
“Lo jangan ngatur gue ya!”
Andra menghela sabar. Jika di depannya saat ini bukan Alisa--si pujaan hatinya, Andra jamin, gadis di hadapannya ini akan kena semprot dari mulutnya yang santai tapi menusuk.
“Sudah jam setengah tujuh dan kamu masih bergelung di kasur? Ck pemalas," ucap Andra. “Kamu bahkan kalah start dari Keyra...”
Belum juga Andra menyelesaikan ucapannya, tangan Alisa sudah terangkat menyuruh Andra untuk diam. “Apa apa hah? Lo ga usah deh bawa-bawa nama anak sial itu!” Sedikit lesu, Alisa menjawab sambil bersiap untuk tidur kembali. Namun tangan Andra sudah sigap mengambil selimutnya, membuat gadis itu berdecak pelan.
Alis Andra naik sebelah, menatap Alisa remeh. “Kamu kalah start dari adik kamu, Alisa. Yakin masih mau berleha-leha disini, sementara pujaan kamu tengah berkencan dengan adik kamu sendiri?”
Mati-matian Andra mengatakan itu dengan raut santai. Padahal dalam hati, ia terus mengutuk Rafka. Si bocah tengik itu dengan gampangnya mendapatkan hati seorang Alisa --gadis yang sudah lama ia cintai.
“Kencan?” Beo Alisa linglung. Maklum, nyawanya belum terkumpul.
Ctakk
Andra menyentil jidat Alisa, mengabaikan mata Alisa yang sekarang menatapnya dengan tatapan membunuh. “Makannya, gausah nonton drakor sampai larut! Kamu pikir suara tangisan serta jeritan senang kamu itu tak menganggu orang yang sedang beristirahat? Saya terganggu!”
Plak
Kini giliran Andra yang meringis saat Alisa memukul bahunya, “Terserah gue dong mau nonton drakor ampe larut kek, gaada urusannya sama lo!”
“Ohh iya gue baru sadar.. KENAPA LO MASIH DISINI BAMBANG?!”
“Saya menginap sampai nanti malam,” ungkap Andra.
“Heh gak boleh gak boleh!” Protes Alisa cepat. “Berhubung ini rumah gue yang sucinya minta ampun, gue --Alisa Seftiani yang cantiknya tiada tanding ngusir elo dari sini, SEKARANG JUGA!”
“Saya gak peduli,” balas Andra kelewat santai. Yang mana memancing emosi gadis di hadapannya.
“Mandi, gausah dandan, menurut saya kamu makin jelek kalo dandan. Turun kebawah dan bikin sarapan."
Wajah Alisa cengo, ini seriusan Andra menyuruhnya membuat sarapan?
“Arggh sialan!”
...Like n comen nya akak...
...(´°̥̥̥̥̥̥̥̥ω°̥̥̥̥̥̥̥̥`)...
Sabina Putri Kalandra, putri bungsu pasangan dari Cakra Setiawan dan Arini Evila Kalandra itu kini sedang senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya.
Ost Still Together menjadi lagu favoritnya saat ini, Nana heboh sendiri sambil membandingkan foto dua pria yang ia buat kolase.
Satu aktor, dan satunya..
... Orang yang Nana suka.
“Tuhan tolonglah...”
“Aku tak ingin jatuh cinta.. Kecuali kepada Akang Terang dan Akang Ri.." Nyanyian konyol itu terhentikan begitu Nana menyadari sosok Keyra berdiri di ambang pintu kamarnya. Ia mempersilahkan Keyra untuk masuk sambil menggaruk tengkuknya salah tingkah.
Keyra masuk kedalam kamar Nana dengan bersungut-sungut. Rafka tak membiarkannya pulang dan malah mengurungnya di rumah pemuda itu. Sementara Rafka malah berkencan dengan Naya.
