KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
-


__ADS_3

Setelah Yurina sampai ke gedung di tak sengaja menabrak seseorang hingga kacamata yang dia gunakan jatuh kelantai dan untungnya tidak pecah.


" Maaaf saya gak sengaja menabrak anda..." seru orang yang menabrak tubuh Yurina yang tak lain seorang gadis


Lalu Yurina bersikap sombong seperti di buat buatnya.


" Hei... anda kalau jalan gunakan mata anda dengan baik... jangan hanya menggunakan kakimu saja..." seru Yurina dengan nada sombong di buat buat sambil mengambil kacamatanya dan memakainya kembali


Lalu orang yang menabrak Yurina pun langsung menatapnya.... sesaat gadis itu kaget saat melihat siapa yang dia tabrak dan Yurina langsung pergi saat mengambil kacamatanya.


" Dia lucu sekali kalau aku marah begitu hahaha.


" gumam Yurina dalam hati lalu tersenyum


" Dek... kamu itu gak cocok marah seperti tadi..." seru Yarman dari arah belakang yang melihat adiknya memarahi seseorang lalu Yurina membalikkan tubuhnya melihat abangnya....


" Masa sih bang... " seru Yurina sambil berjalan masuk.


" Iya lah dek..." seru Yarman sambil merangkul bahu adiknya itu.


" Bang kayaknya punya karakter antagonis itu menarik juga bang... aku ingin ikut casting saja lah bang jika begitu..." seru Yurina.


" Kamu gak cocok jadi antagonis dalam sebuah cerita apapun dek.." ledek Yarman.


" Ish bukannya mendukung malah ngejatuhin... dasar abang gak ada baik nya..." seru Yurina kesel lali menatap kedua orang tua angkatnya itu....

__ADS_1


" Mah..pah pulang yuk.... aku ngantuk ...." seru Yurina.


" Baiklah kita pulang ke mansion Yordan..." seru papa Yusman.


" Kita pamit dulu besan..." seru papa Yusman pada papa Martinus.


" Baikla besan hati hati di jalan..." seru papa Martinus pada papa Yusman.


lalu keluarga papa Yusman pun pulang ke mansion milik Yordan setelah berpamitan kepada pengantin baru itu.


Sesampai di mansion Yordan .... Yurina dan yang lain langsung masuk le dalam kamarnya masing masing...


" Kakak ipar... hari ini lelah sekali ya kak..." seru Yurina pada Rinjani.


" Tidak bisa nona... aku hanya bisa memanggilmu dengan sebutan itu saja..." seru Yurina membuat Rinjani semakin kesel.


" TERSERAH....... " seru Rinjani kesel.


" Yeyeyeyeye kakak ipar ngambek nieeeee..." seru Yurina meledek sang sahabat itu.


" Hei diam lah aku ingin beristirahat..." seru Rinjani yang sudah mulai kesel.


" Baiklah aku akan diam..." seru Yurina lalu dia pun terdiam sesaat dia seperti memikirkan sesuatu.


" Hmmmm sebenarnya aku ini siapa... kenapa aku selalu mendapat bayangan seperti itu terus ya...." seru Yurina dalam hati sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang. lalu sesaat dia memejamkan matanya dan langsung terbang ke alam mimpi....

__ADS_1


Keesokan harinya...


Yurina berlari santai di sekitaran mansion milik Yordan.....


Sesaat dia terhenti di sebuah taman lalu dia duduk di bangku taman itu.


" Hmmmm tamannya asri..sekali..." seru Yurina sesaat.


" Hai..." sapa seorang gadis yang tiba tiba duduk di samping Yurina.


" Hmmmm ...." dehem Yurina


" Kenalin namaku Ardila..." seru Dila sambil mengulurkan tangannya kepada Yurina namun tak ada sambutan dari Yurina karna dia mengingat gadis itu adalah gadis yang semalam menabrak tubuhnya.


" Hmmm. kamu kan yang semalam aku tabrak itu.. maaf ya..." seru Ardila sambil menatap wajah Yurina.


" Hmmmmm." dehem Yurina lalu dia berdiri dan pergi dari situ meninggalkan Ardila.


Sesaat Ardila menatap kepergian Yurina..


" Siapa dia sebenarnya kenapa auranya mengingatkanku pada Angelina... matanya itu...lesung pipitnya sedikit terlihat saat dia tidak tersenyum..


" Kalau itu beneran Angelina dia tidak akan bersikap begitu kepadaku.... pasti itu hanya pemikiran ku saja..." seru Ardila.... lalu Ardila segera pergi meninggalkan taman itu


🌺🌺🌺 BERSAMBUNG 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2