
Setelah memutuskan tanggal pernikahan kedua pasangan itu dan dinyatakan pernikahan akan diadakan setelah keduanya lulus wisuda berarti itu akan berlangsung 6 bulan lagi, dengan begitu mereka memiliki waktu untuk mempersiapkan segalahnya menjelang pernikahan.
Salman dan Salimah berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil milik Salman, sebelumnya Salman menjemput tunangannya terlebih dahulu.
" Selamat pagi calon suami " sapa Sinta duduk di samping Salman
" Selamat pagi juga calon istri " seru Salman sambil tersenyum
" Selamat pagi Salimah " seru Sinta pada Salimah yang berada di belakang
" Hmmmm pagi juga " seru Salimah sambil melirik handphonennya
" Dek kamu kok gitu sih smaa calon kakak ipar kamu " seru Salman sambil menyetir
" Hmmmmmmm " gumam Salimah
" Gak apa-apa " seru Sinta
" Bukannya dulu kalian dekat ya " seru Salman sambil melirik ke arah Sinta
" Ya mungkin karena aku ada salah dengan adik kamu makanya dia marah sama aku " seru Sinta sambil melirik ke arah belakang.
" Calon kakak ipar kamu gak ada salah kok aku hanya saja sedang sakit gigi kak makanya aku gak banyak bicara " seru Salimah angkat bicara lalu Salman melirik adiknya itu
" Kamu sakit gigi dek kok bisa kamu jarang sikat gigi ya " seru Salman kepada adiknya
" Sering kok masih cantik-cantik begini jarang sikat gigi yang benar saja abang " seru Salimah kesel
" Hahahahahahaha " tawa Sinta dan Salman pun pecah seketika.
Tak lama mereka pun sampai di kampus, Melfani yang melihat mobil Salman langsung mendekat dan
" Hai selamat pagi calon suamiku " seru Melfani sambil menarik lengan Salman dan membawa jauh dari Sinta yang menata tajam ke arah sahabatnya itu
" Hai juga kamu mau bawa aku kemana ? " tanya Salman sambil melirik ke arah tunangannya itu
" Temenin aku ke kantin yuk " seru Melfani
" Sabar ya Sinta " seru Sisil kepada Sinta yang berjalan ke arah kedua nya.
" Aku tuh kesel sama fani udah tau Salman itu pacar aku malah dia begitu akh kesel aku " seru Sinta dan langsung menuju kelasnya.
" Haduuuuh kasihan " seru Sisil sambil berjalan ke arah kelasnya.
__ADS_1
" Sil woi kenapa ? " tanya Bulan yang baru datang
" Biasalah si Fani buat masalah " seru Sisil
" Masalah apaan sih yang di buat lagi sama si Fani " seru Bulan sambil berjalan bersama ke arah
" Dia malah menyalakan api kompor di diri Sinta " seru Sisil kepada Bulan.
" Kasihan juga ya sinta " seru Bulan
" Hmmmm " dehem Sisil sambil berjalan memasuki kelas
Mereka melihat Sinta sedang membaca buku,
" Pagi Ta " sapa Sisil dan Bulan bersamaan
" Hmmm pagi " seru Sinta tanpa mengalihkan perhatiannya.
Saat ketiga sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing tiba-tiba seseorang datang duduk di samping Sinta tanpa izin
" Hai guys sibuk amat " seru seorang gadis , seketika ketiga gadis tadi menoleh ke sumber suara
" WINDYYYY " pekik ketiganya bersamaan lalu mereka memeluk tubuh Windy dengan sangat bahagia
" Kita senang lo dah balik , gimana keadaan emak lo dah sehat belum " seru Bulan
" Sudah " seru Windy setelah mengucap syukur.
" Wah syukurlah, maaf ya kita belum bisa lihatin emak karna sibuk banget " seru Sisil
" No problem , oh ya Fani mana ? " seru Windy sambil melihat sekitaran kelasnya mencari keberadaan si genit
" Biasa lah dia cari cowok ganteng " seru Sisil.
" Oh gitu " seru Windy sambil tersenyum lalu pandangan Windy tertuju pada Harun dan Rio
" Rio " panggil Windy
" Yesss ada apaaan ? " seru Rio tanpa menoleh
" Salman mana ? " tanya Windy seketika membuat wajah Sinta pucat,
DEG....
__ADS_1
Sisil dan Bulan pun menatap ke arah Sinta yang tiba-tiba diam
" Ngapain lo nanyain Salman ? " tanya Harun
" Gue ada perluh lah sama dia " seru Windy santai
" Nah itu orang nya " seru Harun sambil menunjuk seseorang yang berjalan dari arah pintu dengan jari telunjuknya
" Ada apa ? " tanya Salman kepada Harun
" No si Windy nyariin lo " seru Rio pada Salman.
Pandangan Salman lalu menoleh ke arah Windy
" Kenapa Win ? " tanya Salman dengan lembur sehingga membuat Sinta kesel kepada kekasihnya itu.
" Ini gue bawain bekal buar lo " seru Windy sambil memberikan kotak nasi ke tangan Salman lalu dia berdiri dan mendekat ke arah Salman
" Itu bukan bekal aja lo baca isi surat yang ada di dalamnya gue paham lo baru jadian sama Sinta gue hanya ngetes dia doang dia udah benar-benar cinta gak sama elu gitu " bisik Windy di telinga Salman
Pria itu pun tersenyum lalu menepuk bahu Windy sangat pelan
" Terimakasih ya Win hmmm lain kali gak usah , nantik kamu repot aja " seru Salman sambil menatap ke arah Windy gang tersenyum
" Aku ke sana dulu ya " seru Salman dan di anggukan kepala oleh Windy yang tersenyum.
Gak tau lah Sinta jadi panas hatinya melihat ke arah kedua orang itu.
Tiba-tiba saja dia bangkit dari duduknya dan hendak berdiri namun di tahan oleh Windy
" Mau kemana ? " tanya Windy
" Toilet " seru Sinta datar lalu gadis itu keluar dari kelas dan menuju toilet.
Sesampai di toilet Sinta menangis dalam diam namun tak lama dia pun keluar dari toilet itu dan berjalan menuju kelasnya.
Saat masuk kelas lagi-lagi hatinya di buat panas oleh sifat Melfani yang begitu sulit do tebak.
Benar-benar buat hati nya sakit
Sinta lebih memilih diam daripada dia bicara membuat hatinya terada sesak saat ini juga dia serahkan semuanya kepada kekasihnya itu untuk memilih kemana hatinya akan berlabuh.
...πΊπ΄π»π΅πΌπΎπ·πΏπ±ππ²ππ³π...
__ADS_1