
" Bang misi pertama selesai... sekarang kita ke panti dulu atau besok saja..." seru Yurina sambil bertanya.
" Ya ampun dek itu masih banyak lagi loh... kita cari target lahi lah..." seru Yarman sambil menuju mobil mereka masing masing.
" Yaudah besok kita ke panti... gak mungkin kan kita ke panti dengan penampilan seperti ini..." sahut Yordan sambil memasuki mobilnya.
" Iya bang oke..." sahut Yurina dan langsung masuk kedalam mobilnya.
Sepanjang jalan Yurina melihat sekitar hingga dia menemukan target lalu dia menghentikan mobilnya
" Bang aku menemukan target selanjutnya .." seru Yurina di earphone yang tersambung dengan kedua saudara itu.
" Oke lanjutkan.." sahut Yordan dari balik earphone.
Lalu Yurina turun dan menuju targetnya.
" Selamat siang bapak... bapak lagi ngapain..." tanya Yurina lembut.
" Ini neng bapak ngumpulin barang barang bekas neng..." seru bapak paru baya itu
" Kalau boleh tau untuk apa pak.." tanya Yurina yang sudah mengetahui untuk apa bapak itu mengumpulkan barang bekas itu
" Untuk di jual...nak..." seru bapak paru baya itu.
" Oh gitu ya pak... kalau begitu saya bantu ya... pak.." seru Yurina mengambil ahlikan karung yang di bawah oleh bapak paru baya itu.
" Gak perlu nak .. nantik merepotkan kamu.." seru bapak paru baya itu.
" Gak apa apa pak.." seru Yurina... kedua saudaranya yang melihat itu berdecak kagum.
" Ini di luar dugaan..." seru Yordan
" Ini di luar rencana kita bang..." seru Yarman bangga.
" Adek gue memang the best lah.." sahut Yordan bangga.
__ADS_1
" Adek gue juga bang..." seru Yarman tak mau kalah..
Yurina pun membatu bapak paru baya itu dengan tulus.
" Pak... nama bapak siapa...?" tanya Yurina.
" Nama bapak Salim nak.." sahut bapak paru baya itu
" Oh pak salim...." sahut Yurina manggit manggut.
" Saya Yuri pak... saya boleh kan pak bantu bapak..." sahut Yurina..
" Ya boleh nak yuri... jika tidak merepotkan nak.." sahut pak salim sambil berjalan.
Sepanjang jalan Yurina menatap bapak paru baya itu..
" Aku gak nyangka... segini susahnya mencari uang di luar dengan seperti ini ... bagaimana anak anak yang masih sekolah ya di sana ... pasti mereka selalu bolos tanpa tau susahnya kedua orang tua mereka mencari uang... dengan berkeringat seperti ini... apa mereka menghargai jeri paya orang tua mereka... apa mereka menyayangi kedua orang tua mereka... sungguh ini sangat sakit... perih dan lelah haus dirasakan oleh kedua orang tua aku tak tak menyangka bisa melihat keadaan yang seperti ini... aku bersyukur masih bisa di beri sedikit kenikmatan dari Tuhan dan aku bersyukur bisa membantu mereka dalam hal yang kecik seperti ini..." gumam Yurina dalam hati
Sepanjang jalan Yurina hanya menatap sang bapak paru baya itu lalu dia pun membantu bapak itu mengumpulkan barang barang bekas.
Setelah menjelang sore bapak itu menjualnya..
" Lihatlah uang 20 ribu saja sangat berarti buat bapak ini... sedang diluaran sana 5 ribuan saja mereka tidak berguna kan...." gumam Yurina dalam hatinya.
" Jadi bapak tiap hari dapat segitu pak..." tanya Yurina...
" Iya nak... beginilah kadang kalau barangnya banyak pasti 30 tapi kalau kyak tadi ya cuman segitu aja" seru pak salim
" Yaudah pak saya mau ikut bapak kerumah boleh kan pak..." seru Yurina lembut.
" Boleh nak Yuri mari nak rumah saya gak jauh kok..." seru pak salim sambil berjalan.
Tak lama keduanya sampai dirumah itu lalu mereka masuk kedalam rumah terlihat ibu paru baya bersama 3 orang anaknya...
Pak salim pun memperkenalkan Yurina kepada keluarganya tak lama Yordan dan Yarman juga datang....
__ADS_1
" Permisi selamat sore . ....." seru keduanya bersamaan.
" Iya selamat sore... ada yang bisa saya bantu..." tanya pak salim.
Tak lama Yurina keluar.
" Ah abang sudah datang... pak ini kedua saudara saya..." seru Yurina
" Ah mari nak masuk..." seru pak salim mempersilakan keduanya masuk kedalam rumah ini.
" Baiklah pak... karna hari sudah mulai sore kami langsung saja... jadi kami kesini ingin memberikan ini kepada bapak dan keluarga....
Tolong di terima...nini sebagai rasa bersyukur kami atas usaha kami selama ini... di terima ya pak..." seru Yordan mewakili kedua adiknya sambil memberikan sembako tersebut
" Terimakasih nak ...." seru pak salim sambil mengucap syukur...
" Dan ini ada sedikit rezeki buat bapak dan ibuk untuk modal usaha... semoga bermanfaat ya pak..." seru Yarman sambil memberikan sebuah amplop coklat kepada pak salim
" Terimakasih banyak buat semuanya..." seru pak salim lagi lagi dia bersujud syukur
" Kalau begitu... saya... dan kedua abang saya permisi dulu ya pak mari pak selamat sore..." seru Yurina sopan lali berpamitan
" Iya nak hati hati...." seru kedua paru baya itu bersamaan
Lalu ketiga bersaudara itu pun menuju mobil mereka masing masing....
" Bang ada sebagian ini gimana kalau kita bagikan ke jalanan saja...." seru Yurina.
" Yang punya kamu saja dek... ini untuk di panti..." sahut Yordan.
" Baiklah ..." seru Yurina sambil memasuki mobilnya.
Lalu mereka bertiga menelusiri jalanan dan membagi bagikan sembako dalam plastik itu...
Setelah semuanya selesai mereka pun bergegas pulang kerumah....
__ADS_1
Mereka sengaja tak mengganti pakaian mereka dengan topi yang masih bertengger di kepala mereka menuju mansion keluarga DIWANGSA
πππ BERSAMBUNG πππ