
Salimah berjalan menuju kelasnya dan saat itu juga dia berpapasan dengan Samuel yang juga hendak masuk kedalam kelasnya, Namun tiba-tiba Salimah menghentikan langkahnya saat handphone Salimah berdering.
tertera nama Salomo, dia pun menerimanya, namun dengan wajah datarnya dia kembali kedalam kelas
Salimah duduk di samping Lovina yang juga menatapnya
Samuel curi-curi pandang ke arah Salimah.
Salimah yang menyadari itu hanya tersenyum dalam diam,
Jam istirahat Salimah dan Lovina keluar kelas, setelah Samuel lebih dulu keluar.
" Mau pesan apaan? " tanya Lovina pada Salimah.
" Hmmmm bakso kuah aja " seru Salimah sambil memainkan handphonenya.
" Hai Imah " sapa Flora sambil duduk di kursi samping Salimah.
" Hai " sapa Salimah
" Sendirian? " tanya Nada.
" Enggak tadi bareng sama Lovina " seru Salimah sambil menoleh ke arah Lovina yang berjalan ke arah meja mereka sambil membawa nampan berisi pesanan mereka.
" Nih Im, sekalian teh es buat kamu " seru Lovina sambil meletakan pesanan mereka di meja.
__ADS_1
" Thanks " seru Salimah.
" Hmm.. " dehem Lovina yang menyeruput minuman dinginnya.
Mereka berenam menikmati makanan mereka di satu meja yang sama,
Di kursi paling ujung seorang pemuda sedang duduk dan memperhatikan dari jarak jauh gadis yang dia sukai,
Back Salimah.
" Lovina kita pinjam Imah ya lo bayarin ini dulu buat kita nih " seru Salsa sambil meletakan uang 100 ribu 5 lembar di atas meja lalu menarik lengan Salimah untuk mengikutinya
Samuel pun dengan diam mengikuti kelima sahabat itu.
" Ada apa? " tanya Salimah saat mereka sampai di taman kampus.
" Jangan kan bicara, ketemu secara pribadi aja gak pernah Salsa, gimana aku mau bicara sih " seru Salimah jengah.
Sedangkan Flora menatap adik kekasihnya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Aku tau Im kamu juga menyukai pak Samuel, tapi kenapa Im kamu gak jujur sam perasaan kamu " gumam Flora dalam hatinya
" Iya udah lo usaha sendiri napa sih harus pakai perantara aja, mending usaha dulu lah " seru Nada dengan ketus
" Iya benar tuh kata Nada mending lo usaha, karena dengan lo berusaha itu menunjukan keseriusan elu, tapi kalau lo cuman diam di tempat kek begini sampai kapan lo bisa menggapai pria yang lo cintai " seru Tasya menasehati teman mereka itu
__ADS_1
" Gue setuju sama Tasya " seru Salimah.
" Gue nyerah mending lo usaha sendiri, lo tau sendiri gue gak bisa ngurus yang begituan, mending gue urus caffe keluarga gue biar kata kecil tapi dengan penuh cinta kedua orang tua gue mendirikannya " seru Salimah.
" Kecil pala lo, itu aja ANSALAD restoran dan SS caffe udah segede gitu di bilang kecil dasar lo " gerutuan Nada dia akhiri tawa kecilnya
" Iya juga ya " gumam Salimah sambil menatap ke arah Nada.
" Gimana lo mau dengerin nasehat kita gak " seru Tasya.
" Akan gue coba " seru Salsa sambil terdiam.
" Ya sudah yuk balik gue harus ke caffe " seru Salimah sambil berdiri dari duduknya.
" Im gue ikut lo ke caffe ya " seru Flora sambil menatap ke arah Salimah.
" Ya udah bareng, guys kita tinggal dulu " seru Salimah dan di anggukan kepala oleh ketiga gadis itu.
Setelah itu Salimah juga Flora meninggalkan kampus dan pergi menuju ke caffe ss.
Sepanjang jalan Salimah menyetir mobilnya dengan diam, hingga Flora tiba-tiba bertanya kepadanya dan membuat Salimah berdiam.
" Apakah kamu menyukai pak Samuel ? " tanya Flora tiba-tiba membuat Salimah terdiam sesaat
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...
__ADS_1
...ΰΌΆβ’βββ§ββ BERSAMBUNG βββ§βββ’ΰΌΆ...
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...