
Sore ini Keyra sedang duduk diruang tamu bersama adik dan Ibu tirinya. Menonton layar televisi yang menayangkan kartun bocah kembar kesukaan Raga. Seperti biasanya, Raga akan menonton sambil meletakkan kepalanya dipaha Reva.
"Usapin," rengek Raga manja.
Reva mengelus kepala putranya sembari melirik Keyra yang tengah tersenyum menatap layar ponselnya.
“Kamu mau ke mall, Queen?”
Keyra mendongak menatap Bunda nya, lalu menggeleng pelan tanda menolak. “Mager Bunda. Gak ada temen juga buat diajak keliling, Bunda tau sendiri temen Keyra laki semua.”
Reva menatap Keyra sendu. Jika dulu saat ia masih remaja, Reva sering pergi ke pusat perbelanjaan dan quality time bersama sahabat-nya. Maka beda lagi dengan Keyra yang lebih sering menghabiskan waktunya dirumah bersamanya dan juga Raga.
Sebenarnya Rafka dan teman-temannya tak jarang mengajak gadis itu. Namun Keyra selalu menolak dengan beralasan ‘mager'. Gadis itu akan keluar jika hanya ingin saja.
“Yaudah besok ke mall, sama Bunda?”
Keyra menggeleng lagi, ia menaruh ponselnya diatas meja sambil memakan kentang goreng-nya kemudian berkata. “Semua kebutuhan aku udah di penuhin, jadi gausah Bunda.” Ucap Keyra.
“Astaga, kamu gak pengen apa-apa Queen? Make-up misalnya,” ucap Reva gregetan. Kemudian ia teringat sesuatu. “Belum beli dress kan ya buat nanti malem? Kita ke butik sekarang!”
Keyra terkekeh, “Gak usah Bunda. Aku ada kok, malah di lemari banyak tuh gaun yang sama sekali belum dipake.”
Reva menggeleng takjub. Memang setelah mengetahui bahwa Keyra adalah anak dari suaminya, Reva sangat antusias membeli banyak baju dan gaun untuk Keyra sesuai dengan ukuran tubuh gadis itu.
Keyra mengambil ponselnya saat ada beberapa notifikasi yang masuk. Ia langsung fokus pada ponselnya sambil tersenyum saat Bu Giva, sang Wali kelas mengirimkan pesan digrup kelas bahwa besok ulangan Akuntansi Keuangan diundur, karena wanita itu sedang sakit dan tak bisa berangkat ke sekolah.
“Udah punya pacar ya? Gak cerita nih sama Bunda?” Tanya Reva ketika melihat Keyra yang terus tersenyum memperhatikan layar ponselnya.
“Pacar? Gaada yang mau pacaran dan temenan sama aku, Bund,” ungkap Keyra. “Maksud aku temen perempuan.”
Keyra menepuk pipinya pelan sambil menerawang jauh.
"Banyak Bunda yang cari perhatian sama aku, tapi tujuan mereka tuh ke Traavo, bukan bener-bener tulus temenan sama aku. Apalagi desas-desus tentang aku yang anak haram dan pelakor, mana ada sih yang mau temenan ma aku?" Batin Keyra bermonolog.
Keyra ingat lima bulan yang lalu saat ia sedang berdiri didepan kelasnya hendak masuk kedalam kelas.
"What sumpah Demi apa?"
"Kecilin suara lo, ogeb!" Ketus Adela. "Akila si biyang gosip angkatan kita udah nyebar berita itu."
Pitaloka menjentikkan kedua jarinya didepan Adela. "Terus gue harus apa?"
“Deketin dia, manfaatin dengan baik."
"Sebenernya ogah lah, ketus gitu. Tapi demi bisa tau info kesukaan Ervin, gue rela deket sama dia." Kekeh Pitaloka geli.
Sontak Zea memutar mata malas mendengarnya. "Elah Del, ke kelas yok, gue mau nanya tugas ke Ipang."
Adela menepis tangan Zea yang menarik tangannya. "Halah bilang aja mau ketemu Ipang bukan nanya tugas."
"Itu lo tau, cepetan njirr!
