KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
KIARA YANG POSESIF KEPADA ANGELINA


__ADS_3

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Pagi-pagi sekali lina terbangun dari tidur nya dan langsung bergegas masuk kekamar mandi dan bergegas melakukan ritualnya.


Setelah selesai ia bergegas berangkat kesekolah saat keluar kost bersamaan dengan itu Widya juga baru keluar dari dalam kostnya.


" Pergi bareng yuk lin." ajak Widya.


" Iya sudah ayok." seru Angelina sambil melangkahkan kakinya menuju gerbang kost.


Mereka berdua telah sampai didepan gerbang sekolah mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka kedalam kelas.


Saat sampai di dalam kelas keempat sahabatnya sudah terlihat satu persatu memandang lina dengan penuh tanda tanya dan penuh tatapan mematikan sedangkan Kiara hanya bersidekap aja sambil menatap Angelina dengan tatapan yng sulit diaartikan.


" Ada apa dengan kalian kenapa kalian menatpku seperti itu." tanya Lina kepada keempat orang sahabatnya itu.


Keempatnya hanya diam dan cuek saja.


Sedangkan Kiara diam dan sambil menaruh tangannya didadanya.


" Ada apa Kia." tanya Angelina sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.


" Kamu jahat." seru Kiara dengan nada ketua ny.


" Lah aky jahat apa sih sama kamu,,, perasaan aku gak ngapa-ngapain kamu deh." sahut lina bingung.


" Terserah kamu saja lah." sahut Kiara ketus.


Setelah beberapa jam pelajaran usai sekarang sudah waktunya jam istirahat semua siswa berhamburan ke kantin.


" Lin ke kantin yuk." ajak Widya dengan tersenyum lebar kepada Angelina.

__ADS_1


" Ahhh gak deh aku mau ke perpus ja ada yang mau ku ambil kamu duluan aja nantik kalau aku sempat aku pergi ke kantin nyusulin kamu oke๐Ÿ‘Œ." seru Angelina.


" Iya deh oke๐Ÿ‘Œ bye lin." sahut widya sambil mengatupkan jari telunjuk dan jempolny llu berlalu meninggalkan kelas mereka.


Setelah semua berlalu mereka ( kiara, sonia, dewi, dan ardila) juga pergi menuju kantin sedangkan angelina pergi keperpustakaan.


Widya yang telah sampai di kantin melihat tingkahnya yang aneh membuat keempat sahabat Lina bergedik ngeri pada Widya.


" Eh guys lihat deh si kutub es ternyata bisa senyum ya dia padahal kalau dia bicara bareng kita bawaannya ketus amat." sahut sonia.


" Hahaha๐Ÿ˜ƒ kali aja udah ada pawangnya kali." seru Ardila sambil tertawa.


" Eh tapi dia akrab banget ya sama Lina." seru Sonia.


" Wah guys ini gak bisa di biarin." sahut dewi tiba-tiba.


" Kenapa." sahut ketiga orang itu sambil menatap Dewi.


" Ah tau ah aku gak mau Lina bisa dekat sama dia." seru Kiara cemberut sambil menunjuk kearah Widya.


" Iya gue juga itu bisa membuat lina kembali bersikap dingin dan mejauhi kita." seru Dewi dengan tegas.


" Gak bisa di biarin." seru Kiara sambil berjalan menuju perpustakaan.


Se sampai di perpustakaan kiara mencari Angelina dan saat menemukan orang yang dia cari dia pun duduk disebelah Angelina.


" Lin aku boleh nanya gak." tanya Kiara kepada Lina


" tanya apa." seru Angelina.


" Kamu berteman sama si gunung es itu." seru Kiara.

__ADS_1


" Gunung es...? gunung saha kia." sahut Angelina bingung.


" Itu loh si hanani itu." seru Kiara.


" Oh widya...." sahut Angelina santai.


" Tuh kan kamu aja manggil dia widya nama tengah nya lagi beneran kalian berteman." seru Kiara kesel.


Angelina tak menjawab pertanyaan Kiara. dia sibuk dengan buku bukunya itu.


Kiara yang kesel karna Angelina tak kunjung menjawab pertanyaannya langsung pergi meninggalkan Angelina sendirian didalam perpustakaan.


" Dengan kesal Kiara memasuki kelasnya.


" Loh kenapa kia." seru Sonia.


" Aku lagi kesel jangan ganggu aku." seru Kiara cemberut.


Tak lama orang yang buat Kiara cemberut langsung masuk dan duduk disebelah Kiara tanpa menghiraukan Kiara yang ngambek an sama dia. dengan santai Angelina duduk tanpa bicara sepata kata pun kepada Kiara.


Saat jam pulang sekolah pun keduanya tak kunjung bicara.


"Ngel pulang bareng yuk." ajak widya kepada angelina sambil tersenyum๐Ÿ˜Š.


" Hmmm ayok." seru Lina sambil mengambil tasnya lalu bergegas pergi tanpa pamit kepada keempat sahabatny.


" Kalian lihat kan perubahan Angelina makin terlihat."seru Sonia.


" Udah lah positif thingking aja lagian kan mereka juga se arah ngapain sih di bahas." seru Ardila dengan bijak.


Setelah itu mereka semua pergia dari kelas dan kembali kerumah mereka masing-masing.

__ADS_1


~~~~~ BERSAMBUNG~~~~~


__ADS_2