KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
PATRY BIRTHDAY KIARA


__ADS_3

Seperti biasa Widya terbangun dari tidurnya dia merasa tubuhnya seperti melayang lalu dia bergegas ke kamar mandi, setelah selesai mandi dia memakai seragamnya lalu keluar kost dan dia berjalan ke arah kost nya


Lina. dia lupa kalau Lina sudah tidak ada di situ dia mengetuk pintu kost lina.


" tok...tok...tok....tok.... Lin...lina yuhuuu berangkat bareng yuk." seru Widya dari luar pintu kost.


Karna gak ada suara dia pun mengetuk pintu kembali namun saat ketukan pintu terakhir dia baru tersadar dan terisak.


" tok...tokk...tokk." suara ketukan pintu


" Yaampun aku baru sadar kalau kamu sudah gak ada Lin aku terbiasa ngetuk pintu kost kamu kalau pergi bareng hmmmm Lin gue kangen elu Lin." gumam Widya sambil menghela nafas kasarnya.


Lalu Widya pergi kesekolah dengan hati yang sedih dan menunjukan muka datarnga.


Sesampainya di kelas Kiara memberikan undangan kepadanya.


" Han ini undangan ultah gue lo datang ya." seru Kiara sambil memberikan undangan kepada Widya.


" Hmmmm.. thanks." seru Widya sambil mengambil undangan dari tangan Kiara lalu Widya langsung menduduki kursinya.


Tak lama terlihat Stefani memasuki kelasnya. Kiara yang melihat Stefani mendatangi kelasnya langsung memberi undangan ke dia sebelumnya dia bertanya tujuan dia ke kelas Kiara ada apa.


" Hai Fani." seru Kiara dan Ardila bersamaan.


" Hmmm hai." balas Stefani.

__ADS_1


" Lo ada kepentingan apa di kelas kita." seru sonia to the point.


" Gue mau cari yang namanya Widya." seru Stefani.


Widya yang merasa namanya di sebut langsung berdiri dan bertanya kepada Stefani.


" Gue yang namanya Widya kenapa lo nyariiin gue ha." seru Widya ketus.


" Gue ada keperluan sama elu." seru Stefani.


" Keperluan apaan lo nyariin gue." seru Widya


" Ini tentang sahabat gue lo ikut gue dulu." seru Stefani


Kiara yang melihat Stefani akan keluar langsung menghentikannya


" Sori kia gue gak bisa datang ke party elu karna gue harus fokus ke olimpiade minggu depan." seru Stefani sambil berjalan keluar dengan di ikuti oleh Widya.


Sesampai mereka di taman


Stefani to the point,


" Gue gak tau kronologis meninggalnya Lina tolong lo jelasin ke gue." seru Stefani


" Jadi lo teman nya Lina." seru Widya.

__ADS_1


" Hmmmm." di balas deheman oleh Stefani.


" Jadi 4 hari yang lalu sebelum Lina meninggal dia sempat diam-diaman sama Dewi itu seminggu sebelum kejadian tapi sabtu siang di keluar tapi gue gak tau dia mau kemana dan sore pas dia pulan dia udah merasakan jantungnya terasa nyeri dan sakit terua gue bopong deh ke dalam kost nya sesampai di kost dia minta ke gue ambilin obatnya dan setelah gue ambil dia minum deh dan 5 menit kemudiannya Lina udah gak sadarkan diri gue panik lalu gue telfon deh itu kak Bianka." jelas oleh Widya panjang kali lebar kali luas kali tinggi.


" Hmmm gitu ceritanya terus lo gak lihat ada kejanggalan gitu gak sih sama meninggalnya Lina." seru Stefani.


" Gue gak nemuin yang namanya kejanggalan gitu." seru Widya eh tapi setelah dokter menjelaskan kalau Lina meninggal gue sempat masuk lihat jasadnya Lina dan lina sempat sadarkan diri dia berpesan untuk memberikan sesuatu yang ada di kost nya buat keempat sahabatnya itu. (sambung oleh Widya.)


" Oke fiks gue paham sekarang kak Bianka menyembunyikan sesuatu de Wid." seru Stefani


" Maksudnya." seru Widya tak paham.


" Maksud gue..... hmmm suatu saat lo akan tau gue yakin banget kak Bianka tau sesuatu ini." seru Stefani percaya diri.


" Emangnya kak Bianka nyembunyiin apaan." seru Widya.


" Hmmm kapan-kapan gue kasih tau elu gue harus selidikin dulu..... hmm oh ya dari tadi kita ngobrol gue belum kenalin nama gue.... gue Stefani biasa di panggil Fani." seru Stefani sambil memperkenalkan namanya.


" Hahahaha nama gue itu HANANI WIDYA." seru Widya.


" Ya udah gue balik kelas dulu makasih ya Widya." seru Stefani


" Iya santai saja." seru Widya


Setelah itu mereka pun kembali kedalam kelas mereka masing-masing.

__ADS_1


~~~~~ BERSAMBUNG ~~~~~


__ADS_2