
Happy Reading!
...Jangan jadi orang yang suka banggain diri sendiri, apalagi ngakunya cantik sama pinter. Kalo penilaian orang lain tentang lo burik plus goblog, berarti lo perlu kaca!...
...-Keyra sok bijak-...
Dugh!
Brugh!
Brak!
Bulir-bulir keringat mulai membanjiri kulit Rafka yang sejak tadi terus memukul dan menendang samsak yang menggantung di depannya.
Setelah merasa kelelahan, Rafka melempar asal sarung tinjunya sambil menjatuhkan tubuhnya di atas matras. Dadanya kembang kempis, nafasnya masih memburu. Ia mengusap bulir-bulir keringat yang membasahi keningnya.
Rafka menghela napas panjang, ia memandang keatas dengan kosong.
“Gini doang cemburu lu, Raf. Ian cuman temen, dan lo itu tunangan-nya Naura.”
Di jam dua pagi, rasa kantuk belum juga menyerangnya. Biasanya, temen-teman Rafka akan datang dan mengajaknya mabar game online sampai subuh. Rafka yang merasa kesepian pun, memasuki ruangan yang dibuat khusus oleh Ayah-nya untuk dirinya.
“Ian minta lo ngejomblo sampe lulus SMK, kenapa gue peka banget kalo dia mau nembak lo pas lulus, Ra?” Rafka mengacak rambutnya yang basah karena keringat. “Kalo gitu, saat itu juga, gue ungkapin semuanya. Perasaan gue ke elo nyet.”
Dan akhirnya, pemuda itu terlelap diatas matras yang dingin dengan punggung tangan yang menutupi kening dan matanya.
LIKE, comen n favorit nya:v
“Bismillah selamat pagi.”
Keyra terbangun di pagi buta, ia menyingkap gorden jendelanya sambil berjinjit. Setelah terbuka, dapat Keyra lihat bahwa diluar masih gelap. Ia menghirup udara pagi dan memandang pintu balkon kamar Rafka yang ternyata juga terbuka.
Gelap.
Keyra sedikit bingung mengapa Rafka tak menutup pintu balkon kamarnya?
“Ah ngapain dipikirin, mending siap-siap.” Sebelum mandi, Keyra turun kebawah untuk membuat nasi goreng dengan tiga porsi. Hanya butuh lima belas menit, nasi goreng ala Keyra matang. Gadis itu kembali lagi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap diri ke sekolah.
1 jam 17 menit kemudian, Keyra sudah duduk di samping Garen. Pria itu menunggunya. Sementara Alisa, nasi gorengnya sudah tandas dan sekarang gadis itu sedang meminum susu putihnya tanpa memedulikan Garen yang terus menegurnya.
“Gue berangkat.” Sebelum bangkit, Alisa memeriksa kembali lipstik, foundation serta bedak padatnya yang ia simpan di tas kecilnya. Ia meraih foundation dan mengaplikasikan ke lehernya yang terdapat bercak berwarna ungu, yang Keyra yakini digigit nyamuk.
Garen yang melihat hanya geleng kepala. ”Leher kamu kenapa?”
Alisa mendongak, “Nyamuk Bang, Alisa garuk jadi merah keunguan gini.”
Gestur nya terlihat gugup, namun Alisa menutupi semuanya dengan senyuman.
“Ohh, terus Andra kemana?“ Tanya Garen lagi.
“Pulang.”
__ADS_1
“Dih masa pulang gak bilang dulu ke Abang, gak sopan.”
“Emang dia gak sopan Bang! Pecat aja jadi temen lo, dia aja berani-beraninya--”
Alisa tak melanjutkan kalimatnya, ia mengiggit bibir bawahnya. Seringai Garen muncul menghiasi wajah tampannya.
“Berani apa?”
“Enggak.. Enggak! Yaudah Lisa berangkat dulu ya Bang,” belum juga Alisa bangkit, Garen sudah men-titahnya untuk duduk kembali.
“Kita berangkat bareng.”
Alisa duduk kembali sambil mengerutkan keningnya heran.
“Tumben lo ngajakin gue, biasanya juga sendiri.” Alisa menyapukan bedak di wajahnya sambil melipat bibirnya yang sudah terpoleskan lipstik. Kini atensinya tertuju pada Keyra. “Lo ngapain pake seragam OSIS? Dirumah aja deh, gaada sekolah yang nerima pembawa sial kek lo.”
Keyra memilih diam sambil memakan nasi gorengnya. Sekilas, ia melirik Alisa jengah.
Mau sekolah atau mau jadi biduan?
