Keyra Naura

Keyra Naura
Ani


__ADS_3

Drtt drtt


Bunyi ponsel yang berderit memecah keheningan diruangan itu. Posisi ponsel milik Rafka yang diletakkan di atas nakas, memudahkan Keyra untuk melihat siapa si pengirim pesan tersebut. Terpampang nama 'Shahila' yang membuat Keyra terkekeh sinis.


Apabila ada hal yang perlu Keyra sesali dalam hidup, rasanya bukan satu dua, tetapi cukup banyak. Penyesalannya yang sudah menumpuk itu kian bertambah pagi ini.


Wanita itu memandang Rafka lama, lalu tungkainya melangkah menuju pintu keluar. Keyra rasa berdebat dengan Rafka hanya akan menguras tenaga dan emosinya. Ia memerlukan waktu 1 jam lamanya untuk bisa keluar dari apartemen sialan itu. Diluar masih gelap, wanita itu merutuki ponselnya yang mati. Tangannya bergerak menghentikan sebuah sepeda motor yang melaju kearahnya.


Motor matic hitam itu langsung berhenti di samping Keyra. Si pengendara motor melepas helmnya dan terkaget saat tau bahwa Keyra lah yang menghentikan motornya.


"Kamu ngapain disini? Dan..."


Erosi mengamati tampilan Keyra dari atas hingga bawah, wanita itu hanya mengenakan kaos pendek yang nampak kebesaran ditubuh mungilnya dengan celana panjang seseorang yang terlihat familiar.


"Abis jogging," jawab Keyra sekenanya. "Saya nyasar disini, boleh minta tolong anterin saya kerumah Awal?"


Erosi mengerutkan dahi. "Dari semalem nyebutnya anda saya mulu, dah. Stop ngomong formal sama aku woi!"


Keyra menghela napasnya sebelum kemudian mengangguk. Tangannya digunakan untuk memeluk tubuhnya sendiri. Keyra kedinginan, sampai-sampai tubuhnya mengigil karena udara disekitarnya


"Pake," ucap Erosi menyodorkan jaketnya pada Keyra. "Jam segini dingin banget. Kalo kamu naik motor tapi gak pake jaket, itu namanya nyari penyakit! Kedinginan bisa jadi penyebab penyakit jantung--"


"Jadi, mau kemana?" Sela Keyra pelan. Perilaku dan kecerewetan Erosi mengingatkan Keyra akan Rafka dulu.


"Naik dulu dong Mbaknya," ucap Erosi yang dituruti oleh Keyra. Wanita itu menaiki motor Erosi dengan cepat.


Melihat Keyra yang sudah memakai jaketnya, Erosi kemudian menyalakan mesin motornya. "Ipar aku ngidam, dan kampretnya malah nyuruh aku beliin martabak jam segini."


"Martabak?" Tanya Keyra menatap kaca spion dengan kepala yang dimiringkan. Ia tiba-tiba teringat dengan pedagang martabak yang berjualan disekitar SMK nya dulu. Keyra menepuk pundak Erosi. "Tau SMK Andromeda?"


"Andromeda yah?" Erosi nampak berpikir sebentar. "Tau. Dulu temen-temen aku kebanyakan sekolah disana. Jadi kenapa sama SMK itu?"


"15 meter dari gerbang Andromeda, ada penjual martabak yang jualan sampe pagi, mungkin. Kita bisa kesana."


Erosi pun mengangguk dan dibalik helm fullface nya, ia tengah tersenyum lebar karena Keyra tak canggung lagi dengannya. Misinya dimulai. Meluluhkan hati wanita yang duduk dibelakangnya.


Erosi benar-benar penasaran dengan Keyra. Karena sadar, wanita itu tadi berdiri didepan area apartemen yang biasa Rafka tempati saat malas pulang kerumah.


Erosi tak sebodoh itu untuk menyadari semuanya.

__ADS_1


...🐤🐣🐥...


Erosi memandang gerobak yang bertuliskan 'Martabak Mang Teja' kemudian menarik Keyra untuk duduk di kursi yang di sediakan. "Pesen martabak telur-nya satu, Mas."


"Satu lagi keju," timpal Keyra. Penjual martabak yang dulunya tua itu berubah muda. Keyra yakin itu kerabat dekat Mang Teja karena mengingat usia Mang Teja yang tak muda lagi.


"Siap! Ditunggu ya Mbak, Masnya," ucap si penjual sambil berkutat dengan alat dan adonan di-hadapannya.


"Kamu kenal Bang Rafka dari kapan, Key?" Erosi memulai obrolan saat mata Keyra mengedar mengamati area setempat.


Wanita itu menatap Erosi dengan pandangan tak terbaca. "Dari kecil, dia tetangga aku." Ucap Keyra jujur.


