
Salimah Dan juga Salomo sudah bersma sejak mereka berdekatan berdua, awalnya Salimah enggan untuk pacaran. Namun lambat laun dia memulai membuka hati untuk pria, Namun sayangnya dia tidak mencintai pria tersebut karena pria itu terlalu naif, jug cemburuan Dan juga posesif sekali dengan Salimah, Lantas Salimah tidak menyukai pria tersebut sedangkan pria tersebut berharap lebih kepada Salimah..
Di lain sisi seorang pria sedang kesel Dan marah setelah apa yang dia lihat saat ini, dia melihat Salimah di jemput oleh pria yang selalu mencari perhatian Salimah.
Pria itu sangat ingin sekali menyeret Salimah untuk bisa bersama dirinya.
Lantas karena dia ingin tau kemana Salimah pergi dia pun mengikuti mobil yang telah menjemput nya itu,
" Kemana kalian pergi, " seru pria yang tak lain tak bukan Ada lah Samuel.
" Sam mengikuti Salimah yang pergi dengan Salomo, dia ingin sekali mengungkapkan perasaannya kepada Salimah, pria itu ingin membuat Salimah mau menerima dirinya sebagai kekasih nya. "
Di tempat lain
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka pun sampai di sebuah caffe.
Namun seseorang sudah merasa panas dengan kedekatan keduanya.
" Kamu mau minun apa? " tanya Salomo pada Salimah.
" Apa aja " seru Salimah sambil tersenyum hangat.
" Baik lah aku pesanin mocacinno kamu mau kan" seru Salomo sambil tersenyum.
" Boleh kok " seru Salimah sambil tersenyum kepada Salomo yang menatapnya begitu dalam.
Lalu Salomo pergi memesan makanan untuk mereka,
Tak lama pesanan mereka tiba, keduanya pun menikmati makanan mereka dengan tenang dan damai.
Sesaat mereka menikmati makanan mereka sesaat
Setelah itu mereka pun siap Dan saling pandang
" Imah aku mau mengatakan sesuatu kepada kamu.. " seru Salomo sambil menatap ke arah Salimah dengan intens.
" Aku... sangat. hmmmm men... _ " seru Salomo terhenti saat tiba-tiba bunyi suara hand phone milik Salimah berbunyi.
" Maaf... aku angkat telfon dulu ya " seru Salimah sambil pamit untuk menerima telfon, dengan ragu terpaksa Salomo menganggukan kepalanya kepada Salimah
Salimah pun menerima telfon tersebut sambil berlalu.
Dari jauh seorang pria bernafas lega melihat Salimah berlalu.
" Oh rupanya dia ingin menyatakan perasaannya kepada Salimah, itu gak akan terjadi, sebelum itu terjadi, Imah sudah jadi milik aku " seru Samuel kepada dirinya sendiri sambil menatap sengit ke arah Salomo.
Tak lama Salimah datang dan
" Maaf ya aku gak bisa lama, aku harus ke caffe SS saat ini ada urusan mendadak soalnya, maaf banget ya " seru Salimah kepada Salomo.
" Baik lah kalau begitu aku anterin saja bagaimana " seru Salomo kepada Salimah
" Baik lah mari " seru Salimah sambil keduanya berjalan menuju pintu caffe setelah membayar tagihan mereka.
Sesampai keduanya di caffe SS Salimah tertegun sedang melihat seseorang sedang berada di panggung bernyanyi, lagu dari Widi Nugroho tapi versi cewek.
Salimah duduk sambil menatap ke arah seorang gadis itu.
begitupun dengan Salomo yang masih setia di samping Salimah.
Keduanya sama-sama mendengarkan lagu gadis itu sampai berakhir.
...Harus Memilih...
...Kamu tak pernah tau bahagianya aku...
...Setelah kumenemukan dirimu...
...Rasanya seperti bermimpi bisa mencintaimu...
...Yang indah...
...Bila kuharus memilih...
...Antara hidup dan mati...
...Seperti aku memilih...
__ADS_1
...Denganmu atau ku pergi...
...Haruskah aku terluka...
...Tuhan cukup cukup sudah...
...Akupun ingin bahagia...
...Oh dan kamupun tak tahu hancurnya hatiku...
...Saat diriku harus melepasmu...
...Rasanya seprti terbangun dr mimpi mimpi ku...
...Yang indah...
...Yang indah...
...Huo...
...Bila kuharus memilih...
...Antara hidup dan mati...
...Seperti aku memilih...
...Denganmu atau ku pergi...
...Haruskah aku terluka...
...Tuhan cukup cukup sudah...
...Akupun ingin bahagia...
...Bila kuharus memilih...
...Antara hidup dan mati...
...Seperti aku memilih...
...Denganmu atau ku pergi...
...Haruskah aku terluka...
...Tuhan cukup cukup sudah...
...Akupun ingin bahagia...
...Bila kuharus memilih...
...Antara hidup dan mati...
...Denganmu atau ku pergi...
...Haruskah aku terluka...
...Tuhan cukup cukup sudah...
...Akupun ingin bahagia ho...
Setelah bernyanyi, gadis itu turun panggung dan berjalan ke arah Salimah dengan senyuman khasnya
" Hai sepupu apa kabar " seru gadis itu sambil mengedipkan matanya ke arah Salimah.
