
Happy Reading...
Delapan🍃
Selama perjalanan, seorang tour guide memperkenalkan dirinya, namanya Cintya, dia adalah tour guide dari yyy travel yang akan memandu mereka dalam perjalanan. Dan kemudian pendamping Cintya membagikan topi berwarna hitam sedikit keorens-an sebagai souvenir beserta snack dan air minum pada setiap siswa.
Di bus, keadaan sedikit sepi karena kebanyakan dari mereka memilih untuk tidur. Sementara gerombolan Rivan and the geng masih saja aktiv memainkan ponsel mereka, sesekali bersenda gurau.
Di kursi paling pojok bagian belakang di deret kiri. Rafka, cowok itu menyingkirkan rambut Keyra yang menutupi wajah manisnya. Untung nya di bus itu gelap karena di matikan lampunya, sehingga dengan bebas Rafka memandang wajah cantik milik Keyra. AC dibagian atas pun Rafka matikan karena takut Nauranya kedinginan. Rafka mengedarkan pandangan melihat situasi sekitar, dan ternyata tidak ada yang duduk di bagian belakang, untungnya para Guru menyisihkan tiga bangku di bagian paling belakang deret kanan.
Dengan ragu, Rafka menyentuh kening Keyra dengan bibir nya selama beberapa menit, matanya terpejam. Dalam hati, Rafka berharap Keyra tak menyadari kelakuan brengsekknya yang tak izin mencium kening gadis itu.
Mendadak hujan deras mengguyur jalanan yang bus mereka lalui. Banyak penghuni bus yang semakin nyenyak tidurnya. Begitupun dengan Rivan, Ivan, Abian, Friski dan Ervin yang nampak tertidur dengan tangan bersedekap.
Rafka sendiri tidak bisa tertidur dan fokus melihat jalan-jalan yang di lalui bus mereka. Ia masih sedikit merasa bersalah telah mencuri ciuman yang pastinya pertama untuk Keyra. Karena Rafka tau semua nya, Keyra tak pernah dekat dengan lelaki manapun. Termasuk Ayah kandungnya sendiri.
Baru mencium kening nya saja sudah merasa bersalah, ditambah jantung nya berpacu sangat cepat. Bagaimana jika ia mengambil first kiss di bibir dan semua yang ada di tubuh gadis itu? “Astagfirullah,“ Rafka ber-istigfar. Ia mengenyahkan segala pikiran kotornya.
Lagi, Rafka melirik Keyra yang nampak terusik tidurnya. Cowok itu menarik jaket tebal yang mirip selimut yang tadi ia bawa untuk jaga-jaga, lalu ia menaruh jaket itu pada Keyra dengan tangannya yang masuk untuk memeluk pinggang gadis itu. Kepalanya ia senderkan di bahu kiri Keyra.
“Gue sayang sama lo, Ra...”
Deg
“Sebagai temen masa kecil gue,” Rafka semakin memper-erat pelukan nya.
Deg
"Dan gue nggak mau, lo tersakiti lagi karna ulah kakak uler sama ayah kandung lo itu,” imbuh Rafka melirih.
Jleb
Beberapa menit kemudian, deru nafas teratur mulai terdengar. Ya, Rafka tertidur di bahu Keyra.
__ADS_1
“Ternyata sikap baik lo selama ini, cuman ngerasa kasihan aja sama gue yang kurang kasih sayang ini, Af.” batin Keyra menghembuskan nafasnya pelan, “untung gue nggak baper sama sikap lo.”
Ya, jika Rafka memang tertidur. Berbeda dengan Keyra yang hanya memejamkan matanya sembari menikmati lagu yang berputar. Ia sungguh merasakan gelenyar aneh saat Rafka mencium kening nya.
Ucapan terakhir Rafka mampu membuat Keyra merasakan dada-nya sesak. Tapi ia tak tau mengapa dada nya bisa terasa sesak.
Awal nya Keyra akui jika ia terbawa suasana, sedikit. Namun semua perasaan tipis itu Keyra buang juh-jauh, jika ia benar menyukai bahkan mencintai Rafka. Bisa jadi ia akan menjadi salah satu jenis spesies sad girl di dunia.
Bagaimana tidak?
Rafka hanya menganggap nya teman masa kecil nya saja, tidak lebih. Ya memang dia merupakan tunangan cowok itu, tapi itu semua hanya paksaan bukan?