Iya, saat keduanya tadi masih memakan bubur dengan sesekali Keyra dan Rafka saling beradu mulut, Naya datang dan meminta janjinya pada Rafka. Keyra yang tak ingin menganggu pun memilih untuk pulang sendiri.
Flashback
Sebuah motor matic berhenti tepat di samping Keyra dan Rafka. Pemilik motor itu Naya, menghampiri kedua manusia yang saat ini sedang menatapnya heran.
“Rafka kebetulan banget kita ketemu disini, kamu mau kan nganterin aku ke rumah Bibi Intan? Aku gak bisa bawa motor...”
“Itu lo bawa motor njer emang bawa becak?” Celetuk Keyra menyela Naya.
Naya terkekeh paksa. “Omah ngelarang aku keluar komplek sendiri, makanya aku cari Rafka.”
Omah? Mamanya Bunda Reva? Heleh sedeket apa sih lu ama dia? Nenek sihir shia.
Keyra itu dendam dengan Dinda. Sejak bertemu pertama kali di mall, Dinda lebih sering mengunjungi mansion Gandawari dengan alasan rindu dengan anak dan cucunya. Mulut wanita tua itu sering mengolok-olok Keyra hingga membuat gadis itu risih sekaligus kesal.
”Anak haram, gausah belagu, ya Keyra.” Kalimat Dinda yang masih terngiang-ngiang di otak Keyra.
Kali ini pandangan Naya tertuju pada Rafka, kekasihnya. “Dan kata Tante Rini, kamu jogging pagi.”
“Sekalian gitu aku mau nagih janji kamu, kita kencan ya?” Lanjut Naya sambil bergelayut manja di lengan Rafka.
Keyra beranjak tanpa berkata, ia malas menjadi parasit sepasang kekasih itu. Namun tangan Rafka lebih dulu menahannya, membuat ia menoleh seraya mengangkat alis songong. “Nani?"
“Pulang kerumah gue.”
__ADS_1
“Gak ada bantahan cukk, Bunda yang minta,” sela Rafka begitu Keyra akan mengajukan protes.
“Ok,” melepas tangan Rafka secara paksa, Keyra berlalu begitu saja.
“Jangan pulang sebelum gue balik!”
Flashback Off
“Sial gue ketipu.. Bunda Rini aja gak tau gue nginep dirumah Mama,” dengus Keyra sebal.
Duduk di kasur milik Nana sambil matanya mengedar keseluruh kamar adik Rafka yang tak berubah. Namun matanya menyipit melihat sebuah foto aktor Thailand, China, Korea dan Filipina menempel di dinding kamar Nana.
Sementara si empu kasur sedang menyandarkan punggung di kepala ranjang sambil mendengarkan lagu yang sangat asing di telinga Keyra.
Nana beranjak sambil cengengesan, ia memeluk tunangan Kakaknya itu. “Kak Keyra gak tinggal dirumah sebelah lagi jadi berisi yak, montok banget,” ujar Nana. Ia kira Keyra akan tersanjung mendengar pujiannya. Namun sebaliknya, respon gadis itu malah terlihat kesal.
“Dih bukannya nanya kabar gue, malah ngatain gue gendut lo Na.”
“Ihh Nana nggak ngatain Kak Keyra gendut ya! Tapi semok,” Keyra mendelik dibuatnya.
Apaan semok?
Begitu pelukan terlepas, keduanya langsung tengkurap di atas kasur. Dan dengan antusias nya, Nana bercerita tentang idolanya saat ini.
“Lagunya enak kan Kak? Yang nyanyi masa depan aku loh."
Keyra mengangguk saja.
“Heem. Tapi asing ditelinga gue, Na. Emang sapa yang nyanyi? Masih kecil bias-nya tiap hari ganti ya,” ujar Keyra setengah meledek.
Dua tahun yang lalu, Keyra mengetahui semua kebiasaan Nana yang suka mengidolakan aktor-aktor Luar Negeri. Padahal Nana saat itu masih menginjak bangku Sekolah Dasar.