Salimah tak menjawab namun dia menatap sepupunya tersebut sangat dalam, dan Salimah merasakan aurah kesedihan sedang di alami oleh sepupunya tersebut.
" Oh ya ini siapa Im ? " tanya sepupunya Salimah, Salimah tersadar lalu menatap Salomo.
" Oh ya Salomo, ini Daniar, sepupu ku, Niar, ini Salomo " seru Salimah sambil memperkenalkan kedua orang tersebut.
Lalu dengan semangat Daniar menerima uluran tangan nya Salomo.
" Salomo " seru Salomo sambil menyebutkan namanya.
" Daniar sepupu Salimah paling cantik " seru Daniar sambil tersenyum ke arah Salomo.
Daniar terus memandang ke arah Salomo, gadis itu tau, Salimah tidak ada hubungan apa pun kepada pria itu, dia sangat mengenal Salimah karena fokus Salimah hanya ingin menyelesaikan kuliah nya dengan sangat baik, jadi dia tau Salimah hanya berteman dengan pria tersebut.
__ADS_1
" Im suara gue bagus gak " seru Daniar pada sepupu nya tersebut.
" Bagus kok " seru Salimah sambil memanggil pelayan untuk memesan minuman, sebelumnya dia sudah memberikan kode kepada pelayan agar tidak salah memanggilnya. begitu pun dengan Daniar, gadis itu juga tidak ingin memberi tahukan siapa pun tentang sepupu nya tersebut.
Namun tiba-tiba saat gadis itu memutar tubuhnya dia dapat melihat dengan jelas sang dosen tampan itu ada di caffe miliknya tersebut, keduanya saling pandang, lalu sama-sama tersenyum penuh arti.
Salomo yang sedang mendengarkan Daniar berbicara tiba-tiba melihat Salimah tersenyum ke arah lain . Salomo pun mengikuti arah Salimah tersenyum, sesaat dia terpaku dengan apa yang dia lihat.
Salimah tidak tersenyum untuknya namun dengan orang lain,
Namun saat Salomo hendak menegur Salimah tiba-tiba pesanan gadis itu tiba
" Dek kamu di sini " seru Salman yang tiba-tiba datang bersama Flora.
" Hmmmm begitu deh " dehem Salimah sambil tersenyum ke arah Flora yang menatapnya penuh arti.
" Ye elah sendirian lo " ledek Salman kepada Daniar
" Biasa, gue hari ini sendirian dan siapa tau besok atau lusa gak lagi " seru Daniar sambil melirik ke arah Salomo yang menatap Salimah begitu dalam.
" Cie elah gayaan lo " seru Salman kepada Daniar
" Apaan sih lo biasa aja donk " seru Daniar ketus kepada Salman.
" Eh marah dia " seru Salman makin meledek Daniar
" Bang plis deh jangan ribut kalian " seru Salimah yang sedang menikmati mocacino miliknya.
Mendengar Salimah berbicara begitu, seketika Salman dan Daniar pun terdiam begitupun dengan Flora yang diam-diam memperhatikan sahabatnya tersebut.
" Ada yang berbeda dari sahabatnya tersebut " pikir Flora.
" Kenapa lo? " seru Salimah sambil menatap ke arah Flora
" Gak apa-apa sih " seru Flora sambil tersenyum penuh arti.
" Senyuman lo itu penuh arti tau gak misterius banget " seru Salimah sambil menatap tajam ke arah Flora.
" Gue senang lihat lo bahagia gitu " seru Flora.
" Emang selama ini lo lihat gue gimana? " seru Salimah sambil menatap ke arah Salman juga Daniar.
" Biasa aja sih tapi kan sekarang lo bahagia di banding kemaren-maren " seru Flora tersenyum.
" Itu kan pendapatnya elo bukan pendapatnya orang lain " seru Salimah sambil menatap tajam ke arah Flora lalu pandangannya tiba-tiba tertuju ke arah Salman.
" Bang Cia mana " seru Salimah bertanya kepada abangnya tentang keberadaan Patricia.
" Abang belum lihat sih " seru Salman sambil menatap sang adik.
" Aku disini Im " seru gadis yang sejak tadi menjadi bahan pembicaraan mereka.
kelima orang itu langsung menoleh ke arah sumber suara.
Seketika pandangan mereka menatap gadis yang tak lain tak bukan adalah Patricia.
" Hai " sapa gadis itu yang datang bersama seorang pria.
" Hai " seru kelimanya bersamaan.
" Lo sama siapa? " tanya Salimah kepada gadis itu.
" Kenalin ini pacar gue ops salah maksudnya tunangan gue namanya Bernad Wiranaya " seru Patricia sambil menatap ke arah pria tersebut.
Seketika Salimah tertegun, dia hanya menganggukan kepalanya tanda dia mengerti.
Sesaat pandangan Salimah menatap ke arah dosen nya yang masih setia melihat ke arahnya.
Seketika Salimah tersenyum lalu menatap Flora yang masih menatap ke arah Patricia begitu pun dengan yang lainnya.
" Bagus deh kamu dapat jodoh setidaknya tidak mengganggu aku kamu " seru Salman tiba-tiba.
" Ish abang jahat banget sih " seru Patricia cemberut.
" Eheeemmm maaf saya harus permisi dulu " seru Salomo dan dianggukan kepala oleh yang lainnya.
Salomo pun pergi meninggalkan caffe SS
__ADS_1
BERSAMBUNG.