Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Babu


__ADS_3

Walau manis sempat singgah


Tepat sebelum aku kalah


Dalam sesak hatiku selalu bertanya


Masih kah ada nama--


“Stop Keyraaaa, itu lagu gak relate diri lo banget!!” Keyra menjerit tertahan setelah bibirnya tanpa sadar menyanyikan lagu yang sedari dulu menjadi lagu favoritnya. “Lo itu gadis anti bucin! Buktinya dari dulu suka sama Bian, tapi gak keliatan naksir dia.. Kalo gitu gue gak akan bisa nangis karena cowok Valid!!” Ujar nya penuh yakin.


Eh gue suka Bian apa Afka sih?


“Akh andai gue punya banyak temen cewek, mungkin udah bikin geng 'anti bucin-bucin club' kali yak hahaha anjirt gue gila.”


Keyra memang gila, itu nyata. Buktinya gadis itu berbicara dan tertawa sendiri, tanpa menyadari ada seseorang yang berdiri di balik pintu kamarnya. Tengah mentertawakan ke absurd-an gadis itu.


“Baru tau gue kalo lo gila,” kekehnya dalam diam. Ia melirik jam tangan nya sekilas.


Pukul 18:15


“Bentar lagi,” gumam nya seraya berbalik badan meninggalkan pintu kamar Keyra.


Kembali ke Keyra, setelah berbicara sendiri tak jelas, gadis itu beranjak bangun, lalu berlalu memasuki kamar mandi dan berendam di bath up yang berisi air hangat dengan sabun aroma terapi yang mampu merileksasikan tubuhnya.


Setelah di rasa cukup, Keyra menyudahi acara berendamnya. Ia kemudian keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono miliknya. Keyra masuk kedalam walk-in closet dan memakai drees selutut berwarna biru laut pilihan Reva yang sangat pas di tubuhnya. Setelahnya, Keyra duduk di meja riasnya dan mulai memoleskan make up natural di wajahnya yang segar.


“Yap! Jangan tebel-tebel, Key. Lo masih bocil dan cocok make ginian aja wkwk,” entah mengapa gadis jutek itu sedari tadi terus tertawa pelan. Kerasukan? Sepertinya iya.


“Yailah andai hari ini bukan ke acara perusahaan temen nya Papa, mungkin gue ajak temen aja kali yak buat hunting..”


Gadis itu seketika menepuk jidatnya karena mengingat sesuatu. “Sampe lupa! Gue kan gak punya temen, kecuali para cecurut itu, hadeh mengsedih!”


When tomorrow comes~


I'll be on my own🔊🔊🔊


Brandalan gubluk💙👻 calling


Keyra melirik layar ponselnya yang menyala, ia lantas menekan icon hijau lalu menempel kan ponselnya ke telinga.


“Hah iya kenapa Af?”


“Ra gue mau maksa lo buat berangkat sama Ervin, Siap-siap gih!” Jelas Rafka to the point. Di seberang sana terdengar sangat berisik, Keyra jelas langsung tau dimana pemuda itu berada sekarang.


“Dih emangnya lo siapa? Make nyuruh gue berangkat sama Rey lagi!”


“Dih emangnya lo berhak buat nolak gitu?”

__ADS_1


Keyra mencibir Rafka yang mengikuti gaya bicaranya. Tanpa pamit, gadis itu langsung memutuskan sambungan nya secara sepihak.


Belum sempat Keyra beranjak untuk meninggalkan kamarnya, ponselnya kembali berdering namun singkat. Dengan bersungut-sungut, Keyra membuka pesan yang baru saja Rafka kirimkan.


Brandalan gubluk💙👻


[Kalo lo gak dateng ke acaranya Uncle Gara bareng Ervin, gue sebar ke semua orang kalo lo tuh suka sama Ian:v]


Me



Brandalan gubluk 💙👻


[Oh ya jelas lo harus peduli, secara kan gue juga tau aib lo yang lain aWok aWok]


[Keyra Naura si gadis pelit yang gak peduli sama sekitar ternyata takut cacing, kodok, sama parnoan bat, beuh apa kata dunia para cecurut?]


“Buset emangnya gue pelit?”


[Betewe, keknya lo gak suka Ian..


Lu suka nya gue, iya 'kan👍]


[Udahlah jangan suka sama gue🙄 berat, saingan lo itu banyak bat, mana cantiknya gak manusiawi, babu silahkan mundur alon-alon cuk👌]


Gadis yang masih membaca pesan dari Rafka itu tiba-tiba ingin memuntahkan seluruh makanan yang ada di dalam perutnya. Apa ini? Mengapa tingkat kepercayaan diri Rafka semakin menjadi-jadi.


★Like, Comen n Favoritnya★


Di tempat berbeda, terdapat Alisa, Aura, Shahila dan satu gadis asing berkulit hitam manis yang saat ini tengah berada di ballroom hotel tempat di adakan nya acara pembukaan cabang baru milik Anderson Corp.


Keempatnya sedang berbincang asik bersama Clara, Bela dan juga Intan yang merupakan Ibu dari Aura, Shahila dan Lia.