Lo ngapain ngomong sama kutu beras ini sih?" Decak Zea melirik Pitaloka yang sudah memelototinya, seakan menunjukkan bahwa dia tak terima dengan ucapan Zea.
"Ahh tau lah males ngomong sama lo." Kesal Pitaloka. "Do'ain gue ya biar bisa dapet info dari Keyra tentang Ervin kyaa."
Keyra memutar bola matanya malas. Oh pantesan sebulan ini banyak cewek yang selalu mencari perhatian pada dirinya, tujuan mereka ternyata ingin dekat dengan Traavo.
Mereka pikir Keyra itu Emaknya apa sampai tau kesukaan Ervin dan teman-temannya. Huh perkumpulan orang-orang goblog.
“Queen,” lamunan Keyra buyar mendengar suara Reva. "Gak semua orang itu kayak Aura dan Shahila. Pasti ada orang baik yang tulus temenan sama kamu. Tinggal kamu buka hati dan jangan judes judes kalo ada yang nyapa kamu. Saran Bunda, jangan terlalu bergantung dan percaya sama temen, mereka menyesatkan."
Reva menarik nafasnya sebelum melanjutkan kalimatnya. “Emang temenan sama lawan jenis itu lebih asik dan mereka punya solidaritas yang tinggi. tapi kamu perempuan sendiri, Queen. Bunda khawatir. Sekalipun kamu bisa bela diri, tenaga perempuan sama pria itu jelas beda.” Tambahnya.
Keyra menunduk sebentar.
“Mereka baik, Bunda sangat tau itu. Tapi Bunda gak sepercaya itu kalo mereka gak akan apa-apain kamu. Sementara kamu cantik, tipe ideal para cowok, gak mungkin mereka gak tertarik."
Kedua alis Keyra tertaut, “Gaada yang tertarik sama aku Bunda, buktinya aku jomblo sampai sekarang.”
Reva terkekeh, mencubit pipi Keyra pelan. “Kamunya aja yang gak mau.”
Keyra tersenyum lembut. Memang hanya dengan Reva lah ia bisa meluapkan perasaannya tanpa ditutup-tutupi. Ia pun pamit ke kamar pada Reva dan Raga yang masih asik menonton tanpa terganggu dengan obrolan Bunda dan Kakaknya.
...[Traavo Kentangking]...
19:15
Ipang Mesum Taik
[Assalamu'alaikum ukhti akhi
Wilujeng wengi
Kulo tresno panjenengan
Nga mangan ho
Sa pamit mo pulang
Woe
Gue gabut nih
Awal sama Belva ngeselin cukkk Mereka jebak gue mojok hehe senyum mesum]
{Voice note}
19:23
Firman Kembarannya Ervin
[Brsk]
Ipang Mesum Taik
[WOEEEE PIRMAN
Baku hantam yok
Gue kangen nonjok orang
Ahelah kirain ngikut ginian bakal seru karena ciwi-ciwi nya banyak yang cakep]
{Voice note}
Rafka Curut
[Lo abis keliling daerah cukk
Orang mana sih lu Pang
Sono baku hantam sama si Jebret beton aja
Lu cungkring biar kempes sekalian]
{Voice note}
Friski Sok Kalem
[Wah parah Rafka body shaming]
{Voice note}
__ADS_1
Ipang Mesum Taik
Gue gabut mennnn makanya iseng-iseng nanya mbah goggle
Si curut Rafka emang minta disunat
{Voice note}
Ripan Kamvret
[MKNYA JNGAN KARNA GRTISAN, KLIAN MAU DISRUH INI ITU SAMA KETOS WKETOS SONGONG ITU]
[Gw tbelin tuh:v]
Friski Sok Kalem
[Buset ngegas, gitu-gitu pacar gue tuh.]
[@rafka gmna lo ntar? Suara Naya keknya pecah deh, yakin puncak acara lancar?]
Rafka Curut
budu akh kagak peduli gua
{Voice note}
Firman Kembarannya Ervin
Ancr ntr
Rafka Curut
jamet muncul @.
