
Keesokan harinya Bianka terbangun dari tidurnya dan bergegas kekamar mandi...
" Hmmm aku harus cari tau tempat lokasi terakhir kecelakaan Angelina itu dulu .." seru Bianka sambil memasuki kamar mandi.
Setelah mandi Bianka pun bergabung bersama kedua orang tuanya serta Briand...untuk sarapan.
" Bia hari ini kamu mau kemana...?" tanya papa Martinus
" Palingan hmmm jalan jalan keluar bentaran aja kok pah..." seru Bianka.
" Hmmm hati hati di jalan jangan ngebut..." seru papa dan mama Bianka bersamaan...
" Beres pah... mah.." seru Bianka santai.
Setelah sarapan mereka pun bersiap siap melakukan aktivitas mereka masing masing Briand dan papa Martinus menuju kantor sedangkan mama Mariana menuju rumah sakit untuk mencek laporan dan memeriksa pasien nya.
Sedangkan Bianka pergi ke lokasi terakhir kecelakaan yang menimpa adiknya itu bersama Ayumi.
" Yumi... kamu tau gak tempat terakhir kecelakaan itu.." tanya Bianka pada Ayumi.
" Tau kak... kakak tinggal lurus saja tadi aku sudah bicara sama Ardila..." seru Ayumi.
" Kamu ngapain ajak dia sih ..." seru Bianka kesel saat mendengar nama Ardila salah satu teman yang sudah membuat nyawa adiknya hilang.
" Kakak gak boleh gitu kak biar pun dia adalah sahabatnya Dewi sama Sonia dan Kiara tapi dia kan gak terlibat kak... kakak harus berdamai dengan keadaan kak.." nasehat Ayumi.
" Iya deh iya... udah ih... ini dimana lagi jalannya...?" tanya Bianka.
" Itu udah terlihat... itu Ardila juga sudah sampai..." seru Ayumi sambil menunjuk jalan serta keberadaan Ardila..
Setelah mobil sampai di tempat lokasi Bianka dan Ayumi langsung turun dari mobil dia pun melewati Ardila yang hendak menyapanya ...
" Sudah jangan di gangguin dulu kak Biankanya..." seru Ayumi pada Ardila...
" Yumi... ini jurang... dan di sana aliran sungai berarti bisa jadi Adikku terbawa arua sungai..." seru Bianka.
" Bisa jadi sih kak.." seru Ayumi.
" Yaudah kita pencar saja nantik sekitar jam 11 kita ketemu disini lagi.." seru Bianka sambil berjalan meninggalkan Ardila dan Ayumi.
" Oke kak.." seru keduanya bersamaan.
Lalu ketiganya berpisah mencari tau tentang kecelakaan itu..
__ADS_1
" Hingga Bianka bertanya kepada warga di sekitaran sana."
Ketika menjelang pukul 11 siang mereka sudah berada tempat semula.
" Gimana Yum kamu dapat informasi gak...?" tanya Bianka.
" Enggak kak gak ada yang tau soal Angelina malahan mereka bilang korban kecelakaan waktu itu sudah di lari kan kerumah sakit." jelas Ayumi.
" Ya sudah kita balik.." seru Bianka sambil berjalan menuju mobilnya.
" Dil aku sama kak bia balik dulu ya.. kamu hati hati di jalan.." seru Ayumi dan dianggukan kepala oleh Ardila.
Setelah kepergian Bianka dan Ayumi Ardila masih di berdiri di lokasi..
" Aku harus cari tau kebenaran ini..." seru Ardila.
Lalu Ardila turun dengan perlahan ke tempat jatuhnya mobil Angelina....
Dia pun bersikeras mencari hingga sore hari pun dia masih mencari hingga dia membela jalan yang berumput bekas bakaran kecelakaan setahun lalu...
Saat hendak menaiki dataran dia tak sengaja menginjak sesuatu.
" Ini apaan ya..." seru Ardila sambil melihat ke arah kakinya.
" Iya ini handphonenya Angel...aku harus kerumah kak eh tunggu itu apa ya..." seru Ardila sambil mendekat ke arah sebuah paper bag...
