis, namun ia perempuan yang mempunyai harga diri dan gengsi yang tinggi, tak mungkin dirinya menangis dihadapan banyak orang hanya karena suaminya selingkuh dan menghamili wanita lain.


Lelah ku menangis (ooh)


Terluka karnamu


Ini kekalahanku


Wo-uwo-wo, ooh


Pergi lupakanlah aku


Biar aku yang bertahan


Semuanya terdiam, walaupun wanita diatas panggung itu tak menangis, mereka sangat tau bahwa lagu ini sangat menggambarkan isi hati seorang Keyra Naura saat ini.


S'gala yang kau ucap bohong


Kau lakukan omong kosong


Tak perlu lagi percaya


Kau hanya pura-pura


Kita di ujung perpisahan (perpisahan)


Namun selalu kurindukan


Kau luka yang kurindu


Keyra tersenyum menatap semuanya, ia menyesali sifatnya yang dulu jarang berinteraksi dengan orang disekitarnya. Jika bisa memutar waktu, Keyra ingin bersikap layaknya manusia normal yang menyapa dan bercanda ria dengan banyak orang.


Kau luka yang kurindu


Setetes air jatuh kepermukaan pipi sedikit tembam Keyra setelah ia menyanyikan lirik terakhir. Bukan, Keyra sama sekali tak menangis. Air itu berasal dari langit yang sepertinya tengah mewakilkan tangisan wanita kuat itu.


Reuni akbar angkatan 19 dan 20 yang baru diadakan kali ini sangatlah ramai. Bahkan gerimis tak mampu membuat semuanya bubar. Mereka masih asik mendengar suara Keyra yang begitu dalam dengan diiringi oleh permainan piano Akhir.


Keyra rasa hatinya pecah berderai saat Shahila mencium mesra pelipis Rafka. Hanya ia dan Akhir yang melihat karena posisinya, Rafka dan Shahila berdiri dibarisan paling belakang. Keyra membuang muka kesamping, melihat Akhir yang sedang tersenyum menatap nya dalam.


Senyuman Akhir sedikit menguatkan hati Keyra.


Setelah lagu selesai, Akhir beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya didepan wajah Keyra. Wanita itu pun tersenyum lantas menyambut uluran tangan Akhir.


Kedua manusia itu berdiri sejajar menghadap ribuan manusia yang menatap keduanya menggoda. “Kenapa lagunya harus mellow sih woi?” Tanya Ivan yang berdiri di depan panggung bersama teman-temannya.


Emang Bapak-Bapak Traavo itu sungguh menjengkelkan.


“Ho'oh harusnya Akhirat aja yang nyanyi,” seru Riza. “Request lagunya Kutunggu Jandamu asekk.”


“Hahaha,”


Banyak yang tertawa mendengarnya. Bukan, bukan karena ucapan Riza yang lucu. Tapi mereka yang tertawa sedang menyindir agar Keyra dan Akhir cepat-cepat official. Tak peduli status Keyra yang masih istri orang.


“Emang ada lagu yang judulnya gitu ya Ra?” Tanya Arsha sedikit berteriak, mengundang tatapan kesal dari Ivan dan Riza. Disaat orang lain tertawa, Arsha malah bertanya seperti itu pada Keyra.


Merusak suasana saja!


Ditempatnya, Akhir hanya menggelengkan kepala pelan merespon tingkah absurd teman-temannya.


“Thanks ya udah stay dengerin kesayangan gue nyanyi, padahal gerimis gini. Yang cewek gimana, aman gak? Bedaknya pada luntur tuh.”


Kaum adam minus Rafka tertawa mendengar ledekan Akhir, sementara kaum hawa dibuat mendelik namun tak ayal ikut tertawa geli.


Akhir menatap Keyra. Kemudian berbisik sangat pelan. “Cie udah lega ya? Sini kasih imbalan dulu buat aku.”


“Imbalan apaan sih?” Keyra menyikut perut Akhir hingga pria itu meringis pelan. Keyra sedari tadi berdiri diatas panggung sebenarnya sangat gugup. Bagaimana tidak? Di depannya ribuan orang tengah menatap dirinya dan Akhir.


Keyra tuh sejenis manusia yang gak suka jadi pusat perhatian. Tapi gara-gara Akhir yang memaksanya untuk menampilkan bakat terpendam nya didepan alumni SMK Andromeda, ya mana bisa Keyra nolak? Akhir sudah seperti Abangnya sendiri yang selama tiga bulan ini selalu menguatkan hatinya.