Keyra yang tak pernah mengidolakan aktor-aktris manapun, menganggap Nana terlalu lebay.
Keyra memang sekuper itu.
“Aku udah kelas delapan artinya udah gede ya Kak!” Balas Nana kesal, bibirnya mengerucut lucu. “Ini Kak aaa ya ampun ganteng banget Mas Terangku,” Nana berkata hiperbola. Ia menunjukan sebuah foto berisi aktor Thailand bertubuh jangkung yang kadar ketampanannya diatas rata-rata.
Keyra melirik nya sekilas.
“Iya ganteng,” balas Keyra seadanya.
Keyra mengerutkan kening, ia merasa ada yang berubah dari sikap Nana. Gadis itu yang saat kecil sangat kalem dan pendiam, mengapa sekarang menjadi bawel seperti ini?
“Iyaa gantengnya WOH bat.”
Tapi gantengan Bapak gua, Na. Kekeh Keyra dalam hati.
Keyra menggeleng takjub. Dari lockscreen, wallpaper WhatsApp, foto profil sosial media Nana, semuanya adalah bias Nana. Mulai dari Park Chanyeol, Bright Vachirawit, Xiao Zhan, serta Singto Prachaya memenuhi galeri ponsel gadis itu.
“Coba ganti lagunya, gue mau lihat JOOX musik lo,” Keyra merasa tertarik dengan isi ponsel Nana. Bahkan ia mengabaikan ponselnya yang tentunya sangat membuatnya bosan. Tak ada yang menarik dari ponselnya, terkecuali foto candit seseorang yang membuat Keyra terkekeh nista.
“Musik mah nanti aja, kita liat video aja Kak. Nana mau pamer cadangan Nana yang lain hehe.”
“Hah cadangan?”
“Ini,“
Keyra menonton trailer yang berdurasi 3 menit dengan seksama. Matanya menangkap ke-enam aktor yang tengah memerankan sebuah serial bergenre comedy, membuat ia tergelak lirih.
”Mereka ngomong apa sih? Tapi kok gue ngakak ya?” Keyra menyeka ujung matanya yang terasa basah.
“Nah itu, Nana aja udah seminggu belajar bahasa Thailand, biar gak gemes sekaligus gregetan pas dialog mereka.... Belajar bahasa kalbu dulu Kak,” balasnya berkobar. “Menurut kakak yang ganteng yang mana?”
Keyra tampak mengamati lebih intens wajah ke-enamnya. Semuanya tampan, dan mampu membuat moodnya membaik.
“Menurut gue ini yang paling ganteng, kayaknya peluk-able awokawok," ucap Keyra. “Sekilas mirip Bang Andra.”
“Teh Tawar?"
“Hah Teh Tawar?” Beo Keyra bingung.
Nana mengangguk mengiyakan.
“Share link YT nya Na, gue gabut pengen cari suasana baru. Siapa tau bias lo nanti juga jadi bias gue.”
“WA nya Kak Keyra yang baru aja aku gak punya,” Nana menekuk wajahnya.
“Nanti aku kirim lewat WA nya Bang Rafka aja.”
__ADS_1
“Dih gak mao, siniin aja hape lo,” Nana menggeleng, menyembunyikan ponselnya dibawah bantalnya.
“Lowbat hehe, lupain masalah bias dan kehaluan aku...”
“Sekarang kita bicara tentang kakak... Aku kangen banget sama kamu Kak, suer! Bang Rafka juga waktu Kakak belum siuman, dia ngenes banget kek orang gak waras. Eh emang gak waras ya haha. ”
Tawa Nana menular ke Keyra, keduanya semakin asik bercengkrama. Walaupun beda umur dan tak sedarah, Keyra dan Nana mempunyai kebiasaan yang sama. Yaitu sama-sama susah dekat dengan seseorang. Bahkan Nana hanya mempunyai satu orang sahabat perempuan dan dua lelaki.
