KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
TERUNGKAPNYA TENTANG KEMATIAN LINA DAN KESEDIHAN 4 SERANGKAI


__ADS_3

Setelah pelajaran berkahir semuanya pergi menuju kantin tapi tidak dengan keempat sahabat lina itu.


" Dill... Kiara. kalian berdua kenapa sih." seru Dewi.


" Iya woi lo berdua pada kenapa sih." seru Sonia


" Kita berdua lagi berduka." seru Ardila.


" Haaa apa siapa yang meninggal." seru Sonia heboh.


" Hati gue lagi berduka guys." seru Kiara yang tak menjelaskan kejadian di kantin.


" Wah bercanda lo pada gue kan khawatir sama lo pada." seru Sonia pura-pura sedih.


" Gak usah pasang wajah sedih deh nia gue jijik lihatnya beneran deh " seru Ardila santai.


" Hahahaha😃 lo ya di ajak ngobrol malah ketus gitiu napa sih loh pada kesambet apaan lo pada di toilet." seru Sonia.


" Kesambet jin toilet." seru Ardila sembarangan sambil me.asang wajah garangnnya.


" seriusan lu." seru Sonia


" Udah deh nia gak usah banyak nanya deh kamu." seru Dewi menengahi percakapan ketiga sahabatnya.


" Oh ya guys nantik kita ke kostnya Lina ya gue kangen sama dia siapa tau dia udah pulang guys." seru Sonia pernyataan Sonia membuat Ardila serta Kiara saling memandang lalu sesaat mereka melirik Widya.


Widya pun kaget saat Sonia nengatakan hal itu tapi dia cepat-cepat mengalihkan kegugupan nya.


" Kalian kenapa saling pandang begitu." seru Sonia.


" Sori nia gue gak bisa gue ada latihan musik hari ini seru Ardila.


" Gue juga gak bisa hmmmm karna gua harus keluar sama mama dan dady gue maaf ya guys." seru Kiara.


" Iya udah deh gak apa apa hnmm wi lo gimana.? seru Sonia sambil bertanya kepada dewi yang sedang melamun sendiri.

__ADS_1


" Eh apaan ya." seru Dewi bingung.


". Yee malah ngelamun lo ngelamunin apaan sih." seru sonia.


" Itu gue semalam mimpi buruk soal lina.lina pakai pakaian serbah putih terus dia bilang ke gue. wi kamu harus bahagia dan jangan sedih jika aku tak lagi bersama dengan kalian aku sayang sama kalian gitu." seru Dewi menceritakan mimpinya kepada ketiga sahabatnya. Widya yang mendengar itu langsung berkata.


" Maaf ni ya gue angkat bicara jika kalian mau ketemu sama Angelina gue dan Stefani akan temuin elu elu pada sama dia tapi dengan syarat lo pada harus kuat kan hati elu.." seru Widya santai.


" Eh han gue pribadi udah siap nerima kenyataan kalau lina sudah meninggal." ceplos Kiara. pernyataan Kiara sontak saja membuat satu kelas kaget dan termaksud Widya


" darimana Kiara tau kalau lina sudah meninggal." pikir Widya.


" Kiara lo ngomong apaan sih ngaco deh lo." seru Dewi.


" Iya kia lo apa-apaan sih bicara begitu kebiasaan deh lo ceplas ceplos begituan ." seru sonia kesel.


" Benar apa yang di katakan sama Kiara selama ini kita menunggu sahabat kita tanpa kabar yang gak jelas hingga kita salah paham kita mengira kalau lina sudah pindah dan sudah tak ingin lagi berteman dengan kita. kita salah mengira ternya oh ternyata dia justru meninggalkan kita untuk selamanya." seru Ardila sambil meneteskan air matanya.


" Gue.... gue gak percaya ini semua gak benar... ini semua gak bener kalian bohong... kalian bohong...." seru Sonia sambil berteriak dan pergi meninggalkan kelas


Stefani yang melihat Sonia menangis lalu menegurnya.