Firman kembarannya Ervin
Dr td
Btw w bkn jmt😑
Rija Ccunguk
Ribut sekali epribadeh
Ada apa nih
(Voice note}
Ipang mesum taik
Alay laylay lu Ja. Yok woe yang belom muncul di Andromeda, kesini GC jangan lemot, gue gabut.
Keyra Naura
Ipang kek cewek ya berisik:v
^^^Betul tuh betul^^^
^^^@Key btw udah siap?^^^
Keyra Naura
Baru mandi, jam 8 baru lo sama Ripan kesini.
Ipang Mesum Taik
Pap dong🤗
Rafka Curut
Friski Sok Kalem
3
Riza Ccunguk
4
Ripan Kamvret
5
Akhir menyimpan ponselnya di dashboard mobil saat Keyra tak membalas pesan di grup chat Traavo lagi. Ia menyalakan mesin mobilnya begitu Mamanya sudah duduk di jok samping kemudi. Mobil Akhir kemudian melaju meninggalkan pekarangan rumahnya, menuju rumah Rivan.
•••••
"Dih gak mau gue,"
Belva menarik tangan Rafka dan menaruh paksa topi berwarna pink itu diatas tangan pemuda itu. "Harus mau, kali ini semuanya must be perfect!"
"Dasar tuan sempurna."
"Gue perempuan, dih."
Rafka memandang topi tersebut sambil berdecak kesal. Pikirannya, ini ultah sekolah atau ultah anak-anak? Untung topinya keren, tapi kenapa harus warna pink coba?
Ia memandang Belva kemudian berkata. "Gue mau Keyra gantiin Naya jadi temen duet gue."
Mata Belva membeliak. "Enak aja! Dua minggu udah ditetapin kalo lo sama Naya! Lagu udah dipilih juga."
"Ya intinya gue mau sama Keyra." Kekeuh Rafka.
"Cewek lo siapa?"
"Naya," jawab Rafka polos.
"Terus kenapa gue harus pasangin lo sama Kera?"
"Wah si anjing, namanya Keyra." Ingin sekali Rafka menjitak Belva yang tingginya hanya sebatas lehernya. Namun ia ingat jika didepannya kini adalah pacar Friski, temannya.
"Gue gak ngejamin acara ini lancar." Ketus nya sebelum berlalu meninggalkan ruangan aula. Ia sekilas melirik Naya yang berpapasan dengannya dipintu, dan Rafka pun langsung melenggang tanpa membalas senyuman gadis itu.
Naya mendekati Belva. "Kak makasih ya, berkat Kakak aku bisa duet bareng Rafka."
Belva menatap Naya prihatin. "Nanti pas puncak, buktiin ke pelakor itu kalo kamu lebih segalanya dari dia. Spirit Nay, semoga nanti malem lancar." Belva menepuk punggung Naya menyemangati.
Naya mengangguk antusias, "Pasti."
♨♨♨♨♨
Mobil Akhir terparkir rapih di depan gerbang mansion Gandawari. Ia datang bersama Rivan yang memang lebih sering menumpang dibanding membawa kendaraan sendiri.
Si tampan bin medit itu bahkan untuk urusan uang bensin motornya saja ia perhitungan, berbeda dengan Bian dan Akhir yang sangat royal.
Setelah mengantarkan sang Mama ke rumah Liora-- Mama Rivan, Akhir pun langsung mengajak Rivan untuk menjemput Keyra.
Kedua pemuda bersetelan jas berwarna hitam itu menyender di kap mobil sambil bersiul menunggu kedatangan gadis cantik bermata amber.
"Perlu saya bukakan gerbangnya, Mas Akhir, Mas Rivan?"
Akhir menggeleng, “Gak usah Pak, kita nunggu Keyra disini aja.”
Satpam itu mengangguk dan kembali duduk di pos penjagaan.
__ADS_1
“Bener gak sih kalo malem-malem bersiul itu, bakalan ada demit yang ngehampirin kita? Gue kepo njirt,” ujar Rivan penasaran.