“Kak Keyra~” panggil Nana dengan bernada.
“Apa?
“Kak Rivan udah punya pacar belum?”
Keyra nampak berpikir sejenak.
“Gak tau, udah keknya.” Binar bahagia Nana nampak tergantikan dengan raut mendung gadis itu.
“Yang jomblo di Traavo ‘kan cuman Bian sama gue, Na.”
Nana mengangguk mengerti. “Sesama jomblo kenapa gak jadian aja sih? Bang Bian juga yang paling waras diantara temen Bang Rafka yang lain, cocok lah sama Kakak.”
“Suka gue sepihak kali, Bian juga dari lahir nge single mulu.” Keyra mengedikkan bahunya acuh, “sebenernya gue pengen punya cowok buat pamer ke Kakak kamvret lo itu, Na..”
“Heran deh suka banget pamer sama gue,” imbuh Keyra.
“Gimana kalo kakak aku comblangin sama senior aku di SMP? Mereka yang masuk list jodoh aku ganteng, manis sama penurut loh,” tawar Nana begitu menggiurkan.
“Gak suka berondong,” tolak Keyra.
“Maunya Om-Om,” tambah Nana terkekeh geli.
Gak minta vote, maunya spam komen🤦♀️
Okey skip:v
♋♋♋♋♋
“GUE GAK BISA MASAK!"
“Kamu bisa! Cuma males aja pake bikin alibi ‘gak bisa’ cih.” Andra mendecih, membiarkan Alisa mencak-mencak tak jelas di dapur.
“Gue beneran gak bisa masak Om Tua!” Kekeuh Alisa.
Pria itu tak menjawab, ia berjalan mendekati Alisa. Tangannya terulur membenarkan ikat rambut gadis itu yang terlihat asal-asalan.
“Apaan sih? Gak usah pegang-pegang deh!”
"Ok,” balas Andra singkat. “Lanjutin nyapu dan masaknya, saya tunggu.”
“Gue gak mau ya masak apalagi nyapu, ngotorin kuku aja.” Alisa mencuci tangannya di wastafel sambil terus menggerutu. "Lo jangan berdiri dibelakang gue dong, risih tauk!”
Andra tetep keukeuh berdiri dibelakang tubuh Alisa yang tengah menghadap wastafel, meraih tangan lembut gadis itu dan menggenggamnya pelan.
Mata keduanya bersirobok, Alisa jadi baper di tatap sedemikian intens nya oleh Andra. Ia menggigit bibir bawahnya gugup, tak lupa menepis rasa kagum melihat wajah Andra dari dekat. Tampan dan err, memesona?
“A-abang gue kemana sih? Biasanya juga dia yang masak.” Alisa mengalihkan pandangannya, ia kembali menghadap wastafel. Alisa tak mau menatap wajah Andra lebih lama, yang mana mampu membuat jantungnya berdebar tak karuan.
Andra menganga mendengarnya. Namun secepat kilat, ia merubah raut wajahnya menjadi lebih santai. “Jam 6 tadi dia pergi nyari jodoh.”
“Jodoh kok dicari, dia mau ngegey ya?”
Astaghfirullah!
“Kenapa harus nyari diluar sih? Buang waktu aja! Dirumah ini ada pasangan gey-nya kok, selingkuh dia dari lo?”
Cukup, Andra tak terima di sebut ‘gay’ oleh Alisa. Ia maju, tangannya bergerak membalikkan tubuh Alisa. Pria itu memajukan wajahnya, menangkup kedua pipi Alisa hingga hidung keduanya bersentuhan.
Alisa memejamkan matanya begitu tangan kokoh Andra mencengkram bahunya erat. Hampir saja bibir keduanya bertemu, namun pekikan seseorang mampu mengurungkan niat Andra.
“ANYING LIVESTREAMING!”
TBC
Tandai typo
Tinggalin jejaknya akak, favorit juga yak:v
see you!
__ADS_1