Yang kedua, Alisa —kakak nya menyukai bahkan tergila, gila pada cowok itu. Dan bisa saja Rafka juga menyukai Alisa karena kecantikan nya. Ketiga, Ayah nya pasti menyuruh ia pindah kerumah Neneknya jika Andri tau, Keyra lah penghalang kebahagiaan Alisa —putri kesayangan nya.
Baru membayangkan saja Keyra sudah merasa sesakit ini. Tidak, tidak! Keyra tidak akan mencintai tetangga nya itu. Tangan nya terangkat mengusap surai Rafka lembut. Ah, Keyra baru tahu, ternyata cowok yang jarang mandi itu mempunyai rambut yang halus dan ber-aroma Petrikor.
Mata nya menyusuri area wajah Rafka yang tampan, ya walaupun lebih tampan Ervin dan juga Abian. Tapi tetap saja, raut kalem wajah Rafka jika tertidur membuat Keyra betah menatap nya lamat-lamat.
Keyra kembali mengelus rambut Rafka, bolehkah ia mengakui, jika ia juga menyayangi Rafka? Sama seperti Rafka menyayangi diri nya, sebagai teman masa kecil dan tidak lebih.
“Posisi kita, lo ngerasa intim nggak sih, Ra?” celetuk Rafka tiba-tiba. Cowok itu menguap sedikit, menatap menggoda kearah Keyra dengan masih bersandar pada bahu gadis itu.
“Dih, gue tadi lagi nyariin kutu di rambut lo, ya! Mana rambut lo kasar bat kek kagak pernah mandi! Lagian, bukan nya lo udah tidur ya?”
“Gue terakhir mandi lima hari yang lalu di bawah aer hujan. Tadi nya gue udah tidur, mana baru 3 menit gue ngimpi di elus-elus bidadari, eh pas bangun malah di elus si mayat idup,” jelas Rafka mengacak gemas rambut Keyra.
Jelas Rafka berbohong. Ia rajin mandi, tapi hanya wajah nya saja yang ia mandikan, kalian paham bukan kebiasaan mandi seorang Rafka?
“Af, gue bukan mayat idup, ya! Stop lo sama Traavo nyebut gue 'mayat idup', mending tidur lagi sono. Gue juga mau tidur,” ujar Keyra mengeratkan jaket milik Rafka ketubuhnya. Yang secara tak langsung, gerakan nya membuat tangan Rafka yang masih berada di pinggang Keyra juga mengerat.
“Bodoh!” umpat Rafka pelan. “Sepi banget ya, Ra? Ujan juga makin deres. Gimana kalo kita bikin Rafka junior?” tawar nya tak tahu diri.
“Baka! Gue mau tidur, jangan berisik!” Sergah Keyra.
__ADS_1
Keyra ingin menepis tangan Rafka pun
percuma, keduanya masih tau tempat tadi saat mengobrol dengan sedikit berbisik, takut jika ada yang salah paham akan obrolan mereka yang sedikit mengada-ngada.
“Gue bakalan nyanyi sebagai bonus karena lo udah nyariin kutu di rambut gue,” ujar Rafka bersiap nyanyi. Namun mulut nya sudah di bekap oleh tangan Keyra. Cowok itu menepis tangan Keyra dan berganti menautkan tangan nya pada tangan Keyra. “gue nyanyi di telinga lo, kok!” ia memajukan wajah nya tepat di depan wajah gadis itu.
Cowok itu melantunkan setiap bait lirik lagu dengan sangat merdu. Keyra tau, jika Rafka sangat cocok jika menjadi penyanyi sama seperti opa nya. Namun, ia tak menyangka akan sebagus itu jika Rafka langsung bernyanyi di dekat telinga nya. Yang Keyra ingat kalimat yang Rafka nyanyikan ialah...
'I was the one who gave you your first kiss'
Kalian tau artinya? Jika tidak ya sudah. Mungkin cukup hanya Tuhan, Rafka dan Keyra saja yang tahu.
Seketika pipi nya merona. Mengapa juga Rafka harus menyanyikan lagu se-romantis itu? Rasanya, Keyra ingin tenggelam saja ke dalam sumur.
Mana Keyra yang kagak pernah baper?!
.
.
.
Tet tetttttt
Typo n salah kata, hampura!
T E R I M A K A S I H _-
.
.
.
__ADS_1