KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
MUNGKIN HARI INI HARI ESOK ATAU NANTI


__ADS_3

Keesokan paginya.... Dila terbangun dan melihat kedua orang tuanya.


" Pagi... pah pagi mah..." sapa Ardila lesu.


" Loh pagi pagi kok udah lesu aja sih..." ledek pak sanjaya.


" Hmmm. aku kehilangan. belahan jiwaku pah..." seru Ardila ngawur


Kedua orang tua Ardila pun saling memandang dan menatap Ardila sekilas.


" Papah pasti tau kan siapa yang kumaksud.... kenapa sih pah papa gak kasih tau sam dila kalau Angeli udah meninggal..." seru Ardila merasa kecewa.


" Jadi kamu sudah tau nak..." seru pak sanjaya.


" Iya aku sudah tau pah..." seru Ardila kesel.


" Hmmm maafin papah ya nak..." seru pak sanjaya menyesal.


" Hmmm..." seru Ardila kecewa.


" Hari ini kamu kuliah nak..." tanya sang mama ( Nilam )


" Emmmm iya mah tapi siang nantik..." seru Ardila


" Terus sekarang kegiatan kamu apa nak.." tanya pak sanjaya.


" Hmmm aku kekampus aja nungguin bosan aja mah ...." seru Ardila


" Ya udah kamu hati hati ya nak..." sahut mama nilam.


" Iya mah pah.... aku berangkat dulu bye mah pah..." seru Ardila sambil mecium punggung tangan kedua orng tuanya.


Ardila pun pergi dan meninggalkan rumah nya lalu dia pun berhenti di sebuah taman....


" Huuuuuuufff gue kangen sama elu Linn.... lu tega pergi meninggalkan gue disini..." gumam Ardila sambil menatap jalan yang lurus.


Saat Ardila sedang santai dia melihat seseorang sedang membawakan musik dengan gitar lalu dia mendekati orang tersebut.


" Dek.... hmmm kakak boleh pinjam gitarnya gak... siapa tau suara kakak dapat uang buat kamu..." seru Ardila tersenyum.


" Boleh kak ini..." seru seorang anak laki laki itu sambil memberikan gitar 🎸kecilnya kepada Ardila.


Lalu Ardila menerima gitar tersebut dan menyetel nadanya....


🎡 Ku hampiri jalan yang kita lewati


🎡 Setiap hari kita di sini

__ADS_1


🎡 Ku menari hadirmu tuk kembali


🎡 Hanya kenangan yang tersisa di sini


🎡 Namun sekarang kau tlah pergi


🎡 Dan ku yakini kau takkan kembali


🎡 Mungkin hari ini hari esok atau nanti


🎡 Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


🎡 Mungkin hari ini hari esok atau nanti


🎡 Tak lagi saling menyapa


🎡 Meski ku masih harapkanMu


🎡 Kumenati hadirmu tuk kembali


🎡 Hanya kenangan yang tersisa di sini


🎡 Namun sekarang kau tlah pergi


🎡 Dan ku yakini kau takkan kembali


🎡 Berjuta memori yang terpatri dala hati ini


🎡 Mungkin hari ini hari esok atau nantik


🎡 Tak lagi saling menyapa


🎡 Meski ku masih harapkanMu


🎡 Sesungguhnya hatiku tak sanggul menerima


🎡 Dan lupakan segalanya........


🎡 Mungkin hari ini hari esok atau nantik


🎡 Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


🎡 Mungkin hari ini hari esok atau nantik


🎡 Tak lagi masih harapkanMu


🎡 Meski ku masih harapkanmu......

__ADS_1


🎡 Meski ku masih harapkanmu......oooo


" Ah... leganya makasih ya dek..." seru Ardila sambil mengembalikan gitar 🎸 itu kepada anak kecil itu.


" Kakak lagi kehilangan seseorang yang sangat kakak sayanv ya..." seru anak laki laki tampan itu.


" Iya dek dia pergi ke pangkuan sang pencipta..." seru Ardila


" Aku tebak pasti seorang sahabat ya kak...." seru anak laki-laki itu.


" Iya dek kok tau sih..." seru Ardila heran.


" Sahabat kakak itu bukan meninggal kak tapi sedang memulihkan kesehatannya pasca kecelakaan itu ..." seru anak laki laki itu dengan yakin dan pasti.


" Sok tau kamu dek... mana ada begituan dia dah di kubur juga dek..." seru Ardila


" Gak ada yang gak mungkin kak..." seru anak laki-laki itu.


" Biarkan takdir yang menjawab semuanya dek..." seru Ardila merasa bingung.


" Yaudah lah dek... kalau gitu kakak permisi dulu makasih ya udah mau minjemin kakak gitarnya🎸 itu..." seru Ardila sambil mengusap lembut kepala anak laki laki itu.


" Iya kak hati hati..." seru anak laki laki tadi sambil menatap kepergian Ardila.


Sepanjang jalan Ardila memikirkan perkataan anak laki laki itu...


" Apa iya ya yang dikatakannya seperti Dejavu aku mendengar kata kata itu ahk semoga saja itu benar... hehehe" gumam Ardila dalam hatinya.


Tak lama dia pun sampai di kampusnya namun masih belum keluar dia merenung sesaat di dalam mobilnya lalu keluar.... saat keluar dari mobil dia melihat rifah yang sedang duduk di sebuah taman.. dan dia mendekati rifah


" Siang... fah... lagi ngapain...?" tanya Ardila sambil duduk di kursi taman.


" Eh dill siang juga... ini lagii ngetik tugas... baru datang ya..." seru rifah lalu bertanya.


" Iya nih... ada jadwal siang jadi ya masuk hari ini deh..." seru Ardila


" Oh ya tumben gak bareng Dewi... Sonia sama Kiara...?" seru rifah lalu bertanya


" Ah iya kamu lihat mereka gak...." tanya Ardila


" Tadi sih aku lihat mereka di kantin coba aja kesana..." seru rifah malas pasalnya dia sudah tau kebenaran sesungguhnya yang membuat Angelina meninggal terlibat dari mereka.


" Ah yaudah kalau gitu aku susulin mereka Sulu ya..." seru Ardila dan dianggukan kepala oleh rifah.


" Aku gak tau dil jika kamu tau kebenaran tentang ketiga sahabat kamu itu apa kamu masih mau menganggap mereka sahabat..." gumam rifah sambil menatap punggung Ardika yang sudah mulai jauh.......


Ardila pun pergi mencarinketiga sahabatnya itu di kantin....

__ADS_1


🏡🏡🏡 BERSAMBUNG 🏡🏡🏡


__ADS_2