Anggap saja balas budi


“Cium pipi,” ucap Akhir keras sambil menunjuk pipi kanannya. Ia menyengir lebar begitu mata Keyra mendelik menatapnya.


“Huu modus tuh Key, jangan mau!”


Akhir memutar mata. “Elah Pang lo doyan banget kompor hubungan gue sama Keyra, ah Ipang gak asik!"


Agan yang notabene adalah teman Akhir saat SMK dulu pun menatap Akhir geli. “Emang hubungan lo sama Keyra tuh apaan?” Tanya Agan yang dibalas sorakan dari yang lainnya yang juga penasaran dengan hubungan kedua manusia itu.


Akhir tersenyum kecil, ia menekuk lutut kirinya menghadap Keyra, tangannya dengan lembut mengusap perut wanita itu. “Ada anak gue disini, ” ucapnya sambil tersenyum bahagia. Lain lagi dengan respon teman-temannya yang sangat terkejut.


Bahkan Ivan dan yang lain baru mengetahui bahwa Keyra tengah berbadan dua. “Gue sama Keyra udah nikah dua bulan yang lalu. Sorry gaada yang diundang, lagi ngirit duit soalnya awokawok." Tawa jenaka Akhir menggema dilapangan luas itu.


“O EMJI HELLO!” Pekik kaum hawa heboh. “Bukannya Rafka masih suaminya Keyra? Kok kalian berdua bisa nikah? Punya anak lagi anjrit gue salah denger gak sih?” Pertanyaan Pitaloka mewakilkan seluruh manusia yang kepo dilapangan. Pitaloka bahkan tak sadar saking hebohnya sampai menginjak sepatu Egi, calon suaminya.


Keyra melirik Akhir kesal, yang dilirik pun masih setia menebarkan senyum manisnya. “Gue, Akhir Dika Vihor dengan bangga memperkenalkan diri sebagai suami kedua Queensha Keyra Naura. Bini gue hebatkan?”

__ADS_1


“Hebat banget anjrittt!” Ucap Pitaloka paling heboh dari seruan yang lain. “Keyra minta tipsnya dong!” Pitaloka menatap Keyra penuh harap.


Dahi Keyra berkerut dalam. “Tips apa?”


“Itu loh tips bisa punya dua suami ganteng yang gak beku dan yang utama TAJIR MELINTIR!” Ujar Pitaloka semangat.


Egi memutar matanya malas. “Key kasih tau calon istri gue ini, dan eh? Kita gajadi nikah ya, darling.” Kelakar Egi tajam.


Mendadak rasa panik menghampiri Pitaloka. “Ih elah sayang kok gajadi nikah? Bulan depan akad-nya loh masa dibatalin gitu aja.” Rengek Pitaloka sambil mengejar Egi yang berlalu menuju parkiran.


Akhir terkekeh samar. “Acara reuni akbar tahun ini bisa di lanjutkan sampai selesai. Sorry gue selaku Wakil Panitia sama bini gue pamit pulang dulu, kasian debay-nya kedinginan.” Ucap Akhir menggunakan mic yang Keyra pegang, kemudian membawa wanita itu turun dari panggung.


“Duh cocwit banget deh mereka,” ucap Agni.


“Itu Keyra adik kelas kita kan yang dulunya jadi Queen Traavo? Gila cocok banget sama Akhir, huhu my first love.” Timpal Fayla mengibaskan rambutnya kebelakang karena merasa gerah, menatap langkah Akhir yang menuntun Keyra penuh kelembutan.


Belva mengangguk “Salut sih dia bisa tegar gitu. Sementara suaminya malah dikabarin selingkuh terang-terangan. Ngakak dong Rafka buang Keyra demi j@lang kayak Shahila.” Ujar Belva tertawa mengejek.


“Untungnya ada Akhir yak. Gue liat pertemanan antara anggota Traavo sedikit renggang gara-gara masalah Rafka yang selingkuh. Pantes aja sih Keyra kuat karena banyak backing-annya.”


Mereka tak tahu, bahwa Keyra tak sekuat itu. Keyra tetaplah wanita biasa yang hatinya mudah rapuh apalagi dikhianati seseorang yang sangat ia cinta, setelah menjalin ikatan pernikahan selama 11 tahun.


Wanita itu hanya tak mau ada orang yang menatapnya iba, biarkanlah rasa sakit itu hanya Keyra yang tahu.


...♦♦♦...


...♦♦...