" Lo kenapa menangis begitu lagi patah hati lo." ledek Stefani.


" ini lebih dari patah hati Fani lo tau gue sakit hati gak ada satu pun informasi tentang sahabat gue lo tau kan dia dimana.?"seru Sonia sambil menyentuh lergelangan tangannya Stefani.


" Gue gak tau." seru Stefani sambil melepas cengkramannya Sonia.


" Sampai kapan lo mau nyembunyiin tentang kebenaran kematian Lina." seru Sonia


" Jadi lo sudah tau." seru Stefani.


" Iya gue udah tau." seru Sonia


" Oke gue akan kasih tau lo tapi gak disini juga gue akan ngajak lo dan teman-teman lo langsung makamnya lina." seru Stefani sambil pergi meninggalkan Sonia yang masih menangis di toilet.

__ADS_1


Kabar tentang kematian Lina hanya di dengar oleh teman sekelas nya karna Kiara sudah memberi ultimatum agar berita itu tidak menyebar kemana-mana.


Sepulang sekolah k


Widya dan Stefani mengajak Kiara dan yang lainnya kemakam Angelina.


Setelah sampai hal pertama yang di lihat oleh mereka adalah tanggal kematian sahabat mereka


( tggl X bulan Mu tahun XXXX ) gumam mereka bertiga bersamaan.


" Jadi lina meninggal hampir seminggu dan kalian berdua merahasiakannya dari kami." seru Sonia tidak terima.


" Kalian berdua benar- benar keterlaluan." seru Kiara.


Ardila dan Dewi tak banyak bicara mereka berdua sudah menangis di pusara Angelina. dan dewi teringat tanggal dimana mereka terakhir bertemu terbayang dengan nya mereka bertengkar di taman Dewi ingat tanggal meninggalnya Lina sama dengan tanggal terakhir dia bertemu dengan lina di taman Dewi pun menangis sejadi-jadinya membuat kelima orang itu memperhatikan Dewi.


" Udah wi gak usah nangis begitu wi... iklasin Lina wi dia udah bahagia di sana wi. udah ya dil lo juga harus iklasin Lina." seru Sonia yang berusaha tegar dan iklas.


" Gue gak nyangka...hiks...hiks...hiks... ternyata seminggu lalu itu pertemuan terakhir gue sama dia hiks...hiks... dimana gue harus berdebat sama dia soal makanan dimana gue harus ngambek sama dia selama 4 hari sampai dia ngebujuk gue makan es cream di pinggir jalan yang membuat gue ngakak saat dia blepotan makan es cream dan gue ngetawain dia gue ingat betul saat itu ternya itu pertemuan terakhir gue sama dia nia....hiks hiks.... Lin andaikan ada reinkarnasi gue harap lo gak ngelupain gue.... gue percaya suatu saat kita akan bertemu. gue yakin itu." seru Ardila sambil mengelus nisan salibnya Lina


" Kenapa lo bisa seyakin itu dil." seru Stefani.


" Karna gue pernah dengar lina cerita dia merasa seperti terlahir kembali jika dia makan es cream bareng gue dan gue yakin itu akan terjadi lo pegang kata-kata gue." seru Ardila


" Gue pun begitu dila... gue juga ngerasain apa yang lo rasain ." seru Stefani.


" Hmm.." seru Ardila dengan deheman"


" Udah jangan nangis lagi dil wi kia lina gak akan kembali kalau kalian nangis begini jadi kalian jangan mengira Lina pergi tanpa pamit sama kalian ini bacalah dan pahami semua apa yang dikatakan oleh Lina di dalama surat itu." seru Widya sambil memberikan sebuah amplop berisi surat dari Lina.


soniapun menerimanya dan memasukannya kedalam saku bajunya dia akan membacanya si rumah Kiara.


Keenam orang itu pun pergi dari makam Lina setelah menaburkan bunga.


~~~~~ BERSAMBUNG ~~~~~

__ADS_1


__ADS_2