Akhir menatap Rivan aneh, lantas mengangguk tanda mengiyakan. “Bener, itu setannya ada dibelakang elo.” Senyum seringai Akhir muncul kala wajah Rivan langsung pucat.
“Mana,” Rivan membalikkan tubuhnya menghadap kebelakang. “Gaada asw! Bilangin ke demitnya dong, kalo pas dia masih idup gendernya cewek, suruh kerumah gue."
Akhir melirik kebelakang, entah apa yang diucapkan pemuda itu, Rivan hanya diam sambil mengusap tengkuknya yang meremang.
"Udah gue bilangin gan. And, katanya dia suka sama lo." Kekeh Akhir sambil sekilas melirik sesuatu dibelakang Rivan.
Rivan terlonjak, "Hah? Apa lu kata? Kok dia jadi suka sama gue?"
"Ho'oh, ntar jam 12 dia udah di depan kamar lo."
Rivan memukul kepala Akhir hingga si empu meringis. "Gue lagi nyariin jodoh buat si Pocong yang mati ditinggal rabi pacarnya, onyet. Nyusahin banget itu Pocong, udah mati aja nyusahin gue banget. Minta dicariin jodoh lagi.” Kelakar Rivan.
“Loh,” Akhir menganga. “Lo indigo? Sama dong kek gue."
“Ya enggak lah, gue bukan indigo. Tapi si Abang Pocong nampakin diri mulu didepan gue, kalo versi cewek sih dia mirip cewek gila tadi pagi yang ngaku ngaku jadi pacar gue.” Terang Rivan.
“Btw lo seriusan indigo? Kek Shahila dong. Kalo bersatu keren kali yak indigo ketemu indigo terus anaknya jadi Naruto," ucap Rivan tak nyambung.
“Shahila sapa?” Tanya Akhir.
Rivan berbisik pada Akhir kala melihat Keyra yang baru keluar dari pintu hendak mendekati keduanya. “Mantan bestienya Kekey.”
Akhir diam, kini memandang Keyra dengan pandangan terpaku.
“Hayuk,” ajak Keyra saat dirinya tiba di depan kedua pemuda tadi.
Keyra mengenakan dress blouse tunik simple dibawah lutut berwarna putih dengan riasan tipis yang menghiasi wajahnya.
“Wihh burik,” ucap Rivan kagum.
“Wih ganteng,” timpal Akhir.
Keyra memutar mata malas. Ia pun masuk kedalam mobil Akhir tepat di bagian jok belakang.
“Yeee si kekey baperan.”
★★★★★
Rafka duduk disamping teman-temannya sambil menatap keatas panggung dengan bosan. Matanya kembali bergerak liar mengamati lingkungan sekitarnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sebentar lagi puncak acara akan segera di mulai. Namun, mata Rafka yang sedari tadi bergerak liar, tak menemukan sosok Keyra di manapun.
Dia sudah dihubungi oleh Akhir jika Keyra, Akhir dan Rivan sudah berada di parkiran Andromeda. Tapi sampai sekarang, ketiganya tak kunjung nampak batang hidungnya.
“Pang.. Gaada yang rusuh gak seru, acaranya lancar lancar aja heran gue. Riza sama Friski juga pro banget bikin ini acara lebih heboh."
“Nikmatin aja sih banyak cewek bening pada pamer dada noh. MasyaAllah, cantek banget jodoh orang." Ucap Ivan menatap segerombolan gadis yang mengenakan dress hitam diatas lutut dengan tatapan memuja.
"Harusnya astaghfirullah, Ipang! Sok-sokan lo bilang bosen di GC, aslinya kesenengan, dih taik!"
Rafka memutar mata. “Dada abis diupgrade cowok tuh, najisin mending gue pulang.”
Ivan menahan tangan Rafka yang beranjak. “Bentar lagi Keyra dateng, lo mau pergi?"
Memutar mata, Rafka duduk lagi dengan bersedekap dada.
"Rafka!" Rafka diam, memilih memejamkan matanya sambil menulikan pendengarnya kala suara Naya memanggilnya. Ia tak mempunyai mood yang bagus untuk bercanda bersama temannya dan meladeni kekasihnya.
