
Setelah Yurina masuk ke dalam kamarnya dan bergegas menuju kamar mandi... dia pun sejenak melamun dalam kamarnya... namun tiba-tiba lamunannya terhenti saat seseorang mengetuk pintu kamarnya.
" tok...tok...tok...tok....tok..." suara ketukan pintu
" Iya masuk gak di kunci..." sahut Yurina dalam kamarnya..
Lalu terlihat Bianka memasuki kamarnya Yurina.
" Ada apa kak...??" tanya Yurina atau Angelina.
" Ngak ada kakak hanya ingin dekat dengan adik ipar kakak saja..." seru Bianka membuat hati Yurina sedikit kecewa dia merasakan sedikit sakit di dadanya.
" Adi ipar ya kak.." gumam Yurina pelan.
" Kamu kenapa dek...?" tanya Bianka.
" Gak apa apa...kak.." seru Yurina
" Biasanya kalau adik kakak seperti kamu ini pasti dia lagi memikirkan sesuatu loh..." seru Bianka sambil menatap adik kandungnya itu.
" Kamu ada masalah...?" tanya Bianka.
" Hanya sedikit kak..." seru Yurina santai.
" Sedikit... emangnya apa masalah kamu sih... coba ceritain sama kakak.." seru Bianka.
" Aku hanya memikirkan apa aku bisa pergi ke kota Y dalam urusan praktek.." seru Yurina bohong...
" Jadi kamu mau ke kota Y..." seru Bianka.
" Hmmm." gumam Yurina berdehem
" Kenapa gak di kampung kedua orang tua kamu saja..." seru Bianka.
" Gak aku gak tau..." sahut Yurina cepat.
" Dek kamu yakin cuman itu saja masalah kamu... kamu gak mau cerita sama kakak apa masalah kamu dek...?" tanya Bianka.
__ADS_1
" Enggak kok kak cuma itu saja..." seru Yurina cepat.
" Tapi kakak merasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu..." seru Bianka yakin.
" Enggak ada kok kak.... aku gak lagi nyembunyiin apa apa kok..." seru Yurina santai.
" Hmmm baiklah... besok... kakak dan abang mu mau pergi dek..." seru Bianka membuat Yurina menoleh ke arahnya cepat.
" Kemana kak...?" tanya Yurina sambil menatap sang kakak.
" Ke kota A... dek..." seru Bianka.
" Ooooohhh" seru Yurina ber oh ria saja.
" Oh aja... gak mau bilang sesuatu gitu sama kakak..hmmm..." seru Bianka sambil menatap wajah adiknya .
" Gak ada kak... aku hanya ingin katakan berhati hati ya...kak di sana...?" seru Yurina cepat.
" Iya dek... kakak boleh memelukmu tidak..." seru Bianka.
" Boleh....." seru Yurina lalu keduanya berpelukan.
" Kak... jika benar kamu adalah kakak kandungku maka aku akan berusaha mengingatnya." gumam Yurina dalam hati.
Setelah acara pelukan itu Bianka mengajak Yurina ke lantai dasar.
" Mah...pah..." seru keduanya.
" Eh anak mama sini nak..." seru mama Yana kepada Yurina.
Yurina pun menurutinya
" Ada apa dengan anak papa ini kenapa mukanya kusut sekali..." seru papa Yusman.
" Gak ada yang kusut pa... hanya sedikit kelelahan saja." seru Yurina santai.
" Oh... jadi sekarang anak papa sudah bisa main rahasian sekarang." seru papa Yusman
__ADS_1
" Hmmmm" dehem Yurina.
" Papa pengen kamu itu cerita sama papa apa yang sedang kamu pikirkan..." seru papa Yusman
" Gak ada kok pa...hanya saja sedikit lelah saja kok...gak lagi mikirin apa apa..." seru Yurina santai.
" Yur... kamu besok ke kampus...?" tanya Rinjani.
Yurina menatap Rinjani sekilas.
" Iya..." seru Yurina singkat tanpa menatap Rinjani.
" Kamu kenapa....?" tanya Rinjani.
" Gak apa-apa..." seru Yurina singkat.
" Aku yakin Yurina sedang menyembunyikan sesuatu..." gumam Rinjani dalam hatinya.
Saat Yurina ingin beranjak dari duduk nya tiba tiba handphone nya berdering.
" Siapa yang menelfonku..." gumam Yurina dalam hati sambil menatap layar handphonenya
Lalu dia mengangkat handphonenya itu
" Pah... mah..aku izin sebentar mau angkat telfon..." seru Yurina menatap kedua orang tuanya itu.
๐ฑ " Hallo maaf ini dengan siapa...?" seru Yurina
๐ฑ " Hallo Yur...ini gue Ajeng ..." seru Ajeng.
๐ฑ" Oh kamu jeng... ini nomor baru kamu..." seru Yurina.
๐ฑ " Iya bawel..." seru Ajeng.
๐ฑ " Ada apa kamu menelfonku....???" tanya Yurina.
๐ฑ " Begini... kamu bisa gak datang ke resto MK sekarang ada yang ingin aku sampaikan penting sekali bisa gak..." seru Ajeng.
__ADS_1
๐ฑ " Baiklah... aku akan segera pergi kesana..." seru Yurina dan mematikan sepihak telfonnya.
๐น๐น๐น BERSAMBUNG ๐น๐น๐น