
Setelah dari taman lina merasakan dadanya perih dan berdenyut dia merasakan sakit di dadanya begitu perih saat tiba di depan kost Widya melihat lina sedang menyentuh dadanya yang sakit lalu di membopong tubuhnya lina untuk masuk kedalam kost....
" Lin kamu kenapa."seru Widya.
" Jantungku kambuh Wid tolong wid ambil obatku di dalam tas." kata lina
dengan cepat Widya mengambil obat dan air untuk lina dan meminumkannha kepada lina setelah meminum obat itu tiba-tiba lina tak sadarkan diri lina pun mengambil handphone lina yang saat itu kebetulan hanya menggunakan kode wajah lalu widya menempelkan hpnya lina ke wajah lina dan handpone itu terbuka dia mencari nama saudaranya saat ketemu dia pun menelfonn..
π Kak Bianka: hallo dek kenapa.?
π Widya : hallo kak ini Widya kak... kak cepat ke kost lina pingsan kak...
π Kak Bianka : apaa lina pingsan. (seru kakanya lina dengan nada tinggi dan .membuat kedua orang tua nya serta briat yang mendengar itu terlonjat kaget lalu mendekati bianka.
π Widya : Iya kak cepat ya kak.
π Kak Bianka : iya sudah Wid tolong jagain adik kakak sebentar lagi kakak kesana ya dek ( seru bianka sambil mematikan telfonnya)
kesua orang tua lina pun menanyakan ada apa bia (seru mama Mariana)
" Maa udah ya nantik saja mama bertanya nya sekarang kita ke kost annya lina." seru bianka langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi se sendirian di susul oleh briant dan kedua orang tuannya lina...
Bianka lebih dulu sampai di kost lina dia melihat adiknya sudah penuh dengan keringat lalu dia dan Widya mengangkat tubuh lina masuk kedalam mobil nya dan bianka berpesan jika nantik orangtuannya datang tolong katakan jika lina sudah di bawah ke rumah sakit.
setelah berpesan kepada Widya kak bianka pun membawa lina kerumah sakit dan dengan cepat lina di tangani oleh dokter....
Satu jam kemudian dokter yang memeriksa keadaan lina juga belum keluar sedangkan orang tua lina sudah berada di rumah sakit be serta Widya yang ikut bersama kedua orang tua Lina.
kedua orang tua lina yang tak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada putri bungsu mereka langsung meng introgasikan bianka.
__ADS_1
" Bia sebenarnya ini ada apa apa yang terjadi dengan adik kamu." seru papa Martinus.
" Pa lebih baik kita dengerin dulu penjelasan dari dokter kalau pun bia jelaskan papa dan mama gak akan percaya dengan ala yang bia samapaikan." seru Bianka sambil meneteskan air matanya.
" Bia apapun itu tolong nak jelaskan sama mama.... mama akan percaya dengan yang biaya sampaikan nak." seru mama Mariana.
" Bi apa sih yang terjadi dengan lina." seru Briant.
Bianka tak menjawab perkataan briant dia hanya meneteskan air matanya sambil menatap ruangan adik nya....
" Ma pa lina punya penyakit jantung pa ma...." seru Bianka sambil menangis terseduh-seduh pernyataan bianka mampu membuat ketiga orang yang mendengar itu langsung rapuh dan terduduk
" Jadi kamu sudah tau kalau adik kita punya penyakit separah itu kenapa kamu gak kasih tau sama kita kenapa..." seru briant membentak bianka
Widya yang sedari tadi berada disitu tidak tega melihat kakak sahabatnya di marahin lalu dia angkat suara
Setelah mengatakan itu tak lama dokter keluar dari ruangan lina
dengan wajah lesu dokter mengatakan...
" Maaf kan kami pak kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkata lain." seru dokter putus asa.
Keluarga lina yang mendengar berita duka itu langsung kaget dan histeris yang paling terpukul dan terluka saat ini adalah Bianka dan Briant menyesal tidak mengikuti permintaan adik nya dia teringat saat adiknya berkata " bang peluk" aku percaya jika suatu saat abang akan memelukku tapi dalam keadaan yang berbedah. dia teringat betul bagaimana adiknya mengagakan hal itu Tanpa aba-aba briant masuk dan memeluk adiknya
" Dek bangun dek.... ini abang dek mau meluk kamu dwk bangunnn. hims hiks hiks jangan tinggalin abang dek... abang janji jika kamu sadar abang akan turutin permintaaan kamu..." seru briant memeluk jasad adiknya. setelah itu briant keluar dia tak kuasa melihat jasad adiknya....
Kedua orang tua lina pun juga tak sanggup begitupun dengan bianka mereka hanya berada si luar....
saat widya masuk dia begitu histeris menangisi sahabatnya itu
__ADS_1
" Lin... lina bangun hiks hiks... hiks kamu tega lin ninggalin aku kamu kenapa tega lin ninggalin aku sih lin kamu jahat lin bangun........" seru Widya sesaat dia melihat lina menggrakan jarinya saat widya ingin pergi...
" Wid...." lirih Angelina
" Lin kamu sadar lin...." seru Widya bahagia.
" Wid ke marilah wid aku gak kuat wid tolongin aku wid bentar lagi dewi, Sonia Kiara dan Ardila akan ulang tahun aku sudah siapkan kado buat mereka ada di kost aku jika nantik aku pergi tolong berikan kepada mereka ya wid... aku sayang sama kamu makasih ya wid..." seru lina sambil menutup matanya.
" Linaaaaaaaaa.......hikss..... hiksss...hiksss. jangan tinggalin aku lin...." teriak Widya
Keluarga lina yang mendengar teriakan widya pun masuk kedalam
" Udah Wid iklasin Lina." seru kak bianka.
Sesaat Widya terdiam dia pun memutuskan untuk ke toilet bianka yang melihat Widya pergi menyusulnya untuk mengikuti Widya.
Sesampai di toilet kak bianka berbisik kepada Widya.
" Wid kakak tau kamu sangat berarti bagi Lina kamu tau lina itu kuat dan kamu percaya gak kalau ada mukjizat buat lina." seru Bianka.
" Aku percaya kak tapi tidak dengan sahabatku itu..." seru Widya
" Kamu percaya akan ada kehidupan baru yang akan datang buat orang lain." seru kakaknnya lina...
" Iya kak aku tau." seru Widya
" Udah ya kamu gak usah sedih kami keluarga akan mengurus pemakaman nya lina." seru kak Bianka.
Lalu keduanya pun pergi meninggalkan toilet.
__ADS_1