
๐น๐น๐น๐๐๐๐๐๐๐บ๐บ๐บ๐ธ๐ธ๐ธ
Angelina yang saat ini hanya bisa memendam apa yang dia rasakan hanya diam dan termenung, meskipun angelina tidak dekat dengan kedua saudaranya briant dan bianka, namun kedua saudara itu selalu memperhatikan adik mereka. seperti saat ini dikantin
" Bang,,, Lina kenapa ya? kenapa dia melamun seperti itu apa ada yang dipikirkan.?" kata bianka kepada briant.
" Abang tidak tau." kata Briant.
" Hmmm bang aku curiga kepada Lina." sahut Bianka.
" Curiga kenapa bia." sahut briant.
" Aku rasa ada sesuatu yan disembunyikan oleh adik kita itu, kita harus selidiki bang." sahut Bianka kepada briant.
" Baiklah kita harus cari tau." sahut Briant sambil keluar dari kantin....
DISISI LAIN
Saat pulang sekolah kelima sahabat itu berkumpul mereka hanya bercanda ria, namun ketika sedang bersanta handphone dewi berdering.
๐ฒ lalu dewi mengangkat telfonnya
" Ya hallo ada apa." sahut dewi.
" Hallo, apakah aku bisa bertemu denganmu hari ini." sahut sipenelfon
" Ada apa kau ingin bertemu denganku." sahut dewi.
" Aku hanya ingin bertemu denganmu saja apakah bisa." sahut sipenelfon
__ADS_1
" Hmmm baiklah, dimana dan jam berapa?" kata dewi.
" Di resto 45, jam 6 sore, aku tunggu." sahut sipenelfon.
" Hmmm." dibalas deheman oleh Dewi dan langsung mematikan sambungan telfon sepihak.
Dewi penasaran kenapa orang yang menelfonnya itu mengajak nya bertemu ada apa.
" Beberapa jam kemudian."
Waktu yang ditunggu dewipun tiba.
Saat ini Dewi telah sampai di tempat dia janjian, diapun sudah menemukan orang yang menelfonnya tadi.
" Ada apa gilang kau mengajakku untuk bertemu disini." tanya Dewi.
Ya yang menelfon dewi tadi adalah Gilang teman sekelas mereka.
Dewi pun langsung duduk ditempat yang sudah disediahkana oleh gilang.
" Ada apa cepat katakan aku tidak banyak waktu." kata Dewi.
" Hei sabar lah dulu lebih baik kta makan dulu." kata gilang santai.
Mau tidak mau Dewi pun mengikuti saran dari Gilang.
Mereka pun menikmati makam malam mereka diner.
Setelah selesai Gilang pun mengutarakan tujuannya.
__ADS_1
Dewi aku gak tau harus berkata apa apa lagi kepadamu, jujur saja entah sejak kapan perasaanku ini muncul kamu tau aku pria yang menyebalkan, aku pria yang bodoh dan kita baru bertemu dan berkenalan, aku juga bukan pria yang romantis seperti apa yang kamu pikirkan dan bayangkan, tapi dari lubuk hatiku yang terdalam AKU SANGAT MENCINTAI MU, APAKAH KAMU MAU MENJADI PACARKU. " kata gilang sambil memegang kedua tangan Dewi.
" Jujur gue juga suka sama elo lang, tapi gue gak nyangka bisa secepat ini lo ngungkapin perasaan lo ke gue." batin Dewi bahagia.
" Gilang GUE JUGA CINTA SAMA ELU dan GUE JUGA CINTA SAMA ELU DARI AWAL KETEMU ELU LANG, GUE MAU KOK JADI PACAR ELU." kata Dewi bahagia.
" Kamu serius," sahut Gilang tak percaya cintanya terbalaska.
" Iya lang aku serius." sahut Dewi tersenyum cerah๐
" Gilang yang saat itu sangat bahagia langsung merengkuh dewi dalam pelukannya.
" Makasih ya sayang kamu sudah mau menerima aku jadi pacar kamu." kata Gilang.
" Iya yang hmmm tapi jangan ada yang tau hubungan kita ya yang apa lagi teman-teman aku, aku gak meu mereka ada yang tau tentang hubungan kita." kata Dewi.
" Iya yang aku gak akan kasih tau siapapun sampai kamu mau mempublikasikan hubungan kita ini." sahut Gilang bahagia.
" Hmmm yaudah sekarang kita pergi dari sini ini sudah malam aku antar kamu pulang ya." sambung gilang dibalas anggukan kepala oleh dewi.
Gilang pun mengantakan Dewi pulang, sesampai didepan rumah Dewi, gilang langsung berpamitan.
" Sayang aku pulang dulu ya sekali lagi,TERIMAKSIH YA SAYANG kamu sudah mau terima aku jadi pacar kamu." sahut Gilang sambil memeluk dewi.
" Iya yang sama-sama kalau gitu kamu hati-hati dijalan ya kabarin aku kalau kamu sudah sampai." sahut dewi.
" Iya sayangku aku pergi dulu selamat malam." sahut Gilang, sambil menaiki motor nya dan berlalu pergi.
Sesampai dikamrnya Dewi sangat sangat bahagia sekali dengan pernyataan cinta๐nya gilang kepadanyaDewi tak membayangkan jika dia secepat itu pacaran kepada gilang, karna lelah Dewi pun tertidur.
__ADS_1
~~~~~ **BERSAMBUNG** ~~~~~