“Dih kalo diajakin gak mau ya gapapa, Abang sama Keyra aja.” Giliran Garen yang bersuara. Ia beranjak dari duduknya mengambil satu set baju olahraga yang sudah Garen siapkan sejak semalam. Ia kemudian menyodorkan baju itu kepada Keyra.
“Leh dia gak sekolah Bang, keluarganya mana mampu nyekolahin dia.”
“Ngelindur kamu Lisa?”
Alisa yang terlanjur dongkol pun bangkit dari duduknya, ia berlalu dan masuk kedalam mobil Garen sambil mencak-mencak tak jelas.
“Keyra dirumah ada baju olahraga kali, Bang. Gak usah,” tolak Keyra. “Pelajaran olahraga juga bukan hari ini.”
Garen meraih tas Keyra dan menaruh paksa baju itu. “Hari ini kelas kamu ada jadwal olahraga dan gurunya itu Abang, Key.”
Kerutan di dahi Keyra nampak dalam, “kok bisa? Minggu lalu jam olahraga hari kamis bukan senin. Dan juga, Abang ngajar di kelas 12 ‘kan?”
“Nanti kamu juga tau pas disekolah.”
Keyra hanya ber-oh ria.
“Takut terlambat, ayo berangkat.”
Keyra tak menjawab lagi, ia mengikuti langkah Garen menuju mobil.
★★★★
Turun dari mobil, Keyra langsung mencium punggung tangan Garen. Sementara Alisa, ia mencium pipi pria itu. Semua itu tak luput dari pandangan siswa-siswi yang berada disekitar parkiran. Pandangan mereka seolah bertanya apa hubungan kedua gadis itu dengan Garen --Guru olahraga di Andromeda.
“Duh, berasa punya bini dua,” batinnya terkekeh.
Plak!
Garen menampar pipinya pelan sambil menatap kedua punggung adiknya yang menjauh. “Tumben akur heleh.” Lantas, Garen kembali masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke parkiran khusus staf Guru.
__ADS_1
“Mata gue pagi-pagi udah di suguhi yang bening-bening njirt, itu sampingnya Alisa siapa ya?" Cowok ber-name tag Agil itu bertanya pada teman perempuan yang berdiri di samping-nya.
“Gak tau, tapi mukanya belagu banget gak senyum. Mana rambutnya disemir jadi coklat lagi."
“Anak baru kali.” Timpal siswi satunya. “Hooh, sombong banget mukanya.”
“Yang kemarin cupu, yang sekarang belagu. Males banget anak barunya gaada yang cogan, cewek semua.”
Keyra tetap berjalan lurus tanpa ekspresi. Ia memang terbiasa seperti ini,
mengabaikan orang asing disekitarnya yang sering menggunjing dirinya.
Mana mungkin ‘kan ia say hello pada orang yang bahkan tak dikenalnya?
Senyum, dikira SKSD.
Datar, dikira sombong.
Jadi, bukan hanya cowok saja yang suka serba salah, Keyra juga sama.
Tangan Keyra dicekal kuat oleh seseorang, ia menolehkan kepalanya kebelakang.
“Jalan lo dibelakang gue, biar gak ada yang tau kalo lo itu adek gue.” Desis Alisa lirih.
Keyra mengerutkan dahi. “Dih ngapain banget gue jalan dibelakang elo? Najis kali mending gue ke kelas.” Keyra membalikan badanya malas. Ia dengan langkah santainya berlalu memasuki kelasnya yang berada di lantai satu.
Gigi Alisa bergemelatuk, ia memandang punggung adiknya kesal.
Kelas X AKL 3
Setelah meletakkan ranselnya diatas meja, Keyra hendak keluar dari kelas. Namun urung, kala ada tiga orang gadis sedang menghadang jalannya.
“Eitss anak baru ya? Kenalin,” gadis bernama Pitaloka itu menjabat tangan Keyra. “Aku Pitaloka, gadis tercantik, terpandai dan ter-ramah di Andromeda yang menjabat sebagai Ketua Kelas disini.” Ujarnya dengan senyum lima jari.
Cantik?
Keyra mengamati Pitaloka dengan pandangan menilai. Keyra ingat Pitaloka, gadis ini yang mengolok-olok dirinya saat ia mendapatkan hukuman.
“Gue bukan anak baru nyet,” Keyra mendorong bahu Pitaloka yang menurutnya sangat dekat hingga membuatnya terganggu. “Minggir!”
Ketiga gadis itu menganga, dan tanpa sadar memundurkan tubuhnya seakan memberi akses untuk Keyra lewat.
TBC
Tandai typo
Beri jejak kalian:v
Terimakasih
See you!
__ADS_1