Keyra Naura

Keyra Naura
KN_ Gandawari


__ADS_3

Happy reading...


Senin, pukul 6:30 di mansion Gandawari,


“KEYRA, RAGA, ERVIN, TURUN NAK!”


“IYA BUNDA!”


“BUNDA BENTAR, RAGA KECEKIK DASI, HUHU,”


“QUEEN CEPETAN TURUN, LANGSUNG MAKAN! RAFKA UDAH NUNGGUIN DI TERAS!”


“RAGA MAKE DASINYA YANG BENER DONG, JANGAN DI LILITIN! BUNDA TARO TAS KERJA PAPA DULU,”


Davin hanya bisa mengelus dadanya mendengar teriakan istri dan kedua anaknya, untung saja anak beku nya tidak ikutan berteriak, kalo Ervin juga ikut berteriak, bisa hancur rumah yang sudah dibangun nya sejak ia masih duduk di bangku SMA.


Cup


Reva buru-buru mengecup kening Davin, lalu menaruh tas kerja suaminya di kursi yang biasa di duduki nya.


“ASTAGA! QUEEN ENGGAK LIAT, KOK!”


“QUEEN, JANGAN TERIAK! BUNDA KE ATAS DULU. DAVIN, JANGAN LUPA BEKAL DARI AKU DI BAWA!”


Setelah mengatakan itu, Reva berlari kecil menaiki anak tangga.

__ADS_1


“Lah, kan Bunda juga teriak,” ujar Keyra seraya duduk di kursi yang letak nya tak jauh dengan Davin.


“Rey mana, Pah?” Tanya Keyra seraya mengunyah makanan yang sudah di siapkan oleh Reva.


“Masih tidur kali, kamu jangan makan sambil ngomong, nanti kesedek!” Cerocos Davin.


“Hehe, di rumah ini yang beku cuman Rey doang ya, Pah? Dulu bikinnya kayak gimana?”


Uhuk uhuk..


Davin tersedak, ia langsung menegak air putih nya cepat.


“Kamu beneran mau pake gituan, Queen? Papa emang sengaja beliin baju yang kegedean, tapi, apa harus pake wig juga?” Tanya Davin mengalihkan pembicaraan.


Davin Menatap putrinya yang pagi ini sudah rapi mengenakan seragam khas anak SMK Andromeda, dengan baju kebesaran, rambut palsu berwarna hitam yang sedikit ikal, serta tahi lalat menempel sempurna di bawah rahang dan pipi Keyra. Kacamata bulat non min pun ikut menyempurnakan area wajah rupawan putrinya itu.


“Oh iya, Pah. Apa Tante Omah masih sering ngerecokin kalian? Maafin Queen, ya..”


Davin beranjak seraya meletakan sebuah kartu berwarna hitam di tas Keyra yang sedikit terbuka, setelahnya, ia mengusap puncak kepala Keyra pelan.


“Diluar, kang ojek udah nungguin, kalo ada apa-apa, sebut nama Papa tiga kali.”


Keyra menepuk jidatnya, “Afka ya, Pah? Lah buat apa Queen nyebut nama Papa tiga kali? Nanti nongol jin gitu?” Tanya Keyra heran.


Davin tertawa tanpa mau menjawab, Reva turun bersama Raga yang nampak masih menangis dengan tangan yang tak mau lepas dari pinggang Reva.

__ADS_1


“Bunda~” Keyra mendekati Reva seraya mencium punggung tangan wanita itu, lalu tangannya terulur mengacak-acak rambut hitam sedikit pirang milik Raga, “Queen berangkat, ya Bun. Raga jangan nangis dong. Anak cowok harus kuat! Raga mau kan kayak Papa?” Tanya Keyra seraya melirik Davin melalui ekor matanya. Secepat kilat, Raga mengangguk.


“Jangan nangis, okay? Yaudah aku berangkat dulu, papay semua,” pamit Keyra seraya melambaikan tangannya, ia sedikit berlari mendekati pintu, entah mengapa Keyra menjadi tak sabar bertemu motor Rafka, motor atau pemiliknya?


Belum sempat ada yang bersua, Ervin muncul bagaikan setan di siang bolong, pemuda itu sudah mengenakan seragam yang sama dengan Keyra, penampilannya patut di acungi jempol. Tidak biasanya Ervin berpakaian rapi, ya walau bajunya di keluarkan.


Ervin biasanya berangkat pukul 7:30, itu pun belum tentu masuk kedalam kelas, paling keliling lapangan terlebih dahulu.


“Ervin, sarapan dulu, nak!”


“Bang Er, Raga ikut, ya!”


Reva dan Raga berujar kompak, Ervin hanya meliriknya sekilas, “gak minat,” sahutnya. Ervin langsung berlalu pergi tanpa menoleh lagi.


“Anak kamu aneh semua, Vin. Heran aku,”


“Dahlah capek, buang aja si Ervin, kalo perlu ginjalnya jual dulu.”


Raga dan Reva melotot kepada kepala keluarga di rumah itu, entah mengapa Davin menjadi orang yang gampang bicara.


“PAPA!”


“DAVIN!”


Favorit, comen n like dong:v

__ADS_1


Kagak jelas ya? Dah lah, capek..


Muachhಥ⌣ಥ


__ADS_2