"Loh dari kecil toh? Terus kenapa semalem kabur?" Tanya Erosi kaget.


"Aku gak kabur," balas Keyra sambil memalingkan muka.


Beberapa saat hening. Sampai Erosi berinisiatif memulai obrolan kembali.


"Pernah ada hubungan special sebelumnya?"


"Pernah, maybe." Keyra mencomot martabak kejunya yang baru dihidangkan. Ia menawarkan martabak itu kepada Erosi yang langsung memakannya. "Rafka, my ex husband." Ucapnya tiba-tiba yang membuat Erosi tersedak.


"Ja-jadi, bocah kemarin anak kamu sama Bang Rafka?" Tanya Erosi sangsi.


"Ah iya aku inget, pasien tadi namanya Milan kan? Berarti dia anak kamu sama Bang Rafka bukan anak Shahila?"


'Berondong cerewet!' Keyra membatin kesal karena Erosi terus bertanya tentang masa lalunya yang lumayan kelam.


"Kok Bang Rafka gak pernah cerita yak kalo punya mantan istri?"


Keyra menggedikan bahu acuh sambil tersenyum getir. "Aku gak penting, jadi buat apa diceritain?" Sebelum Erosi membalas, Keyra sudah beranjak dan membayar martabak nya. Ia berjalan terlebih dahulu mendekati motor meninggalkan Erosi yang baru menerima martabak pesanan pria itu.


Motor kembali melaju menuju kediaman kakak kandung Erosi beserta istrinya. Hanya membutuhkan 10 menit untuk mereka sampai dirumah Degra, Kakak Erosi. Pria itu langsung masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu, meninggalkan Keyra yang masih berdiri didekat motor sambil memijat pelipisnya yang berdenyut.


"Bu-- Bu Keyra?"


Kelopak matanya terbuka, Keyra memandang seorang wanita yang baru saja menyebut namanya. "Siapa?"


Wanita itu termundur kebelakang sambil mengusap tengkuknya yang meremang. Keyra mengerutkan dahi kemudian memandang wanita itu intens. "Ane?"

__ADS_1


"SAYA ANI!"


"Yaudah nggak usah ngegas!" Sewot Keyra menggedik acuh.


"Ibu? Apa ini beneran Bu keyra yang ternyata gak mandul itu?"


"Heh!" Keyra balas melotot. "Gak usah panggil saya dengan embel-embel 'Bu', saya bukan majikan kamu lagi!"


Ani menggaruk tengkuknya sambil tersenyum lebar. "Ayo Mbak masuk kedalem, ada yang mau aku omongin."


"Ini rumah kamu?"


Ani tertawa dan spontan menabok bahu Keyra cepat. "Ya enggak lah Mbak! Ini tuh rumah majikan baru saya, orangnya ganteng banget Mbak! Pengen tak gebet sumpah!" Ucap Ani dengan logat jawanya yang khas.


'Majikan?' Keyra mencerna ucapan mantan pembantunya sebelum kemudian melotot garang. "Kakaknya Erosi? Kamu sarap hah?!"


Ani seketika gelagapan. "Ya enggak toh Mbak! Udah insyap saya nargetin cowok beristri, yang ada nanti malah dipecat kayak dulu." Ucap Ani dengan takut-takut. "Saya ngincer Mas Erosi, kebetulan dia kakel cogan saya waktu SMA hehe," tambahnya lagi.


"Loh kamu dipecat sama siapa?"


"Ya sama Nenek lampir itu--"


"Key, gas aku anterin."


Suara Erosi yang baru datang menginterupsi ucapan Ani. Wanita itu langsung memandang Erosi berbinar. "Mas Erosi ganteng banget!"


Erosi terkekeh. "Kamu juga makin cantik, Ani," ungkap Erosi jujur yang mana membuat Ani tersenyum malu-malu.


"Kuy, Key," ajak Erosi namun Keyra masih bergeming memandang Ani.


"Tadi kamu mau ngomong apa sama saya?"


Ani seketika langsung meraih ponselnya kemudian menyodorkan ponsel itu ke Keyra. "Aku minta nomer Mbak Keyra aja, soalnya masih banyak kerjaan."


Keyra tanpa kata langsung mengetik nomor telepon-nya di ponsel Ani. "Udah."


Ani mengangguk meraih ponselnya sembari memandang Erosi yang mulai melajukan motornya dengan Keyra dibelakangnya.


"Mbak Keyra masih hidup yah? Gimana bisa? Apa Ane tahu ini?" Gumam Ani bingung. "Hahh tapi kok bisa Mbak Keyra deket banget sama Mas Erosi? Mereka pacaran? Pak Rafka kan udah cerai lama sama Mbak Keyra. Aduh saingan aku berat banget sih!"

__ADS_1


gjls:v


mls:v


__ADS_2