“Ini apa kita gak kecepetan ya, Mi? Udah setengah jam loh kita disini. Dan acaranya di mulai bukan nya jam sembilan, ya?” Tanya Shahila pada Bela yang hanya mendengkus dan melotot garang pada sang anak.


“Ish lo diem aja deh! Kita di sini cepet-cepet juga buat nyambut Ivan sama yang lain tau!”


“Tau tuh! Gue gak sabar nyambut My Prince Rafka aaaa.” Alisa menimpali dengan kedua tangan yang menangkup pipinya.


Iyuhh alay!


“Heh emang nya lo berdua tuh satpam sama yang tugasnya nyambut tamu? Hahaha anjirt tolol banget!” Lia membalas ucapan Aura dan Alisa dengan sinis. Gadis itu tak menyukai saat ada seseorang yang berharap pada Ivan Ariendra.


Maklum, Ivan adalah target selanjutnya.


“Aduh jeng anak mu gak punya atittude sama sekali kah? Malu-maluin aja!” Clara yang tak menyukai anaknya di hina oleh Lia pun angkat suara, “mending suruh balik ajalah jeng, dari pada nanti kamu di bikin malu di depan keluarga Anderson karena punya anak kek Lia yang bar-bar!” Decaknya sinis.

__ADS_1


Gotcha, ini yang gue tunggu!


Ivan gak akan mungkin ke tempat ginian, gue harus ke markas Traavo! Tapi markas Traavo tuh dimana sih?


Gue pura-pura gak mau dulu lah dari pada ntar di marahin Papa.


“Tante jangan ngehasut Mama, ya!” Ujar Lia dengan nada suara yang mulai naik hingga membuat sang Mama langsung menyetujui usulan teman arisan nya itu.


“Kamu pulang aja ya, nak. Temenin Lea di rumah. pasti dia kesepian sejak Bi Asih di rawat di rumah sakit.”


Lea lagi? Si anak pembantu gak tau diri itu?


“Lah Ma nanti kalo Lia nyasar gimana? Kan Mama tau sendiri Lia tuh suka pelupa sama jalan dan parnoan kalo deket-deket sama cowok kecuali Papa, Ivan sama temen-temen nya.”


Bohong jika Lia akan tersesat ketika ia pulang sendiri. Gadis itu tak sepolos tampilan nya, ia merupakan gadis liar yang sangat hafal dengan jalan-jalan di Ibu kota.


Lagipula, gadis itu hanya dekat dengan Ivan. Sementara dengan teman Ivan lain nya? Boro-boro dekat, saling menyapa saja tidak pernah.


“Heh apaan lo bawa-bawa cowok gue?” Sentak Aura kasar.


“Apaan sih? Diem aja deh lo! Udah putus Mbak, jadi sadar diri, cih.”


“Heh anak anj--”


“Sawadikap Tante-Tante semua.” Sela Akhir saat ia dan Ivan yang tiba-tiba datang dan langsung menyalimi punggung tangan Clara, Bela, Intan dan keempat gadis disana yang melotot karena di panggil ‘Tante’ olehnya.


Jelas ke-empat gadis itu melotot garang, namun Aura dan Lia langsung luluh dengan senyuman buaya Ivan yang mampu membuat keduanya berbunga-bunga.


“Hah skidip*pap?”


“Anjirt gak di sensor lo ***, otak lo minus bener! Sawadikap budek!” Akhir menekankan kata-katanya tepat di telinga Ivan.


Clara seperti mendapat kan oasis di padang pasir, ia menatap kedua pemuda di depan nya dengan mata berbinar. “Heey, kalian anak nya Pak Rean dan Pak Adnan ‘kan?”


“Bukan,” sahut Ivan dan Akhir kompak, keduanya lalu menoleh bersamaan dan bertos ria. “Bapak Rean dan Bapak Adnan yang terhormat itu babu kita berdua, Tante! Iya kagak Pang?”


“Yoi!” Kekeh Ivan sambil menyenggol bahu Lia yang hanya diam dan menatapnya intens. “Kuy lo ikut kita! Nanti gue traktir es batu deh!” Bisik nya di telinga Lia.


Aura yang melihat itu langsung geram, ia hendak meraih pergelangan tangan Ivan namun langsung di tepis kasar oleh Lia. Sekarang ini Lia sudah mengapit kedua lengan Ivan dan Akhir. “Ma, udah ada Ivan sama Bang Akhir, Lia pamit ya.. Have fun Ma babay.” Lia langsung berbalik badan meningalkan semuanya dengan di temani kedua cowo ganteng namun sedikit tak waras itu.


“Ma kenapa di biarin aja? Aku gak mau Ma kalo Ivan sama Lia, Ivan itu cuman punya Aku!”


“Sutt, masih banyak cowok tampan dan kaya disini, mereka bakalan ngelirik kamu, tenang aja. Ivan itu bisa di atur nanti.”


Aku mau nya Ivan, Ma! Aaa dasar orang tua egois!


TBC:V

__ADS_1


Tandai typo


Betewe butuh kritik n saran nya akak..


__ADS_2