"Budek," cibir Alrik pelan.
"Ih Rafka ih!" Kesal Naya. Tatapan Naya kini tertuju pada tiga orang remaja yang baru tiba, tengah menjadi pusat perhatian. Ia melangkahkan kakinya menuju ketiga orang tersebut dengan Alrik disampingnya.
“Stop!”
“Kamu gak boleh masuk Keyra!” Naya dan Alrik menghalangi jalan ketiga manusia yang baru tiba itu.
“Kenapa emangnya?” Tanya Akhir.
Alrik mendelik pada Keyra. “Kan dari awal udah ditetapin konsepnya kalo cewek pake baju hitam, sedangkan cowok yang pake putih. Ini kenapa jadi kebalik?”
“Bacot lo kek mulut tetangga,” celetuk Rivan sinis.
“Rivan kamu gak boleh ngomong kasar disekolah! Keyra gak boleh masuk!” Larang Naya lagi.
“Kalo gue ngomong kasar, terus apa urusannya sama lo? Pake ngelarang temen gue masuk lagi, lo kepala sekolah? Pemilik yayasan? Atau donatur tetap di Andromeda?” Kelakar Rivan membuat Naya diam. “Kicep kan lo.”
“Naya Naya, kenapa Keyra doang yang dilarang?"
Naya memutar otak, tatapannya tertuju pada sebuah kertas yang digenggam oleh Rivan dan Akhir. Ia pun tersenyum manis.
“Harus bawa undangan, cuman Kak Akhir sama Rivan doang yang bawa. Yang gak bawa undangan itu dilarang masuk!"
Keyra, akhir dan Rivan sontak memutar mata. Ini acara biasa, kenapa heboh sekali? “Tinggal fotocopy aja undangan gue, gitu aja ribet.” celetuk Rivan melempar undangannya tepat diwajah Alrik.
“Tahun lalu anggota OSIS gak seribet kalian ya, masih baru aja belagu.” Ucap Akhir sambil tersenyum kesal.
Keyra terkekeh, hanya diam tanpa mengeluarkan suara saja, Naya dan Alrik sudah dibuat bungkam oleh Rivan dan Akhir. Tangannya ditarik oleh Akhir agar berjalan mendekati teman-teman nya yang sudah berkumpul di samping kiri panggung.
"Lama banget lo, abis kemana dulu?"
Keyra duduk di samping Riza, lalu memandang Rafka dengan alis terangkat. "Foto-foto dulu didepan, cakep banget Af."
"Gue emang cakep."
"Maksud gue pemandangan di deket lapangan yang cakep." Koreksi Keyra.
Keyra kini memandang Riza yang juga sedang memperhatikan nya. "Kenapa? Gue cantik?" Tanya Keyra.
Riza menggeleng. "Menurut gue lo cantikan pas dulu, awal kita ketemu."
Keyra tertawa, "Fix lo emang rabun."
"Gini ya, cantik itu menurut gue harus ditutupi. Biar lo tau siapa yang bener-bener suka sama lo tanpa mandang fisik. Kalo lo tua nanti emangnya lo tetep cantik? Ditinggalin nanti, nyahok lo."
Keyra kagum dengan kata-kata Riza yang menurutnya sedikit bijak. Sedikit ya, karena cantik kok ditutupi? Pake apa emang?
"Wih cakep, mau masuk list jodoh gue?"
"Enggak mau, perlu gue tegasin, lo sekarang bukan tipe gue." Tegasnya hingga membuat teman-temannya tertawa ngakak.
"Wah anjing,"
"Ngakak vangsat!"
"Sabar Key sabar."
Keyra menghela jengah saat mereka tertawa nista. Sumpah ia malu, apalagi dengan percaya dirinya berucap ‘gue cantik ya'.
Sekarang, mau ditaruh dimana muka Keyra, kawan?
Keyra mendorong bahu Rafka ketika Belva menatap kearahnya tajam. "Sono tampil, cemangat nyet."
"Semoga gak lancar ya bor."
"Bismillah Rafka kesurupan diatas panggung."
TBC
tandai typo
__ADS_1