
Flora yang tau keadaan hati Salimah pun berusaha memberikan di saran, Flora akhirnya tau kenapa Salimah berusaha menghindari dari mereka.
Flashback on
Di caffe SS
Patricia sedang menata makanan di salah satu meja pelanggan dan saat itu dia dan Flora melayani di meja yang tak jauh dari meja kasir, Salimah yang ada di posisi meja kasir memperhatikan keduanya.
Flora mendekati Salimah dan menanyakan keinginannya apa, tetapi tatapan Flora selalu dia hindari,
Flora pun mengerti dn menyuruh Patricia, setelah itu keduanya memasuki dapur dan sesaat Patricia menatap Flora
" Yang sabar ya " seru Patricia sambil mengelus punggung Flora.
" Sebenarnya Salimah kenapa sih kok menghindar gitu dari gue " gumam Flora sedih.
" Sebenarnya gue tau Salimah kenapa? " seru Patricia membuat Flora menatapnya.
" Emang Imah kenapa " tanya Flora pada Patricia
" Tapi janji jangan kasih tau sama Imah kalau aku bicara ini sama kamu? " seru Patricia.
" Imah menyukai dosen mudah di kampus kalian itu pak Samuel, tetapi teman kalian juga menyukai pak Samuel, " seru Patricia sambil menghela nafas
" Serius siapa? " tanya Flora kaget.
" Salsa " seru Patricia membuat Flora menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena kaget.
" Justru itu buat menghindar dari kalian karena jika suatu saat Salsa mengetahui perasaan Salimah di sudah menghindari kalian " seru Patricia.
" Tapi aku akan selalu mendukung kok keputusan Salimah " seru Flora.
" Sudah kamu sudah tau sekarang rahasiakan saja anggap lag kamu tidak mengetahui perasaan Salimah " seru Patricia sambil mereka melanjutkan pekerjaan mereka.
Flashback off
Kedua gadis itu masih di dalam mobil
" Im " panggil Flora pelan
" Hmmm. " dehem Salimah.
" Kamu gak mau cerita sama aku soal pak Samuel yang menyukai kamu " seru Flora
" Aku tau lo kalau sejak tadi pak Samuel merhatiin kita dia ngawasin kita sejak tadi, dan kamu tau saat ini pak Samuel sedang mengikuti kita " seru Flora sambil menoleh ke arah kaca spion.
Salimah pun melihat dari kaca spion dan benar saja kalau Samuel mengikuti mereka.
" Huuuuuuuff apa coba yang mau aku jelaskan sama kamu Flora " seru Salimah kepada Flora.
" Ya banyak terserah kamu mau bicara apa? dari pada kita saling diam begini " seru Flora santi.
" Hmmmm kamu benar pak Sam menyukaimu, dan beberapa waktu lalu pak Sam menyatakan perasaannya kepada ku, tapi aku tolak " jelas Salimah jujur.
" Kenapa? " tanya Flora pura-pura tidak tau.
" Salsa menyukai pak Sam " seru Salimah sambil tersenyum ke arah Flora
" Tapi kenapa kamu gak jujur ke Salsa Im " seru Flora bertanya.
" Enggak apa-apa biarkan waktu yang akan menjelaskannya nantik " seru Salimah sambil fokus menyetir dan menuju ke arah caffe miliknya.
__ADS_1
Sesampai di caffe Salimah dan Flora melihat Patricia bernyanyi dengan tatapan sendunya.
Salimah hanya menghela nafas kasar saja sambil berlalu menuju ruangannya,
...****π¦**** Jangan Bersedih π¦...
...Mati satu tumbuh seribu...
...patah hati jangan mengeluh...
...masih banyak hati yang lain...
...yang menanti tuk kau singgahi...
...putus cinta soal biasa...
...sedihnya jangan lama-lama...
...nanti kau bisa mati rasa...
...tegarkan hatimu dan melangkahlah...
...pujaan hati yang kan kau dambakan...
...ini semua telah Tuhan rencanakan...
...jadi jangan bersedih lagi...
...putus cinta soal biasa (putus cinta soal biasa)...
...sedihnya jangan lama-lama...
...nanti kau bisa mati rasa...
...tegarkan hatimu dan melangkahlah...
...pujaan hati yang kan kau dambakan...
...ini semua telah Tuhan rencanakan...
...jadi jangan bersedih lagi...
...mungkin dia memang bukan jodohmu...
...dipaksakan nanti sakit hatimu...
...pilihan Tuhan pasti jauh terbaik...
...jadi jangan bersedih lagi...
...pilihan Tuhan pasti jauh terbaik...
...jadi jangan bersedih lagi...
Sesampainya di ruangannya dia pun keluar dengan wajah yang cukup segar,
Salimah pun mengambil mic lalu memainkan gitar setelah Patricia turun dan Salimah memulai aksinya
Jreng..... suara gitar milik Salimah.
...π₯Έ Kintani - Satukanlah Hati Kami Lirik π₯Έ...
__ADS_1
...Di sini setahun yang lalu...
...Menyatu hatiku dan hatimu...
...Tanpa janji-janji tanpa kemesraan...
...Kau diam aku pun membisu...
...Kau pergi dengan cita-cita...
...Ke kota yang jauh di sana...
...Pasrah sudah hati hanya doa restu...
...Kutunggu dengan sabar hati...
...Siang malam hanya doa yang kupanjatkan...
...Tuhan lindungilah dia yang kusayangi...
...Satukanlah hati kami berdua...
...Selamanya selamanya...
...Siang malam hanya doa yang kupanjatkan...
...Tuhan lindungilah dia yang kusayangi...
...Satukanlah hati kami berdua...
...Selamanya selamanya...
...(musik)...
...Kau pergi dengan cita-cita...
...Ke kota yang jauh di sana...
...Pasrah sudah hati hanya doa restu...
...Kutunggu dengan sabar hati...
...Siang malam hanya doa yang kupanjatkan...
...Tuhan lindungilah dia yang kusayangi...
...Satukanlah hati kami berdua...
...Selamanya selamanya...
Dengan santai dan penuh perasaan Salimah menyanyi sampai dia mengakhiri nyanyiannya dan turun dari atas panggung tersebut
Sesaat matanya terpaku pada seseorang yang sangat dia hindari.
Samuel datang dan menatap ke arah panggung sambil tersenyum penuh arti kepada Salimah dia pun duduk di kursi.
Keduanya saling pandang lalu tersenyum canggung saat itu juga.
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...
...βΰΏΰΌ΅ΰ½½ΰΌΰΌ BERSAMBUNG ΰΌΰΌΰΏΰΌ΅ΰ½½β...
__ADS_1
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...