“Rafka kesana, aku pengen ketemu temen-temen aku.” Ajak Shahila menunjuk kerumunan wanita berpakaian glamour yang sedang duduk sambil bercengkrama.


"Lo duluan, gue mau ke toilet.”


Tanpa mendengar jawaban Shahila, Rafka segera menuju toilet khusus jurusan Akuntansi yang paling dekat dengan tempatnya saat ini.


Sedikit kesal karena Rafka langsung berlalu, Shahila pun mendekati teman lamanya dengan berseru anggun bak Putri Raja.


...🐥🐣🐤...


"Lama gak ketemu."


Tubuh Keyra menegang melihat pantulan wajah sangat suami dicermin toilet yang sedang menatapnya tajam. Ia berdeham sejenak lalu mencuci tangannya di wastafel dengan wajah yang dibuat setenang mungkin.


“Mana suami kedua kamu, Naura?”


Keyra reflek memutar mata malas.


"Oh itu Mas Akhir dipanggil sama Pak Alvin sebentar,” balas Keyra.


Mas? Tangan Rafka terkepal hingga buku jarinya memutih. Selama 11 tahun keduanya menikah, Keyra tak pernah memanggilnya dengan embel-embel ‘Mas’ dan Rafka cukup kecewa mendengar langsung wanita itu memanggil orang lain dengan sebutan yang menurut Rafka spesial.


Rafka menarik tangan Keyra agar berhadapan langsung dengannya. Tatapan Rafka terpaku pada perut Keyra yang nampak membuncit dibalik gaun panjang-nya. Selama tiga bulan pisah rumah, Rafka tak menyangka jika istrinya sekarang tengah mengandung. Pertanyaan-nya sekarang, Anak siapa?


Keyra mendelik dan kembali menghadap ke cermin tanpa memedulikan tatapan bingung Rafka.


“Jadi benar, kamu lagi hamil? Anak siapa?” Tanya Rafka.


Diem Key, lo ngomong ini anak Afka juga dia gak bakal percaya.


“Jadi pekerjaan kamu sekarang itu wartawan bukan dokter lagi, hm?” Tukas Keyra sambil terkekeh. Ia membalikkan badannya menghadap Rafka berniat untuk meninggalkan toilet. Namun tangan Rafka justru menahan pinggang wanitanya agar tak kabur.


“Anak siapa?”


“Mas Akhir,” balas Keyra tanpa ragu.


“Ra.... Jangan bercanda please!”


“Becanda kamu bilang?” Keyra terkekeh sinis. “Kita impas, kamu selingkuh dan menghamili selingkuhan mu itu. Aku selingkuh dan kini sedang hamil anaknya Mas Akhir.”


Rafka tertegun. Sumpah bukan ini yang Rafka inginkan. Ia tak rela wanitanya hamil anak orang lain, terlebih orang itu sahabat, sekaligus Kakak tirinya sendiri.


“Besok, tunggu surat dari pengadilan. Kita berakhir,” setelah menyelesaikan kalimatnya, Rafka berlalu begitu saja meninggalkan tubuh Keyra yang meluruh ke lantai.


Air mata yang sedari tadi Keyra tampung pun langsung tumpah tanpa bisa dicegah lagi. Wanita itu mengelus perutnya yang sedikit membuncit dengan tatapan terluka.


“Maafin Mama ya sayang harus memisahkan kamu dengan Papa kandung mu sendiri. Tapi lebih baik memang seperti ini, dari pada nanti kamu harus berbagi Papa dengan orang lain. Mama gak mau sampai kamu terluka,” gumamnya lirih.


“Kenapa Papa Davin, Bunda Reva, dan Bunda Rini tinggalin Keyra disaat Keyra sedang mengandung cucu kalian? Kalian mengharapkan bayi Keyra ‘kan?”


Wanita itu kini mengingat Raga, sang adik yang sangat ia sayangi. “Raga... Raga gak kangen sama Kak Queen? Bentar lagi Raga jadi Om loh, kenapa Raga juga tinggalin Kak Queen?”


“Aku kangen kalian...” Sekat yang sudah ia bangun semenjak tiga bulan yang lalu, langsung hilang entah kemana setelah Rafka mendatanginya dan mengatakan ‘kita berakhir'.


Keyra memegang dadanya sambil memejamkan matanya kuat. “Hati Keyra sakit Bunda... Papa... Afka...”


TBC


tandai typo


Terlalu mengecewakan bukan? Keyra hamil gini amat jadi lemah

__ADS_1


G A J E!


like comen paporit woeee


__ADS_2