" Ini juga barang barangnya Angelina ya ini dia... aku harus kerumah kak Bia... gak peduli deh kalau kak Bia membenciku..." seru Ardila sambil menaiki daratan dan memasuki mobilnya dan menuju ke rumah Bianka....
Sesampai di sana dia sambut oleh satpam.
" Neng Dila ya..." tebak pak satpam itu yang bernama pak Doli.
" Iya pak Doli hmmm tante atau kak Bia ada gak pak.." seru Ardila
" Ada neng..." seru pak satpam.
" Yaudah aku mau ketemu sama kak Bia ya pak.." seru Ardila lalu pak Doli pun menelfon ke dalam tak lama Bianka keluar dari rumah dengan muka masamnya.
" Ngapain..." tanya Bianka ketus.
" Kak... apakah benar ini barang barangnya Angelina..." seru Ardila sambil menunjukan barang barang yang dia temukan tadi.
Bianka membulatkan matanya saat tau apa yang di bawah oleh Ardila
__ADS_1
" Kamu dapat ini dari mana...?" tanya Bianka sambil menerima barang itu tanpa mereka sadari mama Mariana mendengar pembicaraan keduanya sedikit dia tersentak saat Ardila menyebut nama putri bungsunya.
" Aku dapat di lokasi kecelakaan itu kak tadi saat kakak pergi aku belum pergi aku mencarinya lagi kak dan akhirnya aku menemukan barang barang ini dan juga aku dapat handphonenya Angelina ini kak.." seru Ardila sambil memberikan handphonenya Angelina kepada kak Bianka.
" Iya ini handphonenya Angelina dil... akh mama kakak gak boleh tau hal ini kita harus selidiki ini fiks Angelina masih hidup..." seru Bianka.
" Iya kak aku percaya itu kalau Angelina hidup otomatis dia hilang kak.." seru Ardila menebak.
" Kamu benar ya sudah kita masuk dulu kakak mau cek handphonenya Angelina apakah masih bisa hidup atau tidak ayok.. eh iya nantik kalau mama kakak tanya bilang saja ini baju kakak yang tinggal ya.." seru Bianka.
" Iy kak.." seru Ardila yang tau soal mama Mariana
Tapi tanpa mereka sadari mama Mariana sudah mendengar semuanya diapun masuk kedalam kamar dan menangis.
" Apa iya nak kamu masih hidup seperti dulu apa iya... jika itu benar tolong tuhan kabulkan doaku untuk bertemu kembali putri ku itu.." seru mama Mariana dalam hatinya sambil terisak
* Di kamar Bianka *
Ayumi Ardila dan Bianka sudah berada di kamarnya Bianka.. mereka pun menvmvoba membuka handphonenya Angelina.
" Syukur Dil masih bisa hidup..." seru Bianka girang saat handphone adiknya itu hidup kembali.
" Wah... syukurlah kak handphonenya Angelina bisa hidup.." seru Ardila.
Saat handphone Angelina hidup banyak pesan dan panggilan masuk kedalam handphone itu.
" Pesan terakhir dari Kiara.... " seru Ayumi saat membaca WA terakhirnya dan yang di Wa angelina adalah Bianka.
" Kak apa kakak akan menyelidiki hal ini kembali..." tanya Ardila
" Gak dil... kakak yakin jika Angelina masih hidup dia sendiri yang akan datang dan menemui kita..." seru Bianka yakin.
" Ya sudah kak jika itu yang kakak bilang kalau gitu Dila balik dulu kak udah sore juga..." seru Ardila dan dianggukan kepala oleh Bianka.
" Hati hati dil..." seru Ayumi saat keduanya sudah berada di depan pagar.
" Oke sip bye..." seru Ardila dan berlalu meninggalkan rumah Bianka.
Ardila pun pulang menuju rumahnya dalam keadaan lelah..
Sesampai di rumah dia langsung menuju kamarnya karna dia tak melihat keberadaan orang tuanya dia pun menuju kamar untuk membersikan dirinya dan berganti pakaian lalu dia pun tertidur lelap
πππ BERSAMBUNG πππ
__ADS_1