
Pagi-pagi sekali Angelina sudah berada di kampusnya dia selalu datang pagi bersama Yasmin dan keduany selalu membawa mobil masing-masing.
Sesampai di kampus keduanya menjadi pusat perhatian para mahasiswa. hmm. lebih tepatnya mahasiswa mempusat perhatian kepada Yasmin yang berpenampilan sangat cantik dengan make up yang cukup fantastis.
Angel pun tak menghiraukan mereka mereka yang terpesona dengan saudarnaya itu dia terus melangkah menuju kelasnya
Sesampai di kelas dia tak menemui siapapun lalu dia masuk dan membuka bukunya.
tak lama kemudian Intan datang dan duduk di sebelahnya.
" Angel kamu sudah datang...?" tanya Intan.
" Belum." seru Angelina bercanda.
" Aish kamu ini aku serius." seru Intan.
Angelina tak menjawab karna ucapannya terhenti saat seseorang datang menyapa keduanya.
" Pagi guys..." seru gadis itu.
" Pagi Delianan." seru Intan.
Angel hanya tersenyum lalu mengalihkan kembali tatapannya ke buku yang di pegang dari tadi.
" Angel kamu kenapa dari kemaren diam terus." tanya Deliana.
" Aku gak apa-apa." seru Angelina cuek.
__ADS_1
" Gak apa-apa bagaimana sih Angel kamu gak biasa loh kalau bicara sama aku." seru Deliana.
" Terserah kamu mau bilang apa." seru Angelina sambil menutup kembali bukunya karena dosen sudah masuk.
Setelah mata kuliah berakhir Angelina buru-buru berdiri dan meninggalkan kelas namun langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang memanggilnya.
" Angelll kemana...?" tanya Intan.
" Aku mau ke taman belakang ." seru Angelina sambil melanjutkan langkahnya.
Saat melewati taman Angelina melihat seseorang yg selama ini di hindari yaitu Savira.
Lalu Angelina mendekatinya.
" Gak baik lo melamun sendirian di tamana entar kesambet jin astral dan kawan-kawannya ." seru Angelina yang masih berdiri di samping kursi yang di duduki oleh Savira.
" Hmmm aku gak punya siapa siapa untuk bisa berbagi hidupku hanya bisa di salah kan saja di masa lalu dan sekarang." seru Savira.
" Kamu gak perluh sedih masih banyak kok yang mau temenan sama kamu asal kan kamu mau berbaur dengan mereka." seru Angelina yang sudah duduk di sebelah Savira.
" Hmmm aku gak tau mungkin ini takdir ku yang harus aku jalanin." seru Savira merasa sedih.
" Kamu gak perluh sedih mulai lah dari awal jika kamu menginginkan sesuatu dengan baik lakukanlah dengan tulus jangan berat hati percayalah itu akan jauh lebih baik lagi." seru Angelina menasehati.
" Wah kamu memang bisa di andalkan untuk berbagi cerita." seru Savira.
" Anggap saja begitu." seru Angelina.
__ADS_1
" Hmmm kalau aku boleh tau kenapa kamu ada disini." tanya Savira.
" Aku hanya ingin cari angin saja." seru Angelina.
" Hmmm begitu kamu tau gak aku sebenarnya iri banget sama kamu." seru Savira.
" Iri kenapa...?" tanya Angelina.
" Iya aku iri kamu punya banyak temen yang selalu bisa membuatmu bahagia." seru Savira.
" Jangan iri dengan hal yang dimiliki oleh orang lain kamu pasti bisa memilikinya jika kamu bisa berusaha meyakinkan hati kamu untuk memulai hal baru." seru Angelina dengan bijak.
" Wah baiklah nona." seru Savira cekikikan.
" Ah kamu ini meledek ku saja." seru Angelina
" Kamu sudah banyak teman dan sekarang berteman dengan si twin itu." seru Savira.
" Iya aku memang berteman dengan mereka tapi itu hanya kesepakatan dalam sebulan dan kesepakatan itu sudah berakhir." seru Angelina tanpa mereka sadari orang yang mereka bicarakan ada di sekitaran mereka sedang menguping keduanya pun kaget dan baru tersadar dengan sikap Angel yang berubah.
" Ah kalian ada-ada saja." seru Savira.
" Ya sudah kita masuk saja kamu kan sekelas dengan ku ayo masuk apa kamu masih ingin berada disini." seru Angelina.
" Tunggu apa kamu mau berteman denganku." tanya Savira hati-hati.
" Hmmm baiklah." seru Angelina sambil berjalan bersama dengan Savira.
__ADS_1
🌼🌼🌼 BERSAMBUNG 🌼🌼🌼